Hamil di Usia 35 Tahun? Aman Kok, Asal ...

Hamil di Usia 35 Tahun? Aman Kok, Asal ...

17.1K
You never understand life until it grows inside of you. ~ Sandra C. Kassis

Sedang hamil, Ma? Berapakah usia Mama sekarang? 23? 25? 30? Lebih dari 30 tahun?

Well, dunia kedokteran menilai usia 35 tahun sebagai 'deadline' usia untuk melahirkan. Di atas usia tersebut, kehamilan Mama akan digolongkan ke kehamilan yang berisiko tinggi (high risk pregnancy).

Mengapa digolongkan berisiko tinggi? Memangnya, ada risiko apa saja yang mungkin akan Mama hadapi selama kehamilan dan persalinan nanti?



Coba yuk, kita lihat.


1. Persalinan cenderung caesar

Usia yang paling baik untuk hamil adalah 24-25 tahun, karena risiko kelainan kromosom atau bawaan pada rentang usia ini hanya 1 : 1250, sedangkan risiko yang sama untuk usia 35 tahun ke atas adalah 1 : 200. Jadi, kehamilan pada usia 35 tahun atau lebih, mempunyai risiko 6 kali lebih besar untuk mengalami kelainan kromosom dibanding usia 20 tahunan.

Pada usia 35 tahun ke atas, tingkat keguguran dan kelahiran prematur sangat tinggi. Selain itu, jumlah angka kelahiran caesar juga tinggi karena kebanyakan ibu dengan kasus ini cenderung mengalami inersia atau gangguan kontraksi rahim, sehingga tidak mampu mendorong janinnya keluar secara normal.

Makanya, Ma, biasanya, perempuan usia 35 tahun ke atas akan menjalani proses persalinan melalui operasi.


2. Risiko dan komplikasi

Saat persalinan normal, komplikasi yang mungkin timbul adalah inersia dan perdarahan pasca-persalinan. Sementara itu, komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan caesar biasanya adalah atonia, atau gangguan kontraksi rahim pasca-persalinan. Dalam kasus ini, setelah plasenta keluar, otot-otot rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga menyebabkan perdarahan hebat.


3. Imbas pada bayi

Walaupun Mama mungkin mengalami inersia yang menyebabkan janin terlalu lama menuju proses kelahiran, namun nggak ada masalah yang terlalu berimbas negatif pada bayi pasca-kelahiran ini, Ma. Sebenarnya, walaupun seorang perempuan hamil di usia 35 tahun atau lebih, tapi jika sepanjang kehamilannya tidak bermasalah, maka saat persalinan pun juga nggak akan bermasalah.

Hal sebaliknya berlaku jika selama kehamilan timbul gangguan, seperti misalnya IUGR (intrauterine growth retardation atau gangguan pertumbuhan janin di dalam rahim). Janin yang terdeteksi IUGR tidak lagi mendapat asupan makanan ataupun oksigen, sehingga harus segera dilahirkan dalam waktu 1x24 jam setelah terdeteksi.

Jadi, lebih baik janin dilahirkan prematur dan diberi asupan makanan di luar rahim daripada dibiarkan berada di dalam rahim tanpa asupan makanan dan oksigen.



Sebenarnya, Ma, ada penelitian terbaru yang mengatakan, bahwa perempuan yang mengandung di usia 33 tahun atau lebih biasanya mempunyai usia lebih panjang ketimbang mereka yang mengandung anak terakhirnya di usia 29 tahun lho. Bukan karena apa-apa sih, tapi logikanya begini, Ma. Saat perempuan mulai hamil di usia 33 tahun ke atas, itu berarti tubuhnya sangat sehat. Tubuh perempuan kan akan menyiapkan diri untuk 'menyambut' penambahan 'beban' selama hamil kan, Ma? Nah, kalau usia 33 tahun saja tubuh masih kuat menyiapkan dirinya sendiri, tentulah tubuh tersebut dalam kondisi yang sangat sehat.

See, yang penting Mama harus selalu dalam kondisi yang sehat selama hamil, Ma? Dan, gimana caranya supaya tetap sehat dalam kehamilan di usia 35 tahun ini? Standar saja kok, Ma, seperti resep sehat mama hamil pada umumnya.


1. Teratur kontrol

Tetap teratur kontrol ke dokter kandungan ya, Ma. Pantau terus kemajuan pertumbuhan janin dalam kandungan Mama. Setiap bulan selalu saja ada yang bertambah, jadi Mama memang perlu tahu dan catat pertumbuhannya. Jika ada yang dirasa kurang, segera konsultasilah dengan dokter Mama.

Jika Mama ada keluhan-keluhan sakit meski ringan, juga jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Mama. Akan lebih baik semua penyakit terdeteksi sejak dini, ketimbang terlambat yang mungkin akan berakibat buruk nantinya.



2. Makan makanan sehat

Kadang kita juga bingung ya, apa yang boleh dimakan dan nggak boleh dikonsumsi oleh mama hamil. Kadang juga kalau kehamilan Mama yang ini bukan kehamilan pertama, kondisinya juga beda dengan yang sudah-sudah. Kehamilan yang kemarin rasanya apa saja mau dimakan, yang sekarang selera makan kok sepertinya lenyap begitu saja.

Wajar kok, Ma. Kalau Mama menemui kesulitan mendapatkan asupan gizi yang cukup, ada baiknya Mama juga menemui ahli gizi khusus untuk membantu Mama. Pastikan makanan Mama cukup mengandung asam folat, kalsium, zat besi, dan vitamin D ya.

Hindari segala jenis makanan atau minuman yang tak membawa manfaat, seperti alkohol. Jika Mama merokok, sekaranglah saatnya untuk berhenti, Ma. Mama nggak mau meracuni anak sendiri kan?


Baca juga: Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?


3. Pantau kenaikan berat badan

Sudah wajar rasanya ya, kalau perempuan hamil itu juga mengalami kenaikan berat badan? Malah harus! Karena itu merupakan salah satu indikasi bahwa janin yang tumbuh dalam perut kita juga tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

Tapi, jangan terlalu berlebihan juga, Ma. Mentang-mentang hamil, segala macam jenis makanan diembat. Aduh, hati-hati, Ma. Banyak makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, misalnya kadar gulanya berlebihan, kadar lemaknya tinggi, dan sebagainya. Berat badan yang naiknya terlalu drastis akan menghambat Mama saat persalinan nanti, Ma. Belum lagi risiko hipertensi dan diabetes kalau Mama sampai obesitas.

Juga jangan sampai kekurangan ya, Ma. Saking Mama menjaga kenaikan berat badan tubuh. alih-alih sehat, Mama malah kurang berat badan. Ini juga akan berimbas pada bayi nanti setelah lahir lho, Ma.

Makanya, jangan sampai kebanyakan pun jangan kurang ya, Ma. Seimbang.


Baca juga: Yuk, Ma, Capai Berat Badan Ideal Bayi Sejak dalam Kandungan dan Setelah Dilahirkan!



4. Tetap aktif

Lagi hamil bukan alasan untuk mager alias malas gerak kan, Ma? Bergerak aktif akan sangat baik bagi kesehatan tubuh Mama, juga bagi janin yang ada dalam perut Mama. Otot-otot Mama nggak akan sempat kaku, dan ini berarti nanti akan membantu Mama banget saat persalinan.

So, Mama yang ngantor tetap ngantor dengan rajin seperti biasa. Mama yang sehari-hari di rumah juga beraktivitas seperti biasa. Tak ada yang perlu dikurangi, meski tetap harus memperhatikan keamanan kandungan Mama ya. Misalnya, jangan angkat beban-beban yang terlalu berat, atau melakukan hobi Mama yang berisiko tinggi (barangkali Mama suka panjat tebing?). Lakukan olah raga teratur ya, Ma. Barangkali Mama juga bisa coba tuh, yoga untuk mama hamil.


Baca juga: Aman Nggak Sih, Tetap Bercinta Padahal Kita Lagi Hamil?


Nah, mudah kan ya, Ma? Sama seperti mama hamil yang lain. Yang penting, selalu komunikasikan dengan suami dan dokter, apa saja yang Mama rasakan dan keluhkan ya. Yang pasti Mama harus selalu bahagia selama hamil, karena kebahagiaan Mama akan dirasakan oleh si janin juga.

Stay healthy, Mama!


Sumber artikel: : magazine.bilna.co.id


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hamil di Usia 35 Tahun? Aman Kok, Asal ...". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar