RIP Jupe aka Julia Perez - Yuk, Kenali si Kanker Serviks, Sang Hantu yang Bisa Mengancam Setiap Wanita

says

RIP Jupe aka Julia Perez - Yuk, Kenali si Kanker Serviks, Sang Hantu yang Bisa Mengancam Setiap Wanita

5.5K
RIP Jupe yang akhirnya menyerah pada kanker serviks, dan Yana Zein yang akhirnya kalah juga dari serangan kanker payudara. Dengan mengenali penyebab dan gejalanya, Mama akan lebih mampu mewaspadai kehadirannya dan mencegah penyebarannya sebelum terlambat.

Sudah mendengar berita sedih hari ini kan, Ma? Julia Perez, atau yang biasa kita sapa dengan Jupe, telah meninggalkan kita akibat kanker serviks. What a great entertainer. Perempuan yang tak takut berprinsip, meski mungkin agak berbeda dengan kebanyakan orang.

Sudah beberapa lama memang Jupe harus berjuang melawan kanker mulut rahim atau kanker serviks yang dideritanya.

Well, belakangan ini beberapa jenis kanker yang menyerang wanita memang mendapatkan perhatian lebih dari media, di antaranya adalah kanker serviks dan kanker payudara.


BACA JUGA


Kanker Payudara Selalu Mengintai Kita Kapan Saja. Mama Perlu Tahu 5 Fakta Ini Agar Bisa Lebih Waspada!

Kanker Payudara Selalu Mengintai Kita Kapan Saja. Mama Perlu Tahu 5 Fakta Ini Agar Bisa Lebih Waspada!

Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (setelah ...

Read more..


Kanker payudara telah merenggut nyawa aktris Yana Zein, dan kanker serviks kini telah membawa penyanyi dangdut Julia Perez pergi juga.

Kedua kanker tersebut memang sama-sama berbahaya, namun menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Dr. dr. Aru Wicaksono, kanker serviks adalah kanker yang paling banyak membunuh perempuan Indonesia. Sementara menurut WHO pada tahun 2014, berbagai jenis kanker telah merenggut lebih dari 92 ribu nyawa perempuan, dan 10,3% nya adalah kanker serviks.

Yang cukup menkhawatirkan, usia penderita kanker serviks semakin lama semakin muda. Tahun 2000 kanker menyerang perempuan di kisaran usia 21-22 tahun, sementara pada tahun 2012 mencapai usia di bawah 20 tahun. Melihat statistik tersebut, Mama harus segera mewaspadai kanker yang menyerang 15.000 wanita Indonesia setiap tahunnya ini.

Untuk lebih mengenal lebih jauh mengenai kanker serviks, dan mengetahui cara pencegahannya, simak terus ulasan di bawah ini, Ma.


Apa itu kanker serviks?


Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita, yang merupakan pintu masuk dari vagina menuju rahim. Semua wanita dari berbagai rentang usia sebetulnya berisiko terserang kanker serviks, akan tetapi wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko jauh lebih besar.


Apakah penyebab kanker serviks?

Kanker serviks secara umum disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Virus ini adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

Virus HPV terdiri dari berbagai jenis tetapi sebagian besar tidak berbahaya. Hingga saat ini, hanya dua jenis virus HPV yang dianggap paling berbahaya yaitu HPV 16 dan HPV 18, yang keduanya menyebabkan 70% kasus kanker serviks.

Setelah terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh akan dengan mandiri berusaha untuk mencegah virus untuk melukai rahim. Namun pada sebagian wanita, virus HPV tersebut bertahan selama bertahun-tahun dan akhirnya mengubah sel-sel yang berada di permukaan leher rahim menjadi sel kanker.


BACA JUGA


Ini Dia 3 Prinsip Gaya Hidup Sehat Agar Mudah Diterapkan Sehari-hari

Ini Dia 3 Prinsip Gaya Hidup Sehat Agar Mudah Diterapkan Sehari-hari

Gaya hidup yang paling bermanfaat adalah gaya hidup sehat. Tapi menjalankannya tidak dengan prinsip tertentu dapat memberikan dampak ...

Read more..


Apakah kanker serviks memperlihatkan gejala-gejala tertentu?


Sayangnya, gejala dari kanker serviks tidak selalu jelas, atau bahkan mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali hingga stadium lanjut. Oleh sebab itulah perempuan yang sudah beraktivitas seksual secara aktif harus rajin melakukan pap smear. Dengan pap smear, kondisi dari leher rahim dapat segera dipastikan.

Namun apabila Mama mengalami pendarahan vagina yang tidak biasa, seperti pendarahan pada vagina setelah berhubungan seks, pendarahan di luar masa menstruasi, atau pendarahan setelah menopause, maka Mama harus waspada.

Gejala lain yang mungkin harus diwaspadai adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks, dan keputihan yang berbau tidak sedap. Gejala-gejala tersebut memang belum secara pasti menandakan adanya kanker serviks, namun cukup menjadi alasan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.


Apakah kanker serviks memiliki tahapan-tahapan?


Tentu saja. Terdapat 5 tahap pada kanker serviks, yaitu tahap 0 (nol), dan stadium 1 hingga stadium 4. Setiap stadium memiliki sub-sub stadium yang menjelaskan letak dan ukuran sel kanker.

Stadium 1 - Sel-sel kanker hanya ada di leher rahim. Stadium 1 dibagi lagi menjadi:

  • 1A: Sel kanker berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
  • 1A1: Kanker telah menyerang hingga kedalaman 3mm atau kurang dan memiliki lebar 7mm atau kurang.
  • 1A2: Kanker menyerang hingga kedalaman antara 3 sampai 5 mm dengan lebar 7mm atau kurang.
  • 1B: Sel kanker bisa terlihat mata tetapi masih terbatas pada serviks.
  • 1B1: Ukuran sel kanker tidak lebih besar dari 4 cm.
  • 1B2: Ukuran sel kanker lebih besar dari 4cm

Stadium 2 - Kanker telah menyebar ke struktur di sekitarnya, seperti vagina atau jaringan di samping leher rahim. Stadium 2 dapat dibagi lagi menjadi:

  • 2A: Kanker telah menyebar ke bagian atas vagina.
  • 2A1: Ukuran tumor atau kanker tidak lebih besar dari 4 cm.
  • 2A2: Ukuran tumor lebih besar dari 4cm
  • 2B: Kanker telah menyebar ke jaringan di samping leher rahim.

Stadium 3 - Kanker telah menyebar ke daerah-daerah seperti bagian bawah vagina atau jaringan di sisi daerah panggul. Tahap 3 dapat dibagi lagi menjadi:

  • 3A: Kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina.
  • 3B: Kanker telah menyebar ke seluruh jaringan di sisi daerah panggul dan dapat menekan salah satu ureter (saluran urin dari ginjal ke kandung kemih). Jika tumor menyebabkan tekanan pada ureter maka mungkin ada penumpukan urin di ginjal.

Stadium 4 - Kanker telah menyebar ke kandung kemih atau usus atau luar daerah panggul. Tahap 4 dapat dibagi lagi menjadi:

  • 4A: Kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti kandung kemih dan usus.
  • 4B telah menyebar ke organ yang lebih jauh seperti paru-paru, liver atau tulang.


Bagaimanakah cara penularan kanker serviks?

HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks, dan biasanya menyerang perempuan yang kerap berganti-ganti pasangan seksual. Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom dapat melindungi perempuan dari paparan HPV saat berhubungan seks, tetapi tidak banyak membantu dalam pencegahan infeksi.


Apa yang harus Mama lakukan agar tidak terkena atau tertular kanker serviks?


Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah mencegah infeksi HPV karena 99% kanker serviks diakibatkan oleh HPV. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi dan penularan HPV tersebut, antara lain:

  1. Setia pada pasangan.
    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan. Salah satu cara pencegahannya adalah tetap setia pada pasangan (baik laki-laki maupun perempuan karena meskipun wanitanya hanya memiliki satu pasangan, tetapi pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain, risiko HPV akan tetap tinggi), dan penggunaan kondom saat berhubungan seksual.
  2. Pap smear rutin pada leher rahim
    Screening atau pap smear adalah metode pendeteksian sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Namun yang perlu diingat adalah, pap smear pada rahim bukanlah tes untuk kanker, melainkan hanya memeriksa kesehatan sel-sel pada leher rahim. Untuk wanita berusia 25-49 tahun yang aktif berhubungan seksual, disarankan melakukan tes setiap 3 tahun sekali. Sementara untuk wanita usia 50-64 tahun, disarankan melakukan tes 5 tahun sekali.
  3. Vaksinasi
    Vaksinasi HPV dapat melindungi wanita dari infeksi jenis virus terutama HPV 16 dan 18 yang merupakan penyebab utama kanker serviks. Vaksin akan lebih aktif jika diberikan pada gadis sebelum aktif secara seksual. Vaksin HPV yang tersedia saat ini adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58. Yang perlu diingat, meskipun telah melakukan vaksin, belum berarti Mama benar-benar terbebas dari kemungkinan infeksi dan kanker. Jadi, Mama tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara rutin.
  4. Berhenti merokok.
    Perokok cenderung lebih sulit menghilangkan infeksi HPV dari tubuh sehingga jauh lebih besar berpotensi terkena kanker.


BACA JUGA


Ini Dia 4 Jenis Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Standar yang Harus Dilakukan oleh Perempuan

Ini Dia 4 Jenis Pemeriksaan Kesehatan Rutin dan Standar yang Harus Dilakukan oleh Perempuan

It’s good to have money and the things that money can buy, but it’s good too, to check up once in a while and make sure that you haven ...

Read more..


Nah, Mama, berarti memang penting sekali bagi kita untuk mengubah pola hidup kita menjadi pola hidup sehat. Tak hanya soal mencegah kanker serviks, Ma, namun untuk kesehatan kita secara keseluruhan.

Mulailah dari yang terkecil, Mama, misalnya berhati-hati dalam memilih menu makanan, berolahraga ringan setiap hari dan banyak-banyaklah minum air putih.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "RIP Jupe aka Julia Perez - Yuk, Kenali si Kanker Serviks, Sang Hantu yang Bisa Mengancam Setiap Wanita". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ra'idah Azyyati | @raidahazyyati

Silahkan login untuk memberi komentar