Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

1.1K
Wisata kuliner memang asyik! Memburu masakan lokal, lalu dicobain. Memberikan kita pengalaman baru yang seru. Tapi, petualangan itu bisa jadi drama tragedi kalau ternyata kita kena kibul pedagang nakal. Jangan sampai deh!

Hai, Mama! Hobi wisata kuliner? Pasti asyik banget ya, berburu makanan di tempat lain yang belum pernah dicoba! Semacam memberikan petualangan tersendiri!

Bagi para pemburu kuliner, masakan lokal memang jadi target utama tujuan wisata mereka. Yang lain kalah deh, pokoknya cicip dulu masakan lokalnya. Apalagi kalau sudah ada rasa penasaran, karena masakan lokal yang dimaksud itu sudah sering dibahas di media massa ataupun di media sosial. Pasti deh pengin nyobain dulu.

Untuk nyobain berbagai masakan lokal, ya pastinya kita harus ke warung atau tempat yang menyediakannya.


BACA JUGA


Mau Berburu Makanan Enak? Ini Dia 6 Pertimbangan untuk Memilih Tempat Makan yang Asyik!

Mau Berburu Makanan Enak? Ini Dia 6 Pertimbangan untuk Memilih Tempat Makan yang Asyik!

Makanan enak adalah koentji kebahagiaan. Betul? Bolehlah sesekali berburu makanan enak di luar rumah, biar santai sembari piknik

Read more..


Naaah ... di sini nih, biasanya mulai timbul masalah. Para wisatawan kuliner ini menjadi sasaran empuk untuk ditembak bagi para pemilik warung yang pengin mendapatkan keuntungan lebih. Pasti Mama yang biasa melakukan wisata kuliner juga sering nih ngalamin ya, ditembak dengan harga yang nggak masuk akal. Padahal kalau dilihat ya, warung makannya tuh boleh dibilang warung makan yang kelas kakilima, di pinggir jalan, yang tempatnya nggak bagus-bagus amat. Tapi, sumpah deh, bikin kapok naudzubillahimindzalik buat balik lagi ke sana.

Mungkin yang punya warung pengin bangun apartemen di Pantai Indah Kapuk kali ya, Ma? Hehehe.

Iyes, Mama. Saya pribadi pernah mengalami. Kalau nggak salah ingat, saya pernah mengalami di sebuah warung makan seafood di daerah Cibinong, dan pernah juga ngalamin di Puncak Pass.

Rasanya, hih! Zbl! Kzl! Dikira kitanya nggak ngerti apa ya, dikibulin begitu.

Pengalaman salah seorang teman juga sama, Ma. Dia makan di satu warung makan di sekitaran Alun-alun Bandung. Untungnya ditanya dulu sebelum mulai pesen, dan akhirnya bisa cancel. Jadi deh, cuman pesen beberapa makanan aja, dan itu pun habis dua ratus ribuan. Hvft!

Dan itu cuman level KAFE TENDA DI PINGGIR JALAN.

Jadi, supaya kita semua nggak kena kibul para pedagang nakal ini saat melakukan wisata kuliner, apa yang harus kita perhatikan dan lakukan? Berikut ini adalah cara saya, Ma.


5 Cara aman wisata kuliner, supaya tidak kena kibul pedagang nakal


1. Jangan terkecoh lokasi


Jika Mama hendak mencoba warung yang baru pertama didatangi saat wisata kuliner, berhati-hatilah, Ma.

Lokasi yang lesehan, cuma tikar doang bukan berarti warung dengan harga murah lho, Ma. Bisa jadi itu jebakan betmen. Yah, enggak semua juga sih begitu ya. Masih ada banyak yang memang harganya bersahabat. Tapi kadang "penampilan" bisa membuat kita jadi tertipu juga. So, the point is, tetep harus waspada.

Akan lebih baik jika Mama sudah mendapatkan rekomendasi, baik dari teman ataupun review dari media sosial khusus traveler seperti TripAdvisor misalnya.


2. Lihat menu


Hati-hati dengan menu yang nggak mencantumkan daftar harga di lokasi wisata kuliner, Ma. Bisa bikin sakit hati ujung-ujungnya. Please, please, please, jangan asal pesan saja. Harus diliat dulu harganya yang bener. Mintalah daftar harga, jika ada. Kalau nggak ada, ya tanyakan saja harganya satu per satu.

Saya juga pernah mengalami nih yang seperti ini, Ma. Pas banget lagi makan bareng keluarga di H-1 Tahun Baru. Kita makan di salah satu warung makan khas sunda. Dalam daftar menunya nggak dicantumkan harga, hanya ada menu makanan aja.

Sempat sih saya deg-degan dan berpikiran negatif, tapi menurut kakak ipar saya, warung makan ini sudah terkenal enak dan sudah banyak direkomendasikan. Nah, saat sudah selesai makan dan harus membayar, memang harganya lumayan sih. Tapi, untunglah, memang sebanding dengan rasanya yang enak, menunya yang banyak dan tempatnya yang nyaman.

Menurut saya, it's worthed-lah ya.

Tapi kalau semisal nggak sebanding? Wah, itu masalah!


3. Cari rekomendasi atau review


Saya pribadi prefer untuk mencari rekomendasi lebih dahulu jika ingin melakukan wisata kuliner, atau pengin nyobain tempat makan baru.

Saya bisa bertanya dulu pada teman, tempat makan mana yang asyik, bagaimana menunya, bagaimana harganya dan lain sebagainya.

Saya juga bisa mengandalkan review Google. Kan sekarang Google juga menyediakan review dan rekomendasi tempat-tempat traveling, termasuk di dalamnya hotel dan juga tempat makan kan, Ma? Dan, siapa sih yang bisa meragukan Mbah Google?

Atau, bisa juga mencari review dari para food atau travel blogger. Biasanya mereka jujur saat mereview tempat yang dikunjungi, termasuk makanan yang mereka cicipi. Review mengenai tempat makan juga bisa Mama dapatkan di media sosial khusus traveler, seperti TripAdvisor, seperti yang sudah saya sebutkan di atas.


4. Periksa struk


Habis bayar jangan langsung masukin struk ke dompet dan kabur ya, Ma. Jangan! Coba baca dan teliti lagi.

Bukannya selalu berpikiran buruk sih, tapi bagaimanapun kita harus waspada kan? Siapa tahu ada makanan yang berbeda harganya dengan yang tertera di daftar menu yang kita lihat tadi? Atau ada charge tambahan tanpa pemberitahuan.

Nah, kalau memang ada yang nggak masuk akal, atau aneh, jangan ragu-ragu untuk menanyakannya ya, Ma.

Well, mungkin bagi sebagian orang, komplain ini bisa jadi hal yang mudah saja dilakukan. Tapi buat Mama yang nggak tegaan atau pemalu, barangkali ini bakalan susah banget ya. Karena itu, mendingan kalau mau wisata kuliner ajak orang-orang yang bisa diandalkan untuk membela hak asasi pembeli seperti ini, Ma. Hmmm ... Papa barangkali?


5. Cari aman


Nah, kalau memang sepertinya nggak memungkinkan, sepertinya nggak perlu memaksakan diri juga ya, Ma, untuk melakukan hunting makanan lokal saat wisata kuliner. Ketimbang nanti menyesal, dan malah jadi mubazir, lebih baik pilih saja makanan yang "aman", dalam arti sudah pernah didatangi atau sudah pernah dicoba.

Yang sudah familier. Demi ketenangan batin. Hahaha.


BACA JUGA


Agar Liburan Makin Menyenangkan, Perhatikan 5 Hal yang Harus Dijaga di Tempat Wisata Ini Agar Tetap Terjaga dan Tidak Tercemar!

Agar Liburan Makin Menyenangkan, Perhatikan 5 Hal yang Harus Dijaga di Tempat Wisata Ini Agar Tetap Terjaga dan Tidak Tercemar!

Liburan memang menyenangkan! Tapi, kalau tempat wisata yang kita datangi kotor dan rusak, gimana dong? Itu ulah kita juga kan, yang nggak ...

Read more..


Nah, apakah ada yang pernah punya pengalaman nggak ngenakin seperti ini saat wisata kuliner? Cerita dong, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tetty Hermawati | @tettyhermawati

Silahkan login untuk memberi komentar