Waspadai 5 Penyakit di Musim Hujan - Kenali dan Cegah Datang!

Waspadai 5 Penyakit di Musim Hujan - Kenali dan Cegah Datang!

2.7K
Penyakit di musim hujan mulai sering menyerang, seiring hujan yang datang terus selama berhari-hari. Waspadai!

Hai, Mama. Cuaca begitu banyak berubah akhir-akhir ini ya. Musim penghujan nggak lagi dimulai sedari Oktober hingga April, tapi sudah sepanjang tahun! Dan sekarang nggak cuma bahaya banjir saja, kita juga harus selalu waspada penyakit di musim hujan.

Yah, yang namanya kesehatan memang harus selalu dijaga setiap waktu, sepanjang tahun ya, Ma. Nggak cuma di saat musim hujan saja. Tapi memang beberapa penyakit di musim hujan ini khas sekali, selalu datang saat ‘waktunya tiba’.

Terus, gimana kalau seperti tahun ini yang nggak sampai ada musim kemarau? Pastinya ya kita harus ekstra menjaga tubuh supaya nggak terserang penyakit.


Yuk, jaga kesehatan dari 5 serangan penyakit di musim hujan berikut ini!


1. Penyakit kulit


Penyakit di musim hujan pertama yang biasanya sering muncul adalah infeksi jamur. Kalau Mama merasakan gatal-gatal serta perubahan pada warna maupun tekstur kulit, bisa jadi Mama sedang mengalami infeksi jamur ini, Ma.

Baju yang nggak kering juga meski dijemur gara-gara hujan yang nggak kunjung berhenti, atau kaki yang terlalu sering menerobos banjir, handuk kotor di pusat kebugaran, dan sebagainya, adalah biang keladi yang bisa mengakibatkan kulit mulus Mama terserang jamur.

Penyakit ini bisa terjadi pada seluruh tubuh, terutama pada daerah lipatan seperti pada lengan, jari, kaki, payudara serta selangkangan, yang mudah terserang lembap.

Pengobatannya sebenarnya mudah saja, yaitu dengan menggunakan salep antijamur yang banyak dijual di pasaran, atau kalau sudah parah segera periksa ke dokter ya, Ma.

Makanya selalu pastikan baju yang Mama pakai benar-benar dalam keadaan kering ya. Kalau perlu bawalah baju ganti yang kering jika bepergian dan harus melewati daerah banjir. Setelah selesai beraktivitas, bersihkan seluruh tubuh hingga tuntas.


2. Diare


Penyakit di musim hujan lainnya adalah diare, yang disebabkan oleh infeksi virus, maupun bakteri yang menyerang usus.

Kalau sudah diare, kita bisa saja bolak balik ke WC 8 – 10 kali dalam sehari. Tubuh juga lemas sekali, gara-gara dehidrasi dan kehilangan banyak cairan. Semakin parah bahkan bisa berujung pada kematian.

Ya, diare bukan penyakit yang bisa dipandang ringan, Ma. Bisa sangat berbahaya.

Salahnya lagi, kalau terserang diare kita justru minum obat penghenti BAB.

Kok salah? Kan memang harus dihentikan kan?

Well, that’s not the way it works, Mama. Saat tubuh terserang virus atau bakteri di usus, maka secara otomatis tubuh akan bereaksi dan berusaha mengeluarkan kuman, dan dalam hal ini melalui BAB. Jadi kalau BAB-nya dihentikan berarti kumannya juga nggak bisa keluar dari tubuh.

Yang perlu Mama lakukan saat terserang penyakit di musim hujan satu ini adalah dengan berusaha supaya nggak sampai dehidrasi. Jadi, gantikanlah cairan dan elektrolit tubuh yang hilang dengan minum cairan oralit.

Untuk menghindari terserang diare, maka yang perlu diperhatikan adalah masalah kebersihan, Ma. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan anak-anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari jajan dari tempat yang nggak bersih dan cara masak yang kurang higienis ya.


3. Demam tifoid


Masih soal penyakit di musim hujan yang menyerang pencernaan nih, Ma. Sama parahnya dengan diare, adalah demam tifoid. Atau biasanya kita sebut dengan tifus, yaitu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran pencernaan melalui mulut, Ma.

Penyebaran penyakit ini adalah melalui kuman pada muntah dan kotoran penderita yang terbawa oleh lalat, dan kemudian mengontaminasi makanan yang kita makan. Well, sebagian besar kuman sih sebetulnya akan mati karena terkena asam lambung saat memasuki saluran pencernaan kita. Namun kadang masih ada kuman yang bandel, dan berhasil lolos hingga masih hidup dan mampu menginfeksi usus halus.

Gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi hingga di atas 40 derajat Celcius. Selanjutnya untuk memastikan kita harus melakukan tes darah. Selama menjalani pengobatan, penderita tifus biasanya harus beristirahat total selama 7 – 14 hari.

Sama seperti pencegahan penyakit diare, cara untuk menghindari penyakit tifus adalah dengan memelihara kebersihan dan menyeleksi makanan yang Mama konsumsi. Dapatkan pula vaksinasi tifoid (efektif selama 3 tahun), khususnya jika Mama sering bepergian ke daerah endemis tifoid.


4. Demam berdarah


Penyakit demam berdarah (DB) biasanya juga mulai muncul di musim hujan.

DB disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan biasanya banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia.

Penyakit di musim hujan yang satu ini memang berkembang terutama di tempat yang lembap, di mana nyamuk biasanya berkembang biak dengan pesat dalam genangan-genangan air.

Gejala DB yang biasa tampak terasa adalah demam tinggi (meski kadang juga nggak disertai demam tinggi, sehingga justru semakin membahayakan), sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri persendian, mual dan muntah, serta munculnya ruam merah pada kulit.

Hingga kini belum ada vaksin ataupun obat antivirus yang ampuh untuk mencegah DB ini, Ma. Tindakan paling efektif adalah dengan mencegah penyakit ini merebak, yaitu dengan melakukan pengasapan atau fogging secara berkala di lingkungan rumah.

Cek juga berbagai tempat tandon air atau tempat-tempat strategis yang biasa tergenang air. Basmi jentik-jentik nyamuk dengan cara menebar bubuk abate di bak mandi, tutup saluran-saluran air, kubur barang-barang yang tak terpakai yang bisa digunakan sebagai sarang nyamuk. Jangan lupa juga untuk memelihara ikan di kolam hias rumah.


5. ISPA


Secara garis besar, ISPA dapat dibedakan menjadi batuk pilek biasa dan influenza, yang biasanya selain disebabkan oleh virus, juga dapat dipicu oleh reaksi alergi.

Penyakit di musim huham ini sebenarnya bisa saja muncul sepanjang tahun. Namun, biasanya suhu udara dinginlah yang paling bisa menjadi pemicu munculnya penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat dan batuk ini.

Daya tahan tubuh adalah faktor yang paling memengaruhi insiden serangan ISPA. Meski virus penyebab ISPA sangat menular, melalui percikan lendir yang terlontar saat penderita batuk atau bersin, namun penyakit ini bisa dihindari dengan memperkuat imunitas tubuh. Caranya adalah dengan menyantap makanan bergizi dan cukup beristirahat. Mama juga bisa mendapatkan vaksinasi influenza yang diulang setiap setahun sekali.


Nah, Mama, tetaplah jaga kesehatan keluarga dari beberapa penyakit di musim hujan di atas ya. Jangan lupa menyiapkan makanan yang bergizi dan penuh vitamin, agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Stay healthy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspadai 5 Penyakit di Musim Hujan - Kenali dan Cegah Datang!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar