Suami Istri Sering Terpisah Jarak Karena Kewajiban? Tetap Romantis dengan 5 Hal Berikut!

Suami Istri Sering Terpisah Jarak Karena Kewajiban? Tetap Romantis dengan 5 Hal Berikut!

1.9K
Kadang kondisi menuntut sepasang suami istri untuk terpisah sejenak demi terlaksananya tugas yang penting. Jaga keromantisan suami istri dengan beberapa hal berikut.

Tidak ada satu pun pasangan suami istrii yang ingin tinggal terpisah, ataupun sering berpisah.

Namun, banyak profesi seringkali, mau tidak mau, membuat salah satu dari pasangan suami istri jadi harus sering bepergian atau traveling. Bahkan, mungkin akhirnya harus pula menjalani LDM (Long distance marriage), sehingga semakin mempersempit waktu bertemu.

Well, sebagai salah satu "pelaku" LDM, saya sendiri nggak bisa setiap hari bertemu suami, Ma. Dan, hal ini tentu tidak mudah. Apalagi saya punya 2 toddler dan 1 anak tanpa asisten. Wah, lengkap sudah.

Yah, sesulit apa pun itu, kondisi ini tetap harus dijalani. Mengeluhm menurut saya, bukan pilihan bijak. Lebih baik kita mencari cara, bagaimana menjalaninya dengan baik tanpa menjadikan jarak sebagai beban bagi suami istri.

Yang pasti, jika Papa harus sering pergi (baik itu dinas luar atau LDM), semua dilakukannya juga untuk Mama dan keluarga kan?

Nggak mudah? Iyalah, pasti ada aja masalah yang tercipta. Namun, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kondisi ini, juga agar anak-anak tetap berada di suasana yang nyaman meski papanya nggak di rumah.


BACA JUGA


Menjalani Long Distance Marriage Bagi Suami Istri Tak Selamanya Buruk! Mama Bisa Mengambil 7 Hal Positif Ini!

Menjalani Long Distance Marriage Bagi Suami Istri Tak Selamanya Buruk! Mama Bisa Mengambil 7 Hal Positif Ini!

Suami istri yang menjalani LDM memang lah nggak mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan, tapi ini tak menghalangi Mama memeroleh efek ...

Read more..


Beberapa hal yang harus dipikirkan dan dilakukan oleh pasangan suami istri yang salah satunya harus sering pergi dari rumah, demi keharmonisan keluarga


1. Kepercayaan


Pasangan yang sering ditinggal, seringkali mengalami krisis kepercayaan. Apalagi pasangan suami istri yang punya tingkat kecemburuan cukup tinggi.

Bukan berarti nggak boleh cemburu sih, bahkan sesekali cemburu itu perlu. Tapi, siapa sih yang nggak risih kalau sering dicurigai?

Jadi jangan sampai waktu yang berharga untuk bisa bertemu Papa itu Mama jadikan sebagai ajang untuk pelampiasan cemburu. Buang-buang waktu saja, Ma.

Misalnya, Papa di rumah cuma beberapa hari. Bukannya memberi perhatian pada Papa, tapi Mama malah sibuk mengecek semua isi di handphone-nya, memeriksa semua chat dan telepon. Mama sibuk mengecek setiap lembaran kertas di dompet Papa. Jadi itu buang-buang waktu apa nggak tuh, Ma? Sebaiknya level cemburunya bisa diatur dalam level sedang-sedang saja.

Daripada krisis kepercayaan makin subur, lebih baik setiap waktu ketemu yang jarang itu dibuat menjadi quality time, Ma. Bikin suasana jadi fun, penuh cinta, seru. Tunjukkin bahwa Mama tetap dan selalu seperti dulu, mencintai Papa dan percaya padanya, seperti saat belum sering berjauhan karena kewajiban lain.


2. Komunikasi


Sesibuk apa pun ma, jangan pernah mengurangi intensitas komunikasi. Sesibuk apa pun ma, mending mengalahkam kesibukan lain ketimbang mengalahkan komunikasi antara suami istri.

Okelah, mungkin Mama dan Papa sudah saling percaya, tapi teruslah dipelihara dan dijaga. Bukan malah dikurangi komunikasinya atas nama sudah saling percaya.

Kepercayaan itu kan bukan benda yang terlihat nyata kan ya? Kepercayaan letaknya di hati. Biasanya komunikasi yang baik, akan memupuk kepercayaan itu, Ma.

Komunikasi juga bikin suami istri tetap romantis. Hati jadi senang, endingnya pekerjaan Papa di luar sana juga makin bagus kan, Ma?

Ingat selalu, di balik pria sukses selalu ada wanita hebat di belakangnya.


3. Lakukan kewajiban dengan baik


Seringnya berjauhan pasti bikin tugas kedua suami istri jadi agak timpang. Mama sering melakukan pekerjaan Papa, dan sebaliknya, mungkin di luar sana Papa sering melakukan banyak hal all by himself karena jauh dari Mama.

Lalu saat kesempatan bertemu itu ada, lakukanlah secara maksimal, Ma. Ladenin semua keperluan Papa dengan baik.

Begitu pun Papa, lakukan kewajiban Papa di rumah dengan baik pula. Misalnya, cek semua kondisi mobil supaya saat ditinggal lagi, Mama bisa pakai mobil dengan nyaman.

Contoh lain mungkin, Mama masakin semua masakan kesukaan papa. Beli masakan jadi memang lebih mudah dan praktis sih, tapi Papa pasti merindukan dan lebih suka sentuhan cinta di masakan Mama.

Do it well, Ma!



4. Selalu perbaiki diri


Nobody's perfect. Tidak ada hubungan suami istri yang benar-benar sempurna. Meski jarang bertemu, bukan berarti Mama Papa lantas nggak pernah bertengkar. Selisih paham mungkin tetap terjadi kapan pun di mana pun.

Yang penting, masing-masing suami istri harus terus introspeksi diri. Kita, Ma, memang sensitif tapi kita nggak selalu benar. Mama juga jangan pernah bosan mengingatkan Papa kalau ada hal yang kurang baik.

Sudah seharusnya suami istri selalu saling memberi saran dan kritik, demi kebaikan bersama. Mama papa nggak harus berpura-pura juga semua baik kalau memang ada yang harus diperbaiki.

Sampaikan semuanya dengan cara yang baik. Misalnya, setelah sering traveling, si Papa jadi malas ibadah karena capek. Nah, tugas Mama adalah mengingatkannya. Sampaikanlah dengan baik dan sopan.

Atau sebaliknya. Misalnya, karena sering ditinggal, Mama butuh hal lain untuk tetap sibuk sehingga sekarang Mama jadi terlampau banyak arisan, sampai anak jarang ditemani. Papa pun sebaiknya menegur untuk mengingatkan Mama akan tugas Mama di rumah. Dengarkan dengan baik nasihat papa.

Dijamin hubungan suami istri akan makin langgeng apabila terus menuju perubahan ke arah baik. Iya kan, Ma?


5. Pasangan tangguh


Tidak ada manusia tanpa masalah. Jikapun ada manusia yang terlihat tanpa masalah, itu hanya karena mereka pandai menutupi masalahnya.

Semakin matang usia pernikahan antara suami istri, sebaiknya kita juga semakin dewasa dalam banyak hal, terutama ketika ada masalah berat, dan jarak memisahkan. Tetaplah saling menguatkan.

Yakin deh, setiap ada masalah, jika pria terlihat santai bukan berarti mereka tenang dan kurang peduli. Hanya memang rata-rata tipe pria begitu.

Jika terjadi saat-saat genting, misalnya anak sakit atau keadaan keuangan memburuk, atau terancam PHK, tunjukkan kalau Mama adalah wanita tangguh.

Mama bisa saja menangis sepanjang hari. Tapi, setidaknya, kalau Papa menelepon menanyakan kabar, Mama harus terdengar tegar dan kuat. Lagipula, tak ada masalah yang tak ada solusinya kan? Dan, solusi akan cepat didapat jika kita memikirkannya dengan kepala dingin.

Berikan sugesti positif untuk Papa, juga untuk diri sendiri, bahwa semua akan baik-baik saja!


BACA JUGA


Bakalan Menjalani Hubungan Jarak Jauh? No Worries, Mama Hanya Perlu Menyiapkan 5 Hal Kecil Ini!

Bakalan Menjalani Hubungan Jarak Jauh? No Worries, Mama Hanya Perlu Menyiapkan 5 Hal Kecil Ini!

Long distance marriage atau hubungan jarak jauh dalam ikatan pernikahan sudah biasa saja di zaman sekarang. Everything would be fine, ...

Read more..


Nah, itu tadi hal-hal utama yang mungkin harus selalu diingat dan dilakukan oleh pasangan suami istri, jika salah satunya harus pergi dari rumah untuk melakukan kewajibannya.

Pastikan hubungan suami istri itu selalu romantis sejauh apa pun jaraknya. Berbagai masalah yang ada memang dinamika kehidupan. Kita mungkin tak bisa menghindarinya, tapi kita pasti bisa menghadapinya.

Stay in love, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Istri Sering Terpisah Jarak Karena Kewajiban? Tetap Romantis dengan 5 Hal Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruli Retno Mawarni | @ruliretno

Supermom for 3 kids, lifestyle & travel blogger, content writer, www.ruliretno.com Cp : ruliretno@gmail.com

Silahkan login untuk memberi komentar