Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper!

Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper!

920
The natural state of motherhood is unselfishness. When you become a mother, you are no longer the center of your own universe. You relinquish that position to your children ~ Jessica Lange

Mama sedang baper atau merasa dikecewakan oleh si Kecil? Mama merasa sudah sekuat tenaga mengajarinya berperilaku baik, termasuk ketika sedang berada di tempat umum, namun dalam kenyataannya si kecil tetap nggak sopan tehadap orang yang lebih tua sehingga Mama merasa malu dan kecewa?

Atau Mama sudah mencoba membujuk si kelas 4 SD Mama untuk masuk sekolah, namun dia kekeuh nggak mau masuk hingga 3 hari berturut-turut? Mama pun merasa gagal menjadi ibu yang baik, apalagi melihat teman-teman sebayanya nggak ada yang berkelakuan seperti itu?

Untuk kasus yang lebih berat, Mama kecewa karena sudah berupaya keras membimbing si kecil agar tidak mem-bully kawan-kawannya namun selalu saja dia menjadi buah bibir di sekolah karena hobi menjaili teman-teman sekelasnya? Duh, rasanya malu, sedih, sebal, kesal, bercampur jadi satu!

Kecewa boleh-boleh saja, Ma. Itu manusiawi. Sangat manusiawi. Namun, bagaimana mengelola emosi Mama ketika sedang kecewa terhadap si kecil, itu jauh lebih penting. Sebab, perasaan kecewa, sedih, gundah, dan sejenisnya ini tidak hanya mengganggu Mama, namun tidak baik pula untuk perkembangan si kecil ke depannya.

So, apa yang harus dilakukan ketika si kecil mengecewakan kita? Bersabarlah, Ma, sambil coba melakukan 7 cara berikut ini. Semoga tips dari Rocking Mama ini berhasil meredakan kekecewaan Mama.




1. Maafkan Dia

1. Maafkan Dia -


Ya, Mama. Maafkanlah dia!

Seberapa pun besarnya kekecewaan Mama terhadap si kecil, cobalah untuk selalu memahaminya. Dia adalah kebanggaan Mama, harapan Mama, dan dia masih terlalu kecil untuk mengerti 100% bahwa apa yang dilakukannya mengecewakan Mama. Jika bukan Mama yang memahaminya, siapa lagi?

Memang, memaafkan itu bukan hal mudah. Apalagi jika kita sedang dalam keadaan emosi, ya, Ma. Nggak apa-apa, butuh waktu untuk bisa memaafkan si kecil. 

Tapi jangan lama-lama, ya, Ma. Tenangkan diri ... inhale, exhale ... pikirkan kebaikan-kebaikan dan perbuatan manis si buah hati selama ini, dan hilangkan pelan-pelan rasa kecewa Mama.

Seperti diungkapkan Jewel, "Forgiveness is the needle that knows how to mend."

Setuju, kan, Ma?


Baca juga: Mama, Inilah Saatnya Memperbaiki Hubungan yang Telah Rusak!



2. Tetap Cintai Dia dengan Setulus Hati

2. Tetap Cintai Dia Dengan Setulus Hati -


Cinta mama terhadap anak-anaknya tulus tanpa syarat. Teruslah mencintai buah hati Mama seperti itu, sebesar apa pun kekecewaan Mama.

Jangan pernah biarkan si kecil merasa cinta Mama berubah, bersyarat mengikuti situasi dan kondisi. Bahwa dia hanya akan dicintai karena perilakunya. Bahwa Mama akan mengurangi cinta Mama padanya jika dia melakukan kesalahan. 

Cinta kasih mama yang tulus kepada si buah hati merupakan fondasi hubungan mama dan anak, sejak dia berada dalam kandungan hingga selamanya.

Karena itu, Ma, upayakan selalu menunjukkan kepada si kecil betapa rasa cinta Mama jauh melampaui rasa kecewa Mama. Bisa, kan, Ma?


Baca juga: Hati-hati, Ma! Inilah 3 Hal yang Membuat Orang Tua Jadi Kerap Membandingkan Anak Satu Sama Lain



3. Sampaikan Perasaan Mama Padanya

3. Sampaikan Perasaan Mama Padanya -


Memaafkan dan menunjukkan cinta sudah. Well done, Mama! 

Tapi itu saja belum cukup. Agar si kecil belajar dari pengalaman, dan syukur-syukur tidak mengulangi perbuatannya, Mama perlu menyampaikan perasaan Mama kepadanya. Tentu dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, ya, Ma.

Beberapa teori mengatakan orangtua sebaiknya tidak menunjukkan kesedihan atau kelemahan kepada anak. 

Namun sebenarnya nggak ada salahnya, kok, Ma, mengungkapkan kepada si kecil bahwa perbuatannya membuat Mama kecewa. 

Jangan lupa jelaskan pula alasan mengapa perilakunya mengecewakan. Tapi dengan bahasa yang mudah dicerna anak, ya, Ma.  Dan nggak pakai emosi, please ...


Baca juga: Ini Lho, Ma, 5 Hal yang Sering Kita Lakukan Tanpa Sadar Namun Dapat Menyakiti Hati Anak



4. Koreksi Perbuatannya

4. Koreksi Perbuatannya -


Tidak hanya menyampaikan kekecewaan Mama, Mama boleh mencoba mengoreksinya. Katakan kepada si kecil bahwa menjaili kawannya, menarik rambut kakak kelasnya, atau melempar barang-barang adiknya bukanlah tindakan terpuji.

Katakan pula bahwa Mama selalu percaya ketika si kecil berjanji akan berubah, namun berkali-kali pula dia melanggar kepercayaan Mama.

Karena itu, si kecil harus bisa menghadapi konsekuensi perbuatannya, seperti tidak disukai kawan-kawannya atau ditegur Bu Guru. 

Koreksilah, tapi lakukan itu dengan penuh cinta. Bukan karena Mama kesal dan ingin menghukumnya.

Koreksi yang dilakukan karena rasa cinta akan menghasilkan disiplin yang positif. Berbeda dengan koreksi disertai hukuman yang muncul karena Mama marah atau merasa harga diri Mama terluka.


Baca juga: 11 Hal Ini Baru Bisa Dimengerti dan Dipelajari Setelah Kita Menjadi Seorang Mama



5. Buat Perjanjian

5. Buat Perjanjian -


Cara berikutnya yang bisa Mama lakukan kala Mama kecewa dengan si kecil adalah membuat perjanjian.

Misalnya, kalau si kecil masih menjaili temannya, atau membentak-bentak orang yang lebih tua, maka dia tidak diizinkan mengundang teman-temannya bermain ke rumah atau jalan-jalan ke theme park bersama sepupu-sepupunya saat weekend.

Atau mungkin Mama mau meniadakan es krim di rumah ketika dia kembali membuat heboh kelas dengan kejailannya?


Baca juga: Inilah 5 Alasan dari Para Pakar bahwa Metode Time Out Tidak Lagi Efektif dalam Penanaman Disiplin pada Anak!



6. Ajari Dia untuk Meminta Maaf

6. Ajari Dia Untuk Meminta Maaf -


Cara ini cukup penting untuk mengajari anak bertanggung jawab. Ya, biasakan si kecil meminta maaf kepada mereka yang sudah dijailinya.

Kalau perlu, Mama menemaninya meminta maaf kepada orangtua kawan yang dia jaili tersebut. 

Dengan begitu, si kecil tidak hanya belajar bertanggung jawab namun sekaligus mendapat respek dari orang lain. Semoga dia berubah, ya, Ma!


Baca juga: Pengin Jadi Mama sekaligus Sahabat si Buah Hati? Coba 7 Tip Parenting Ala Gilmore Girls Ini!



7. Senantiasa Berdoa Untuknya

7. Senantiasa Berdoa Untuknya -


Terakhir, jangan pernah berhenti mendoakan si Kecil, ya, Ma. Doa orangtua sangat berperan bagi kehidupan anak-anaknya.

Doa dan kasih sayang tulus Mama dan Papa mudah-mudahan bisa menggerakkan hati si kecil untuk bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Dan jangan lupa berdoa untuk diri sendiri, ya, Ma, supaya nggak berlarut-larut dalam kekecewaan.


Baca juga: Yuk, Kita Ajarkan dan Bantu Anak untuk Selalu Berpikir Positif dengan 7 Cara Sederhana Ini!


Selalu semangat dan tersenyum demi si kecil, ya! Mama pasti bisa!

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Si Kecil Telah Mengecewakan Mama? Sabar, dan Coba Lakukan 7 Langkah Ini Supaya Nggak Baper! ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Zaki DNZ | @dinizakidnz

Seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta luar biasa dengan dunia tulis-menulis.

Silahkan login untuk memberi komentar