Siap Jalani Operasi Caesar Tanpa Takut dengan 4 Tips Ini! Ayo, Ma, Mama Bisa!

Siap Jalani Operasi Caesar Tanpa Takut dengan 4 Tips Ini! Ayo, Ma, Mama Bisa!

14.3K
Operasi caesar tidak semenakutkan yang dibayangkan. Untuk menaklukkan rasa takut Mama, carilah informasi seluk beluk operasi caesar sebanyak-banyaknya!

Hari perkiraan lahir (HPL) makin dekat, lalu saat pemeriksaan rutin terakhir dilakukan, tiba-tiba dokter memvonis Mama untuk operasi caesar karena ada satu dan lain hal yang membuat Mama tidak mungkin menjalani persalinan normal.

Apa yang Mama rasakan kemudian? Ketakutan?

Awww, Mama, apa yang Mama takutkan? Meja operasi? Lengang dan dinginnya ruang operasi? Suara dentingan alat operasi dan suara mesin detak jantung ala film-film thriller itu?

Atau takut dengan repotnya pasca operasi? Mama pasti sudah membaca artikel-artikel atau cerita-cerita seputar persalinan caesar di sana sini ya? Yang menyebutkan betapa operasi caesar itu tidak semudah yang dibayangkan, bahwa masa-masa pemulihan pasca operasi caesar itu justru yang paling berat? Gimana nggak berat, orang mau batuk atau bersin saja terasa sakit sekali pada jahitan? Mama membatasi gerak karena bekas jahitan masih belum kering, sementara itu aktivitas sebagai Mama baru harus segera dijalani.

Lho, kok malah makin nakut-nakutin gini ya?



Yah, soalnya memang wajar sih, Ma, kalau Mama merasa takut saat persalinan tiba.

Memang di setiap tindakan operasi itu akan ada efeknya. Begitu pula dengan operasi caesar. Rasa nyeri pada bekas jahitan itu merupakan salah satu efek yang akan dialami. Tapi, demi kesehatan, Mama tetap harus menjalaninya. Karena dokter juga tidak akan serta merta melakukan tindakan operasi caesar, pasti ada alasan kuat di baliknya. Biasanya sih karena ada indikasi medis ya, hingga dokter menyatakan harus diambil tindakan operasi caesar. Kalau nggak, bisa berisiko pada bayi dan juga diri kita sendiri.

Agar Mama tak ketakutan, ada baiknya Mama mencari tahu sedikit saja mengenai operasi caesar ini.


Hal-hal yang perlu Mama ketahui mengenai operasi caesar


Kapan operasi caesar perlu dilakukan?

Berdasarkan praktik yang biasa dilakukan oleh dokter selama ini, operasi caesar bisa dilakukan secara terencana ataupun darurat. Masing-masing memiliki indikasi medis.

Operasi Caesar Terencana, biasanya dilakukan pada saat :

  • Panggul ibu terlalu sempit
  • Janin terlalu besar
  • plasenta menutup jalan lahir atau yang biasa disebut Plasenta previa
  • Janin kembar
  • Sebelumnya ibu juga melahirkan secara caesar - meskipun ada juga, Ma, yang berhasil melahirkan per vaginum setelah sebelumnya melahirkan secara caesar
  • Janin menderita Hidrochepalus, hingga kepalanya terlampau besar untuk melewati jalan rahim.
  • Janin sungsang
  • Ibu menderita penyakit, misalnya seperti darah tinggi, HIV/AIDS, herpes atau ada kista, miom dan lain sebagainya



Operasi Caesar Sebagai Tindakan Darurat, biasanya dilakukan saat:

  • Persalinan normal sudah terlalu lama tapi tak ada kemajuan
  • Kondisi mama yang terlalu lelah
  • Telah dilakukan induksi dan vakum, namun gagal
  • Stres pada janin, yang kemudian mengakibatkan denyut jantung melemah

Saat indikasi-indikasi medis di atas dialami, maka Mama harus segera menyiapkan diri untuk menghadapi tindakan operasi caesar. Demi keselamatan bayi dan diri Mama sendiri.


Bagaimana operasi caesar dilakukan?

Operasi Caesar akan dilakukan dengan melakukan pembedahan pada perut (laparotomi) dan rahim (histerotomi). Janin akan dikeluarkan dari dalam rahim. Setelah itu rahim dan perut akan dijahit.

~ Wikipedia

Ya, demikian menurut Wikipedia, Ma.

Dalam sebuah tindakan operasi caesar, selain dokter spesialis kandungan Mama, akan terlibat pula dokter spesialis anak, dokter anestesi, dan bidan.

Mama, akan diberi bius epidural, yang mengakibatkan daerah perut ke bawah akan kebas atau mati rasa. Sehingga Mama nggak akan merasakan sakit ketika operasi caesar dilakukan. Rasa sakitnya timbul setelah efek bius memudar.


Nah, setelah Mama mengetahui sedikit mengenai operasi caesar, dan jika kemudian Mama memang harus menjalaninya, ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan agar ketakutan dan kecemasan Mama agak berkurang. Bagaimanapun operasi caesar harus dilakukan, Ma. Ingat, bayi kesayangan Mama taruhannya ya.

Yang utama dan pertama Mama harus lakukan adalah mengabaikan perasaan kurang afdal menjadi ibu kalau Mama tidak menjalani persalinan secara normal. Tak perlu memikirkan berbagai komen nggak jelas di luar sana yang menyebutkan bahwa ibu yang menjalani operasi caesar bukan ibu yang sebenarnya. Hal tersebut hanya akan menambah beban Mama, padahal itu bukan hal yang penting!

Lebih baik segera kuasai rasa takut Mama. Jangan sampai berlebihan dan menganggu kondisi mental.


Lakukan 4 hal ini, agar bisa berdamai dengan rasa takut menghadapi operasi caesar


Terima kenyataan

Jika operasi caesar memang tak ada dalam rencana persalinan Mama, maka berusahalah menerima kenyataan dengan lapang dada.

Ingat Ma, ini demi keselamatan dan kesehatan Mama dan bayi kesayangan dalam kandungan Mama. Kesehatan dan keselamatan harus jadi fokus Mama sekarang.

Singkirkan segala pikiran negatif tentang diri Mama dan operasi caesar!


Cari informasi sebanyak-banyaknya

Ketakutan Mama mungkin timbul karena informasi mengenai operasi caesar yang Mama miliki masih minim. Terlalu banyak mendengar kata orang yang belum tentu benar. Oleh karenanya, Ma, sebaiknya Mama segera mencari informasi secara lengkap tentang seluk-beluk operasi caesar termasuk, alasan, prosedur hingga treatment pasca operasi yang harus Mama lakukan nanti. Informasi yang Rocking Mama berikan di atas mungkin bisa sedikit membantu Mama. Jika dirasa kurang, ayo, Ma, cari tahu lebih banyak lagi, supaya Mama nggak takut!

Dengan demikian, Mama bisa menyadari risiko operasi caesar yang bisa terjadi, dan kemudian bisa mengupayakan berbagai hal untuk mengatasinya. Informasi yang cukup akan membantu Mama berpikir dan mengambil tindakan secara rasional.


Percayakan sama ahlinya

Operasi caesar dilakukan oleh seorang dokter spesialis kandungan yang ahli. Lalu apa yang Mama takutkan?

Kemungkinan semua hanya berakar dari pikiran-pikiran buruk yang terlintas, padahal hal tersebut belum tentu terjadi. Jadi kurangilah pikiran-pikiran buruk itu, Ma!

Agar Mama tenang, pilihlah dokter spesialis kandungan dengan reputasi yang baik. Percayalah, bahwa dokter Mama akan berusaha sebaik-baiknya dalam melakukan operasi tersebut.

Apalagi, peralatan operasi zaman sekarang semakin canggih. Sebelum digunakan, peralatan tersebut juga disterilkan terlebih dulu. Dari sisi prosedur, dokter spesialis kandungan yang melakukan operasi tentu tak akan abai dengan hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah tindakan operasi.

Dan yang terpenting lagi, jangan lupa pasrahkan semua urusan ini pada Tuhan, karena Dia adalah penolong dan tempat bergantung yang tertinggi.


Mintalah dukungan orang-orang terdekat

Saat harus menjalani persalinan, baik normal ataupun dengan operasi caesar, Mama akan sangat membutuhkan dukungan moral dan tenaga. Dukungan moral yang utama adalah dari suami, dan juga orang-orang terdekat. Merekalah yang bisa membuat dan membantu Mama mencapai ketenangan. Sementara itu, nanti setelah pasca operasi, Mama sebaiknya juga meminta bantuan mereka dalam merawat bayi Mama, dan juga dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.


Bagi seorang perempuan, bisa mengandung dan melahirkan merupakan anugerah terbesar. Rasa tak nyaman, lelah, bahkan sakit terbayar lunas ketika janin yang ada dalam kandungan bisa lahir dengan selamat.

Secara alamiah, Mama memang telah dipersiapkan untuk bisa melahirkan secara normal. Namun, jika faktanya, melahirkan secara normal tak bisa dilakukan, maka tentu harus ada tindakan, yaitu dengan operasi caesar.

Rasa takut menjelang operasi caesar barangkali menghinggapi sebagian Mama. It’s okay! Ini manusiawi kok, tapi harus diatasi ya, Ma. Semoga Mama dan bayinya selamat dan sehat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Siap Jalani Operasi Caesar Tanpa Takut dengan 4 Tips Ini! Ayo, Ma, Mama Bisa!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ety Abdoel | @etyabdoel

Lifestyle Blogger. Mom of two daughters. Live in Solo. Visit me at www.etyabdoel.com

Silahkan login untuk memberi komentar