Princess Syndrome: Saat Makna Cantik dan Kecantikan Disalahartikan Oleh si Kecil

Princess Syndrome: Saat Makna Cantik dan Kecantikan Disalahartikan Oleh si Kecil

1.9K
Arti cantik memang luas, namun jangan sampai si kecil salah memaknainya, karena bisa berakibat tak baik pada kepercayaan dirinya kelak. Be wise!

Mama pasti pernah menemukan foto-foto putra putri selebriti yang cantik dan menggemaskan, bukan?

Coba tengok Suri Cruise, putri pasangan Tom Cruise dan Katie Holmes. Penampilan gadis kecil tersebut selalu mencuri perhatian bahkan sejak ia masih berusia balita. Salah satu penampilan fenomenalnya adalah tampil dengan mengenakan sepatu high heels.



Begitu pula dengan Harper Seven Beckham, putri kecil pasangan David Beckham dan Victoria Adams, mantan anggota Spice Girls. Siapa yang tak jatuh cinta pada penampilan Harper cantik yang menggemaskan itu? Memiliki orangtua yang melek fashion dan kaya raya, tentu mudah saja bagi Harper untuk tampil bak Cinderella.



Nah, apakah Mama kemudian tergoda juga untuk mendandani si kecil agar nggak kalah ngehits dari anak-anak selebriti ini?

Yah, orangtua mana sih yang nggak pengin anak perempuannya kelihatan cantik. Iya kan, Ma? Namun, hati-hati jika Mama ingin mengadopsi gaya berpenampilan Suri Cruise ataupun Harper Beckham tersebut ketika mendandani si kecil. Hal ini dikarenakan penampilan tersebut terlalu dewasa untuk anak-anak.

Ingat, Mama, kriteria cantik tentu akan berbeda bagi anak dan bagi orang dewasa.

Mendandani anak dengan terlalu berlebihan dapat membuat si kecil salah mengartikan istilah ‘cantik’. Bisa saja ia akan menganggap bahwa cantik itu berarti mengenakan makeup, bergaun ala princess, bermahkota, dan bersepatu hak tinggi. Mereka bisa salah mengambil kesimpulan, bahwa cantik itu melulu tentang fisik.



Dr. Jennifer L. Hardstein, penulis buku Princess Recovery: A How-to Guide to Raising a Strong, Empowered Girls Who Can Create Their Own Happily Ever Afters mengatakan, jika sampai si kecil salah mengartikan soal cantik dan kecantikan alami seorang wanita, maka kelak si kecil bisa mengalami krisis kepercayaan diri, yang biasa disebut sebagai Princess Syndrome. Sindroma ini akan semakin parah, jika ia mendapati bahwa kenyataan hidupnya ternyata tak seindah dongeng atau putri yang selama ini ia lihat.

Nah, jika Mama ingin mendandani si kecil, sebenarnya ada banyak caranya kok dan bahkan tanpa membuatnya tampak seperti perempuan dewasa. Yes, tanpa segala macam make up yang warna warni dan tatanan rambut yang terlalu berlebihan yang dapat membuatnya terjebak dalam pengertian ‘cantik’ yang salah.


BACA JUGA


Biarkan Anak Memilih Sendiri Pakaiannya, Ma! Karena Ternyata Bermanfaat untuk Kecerdasan Mereka

Biarkan Anak Memilih Sendiri Pakaiannya, Ma! Karena Ternyata Bermanfaat untuk Kecerdasan Mereka

Playing dress up begins at age five, and never truly ends. ~ Kate Spade

Read more..


Berikut ini trik-trik kecil untuk mendandainya, Ma.


Trik-trik kecil jika Mama ingin mendandani si kecil agar tampak lebih cantik namun tetap menonjolkan kepolosan khas anak-anaknya



1. Sedikit polesan bedak bayi akan mempercerah wajahnya, sudah cukup.

2. Tata rambutnya dengan sederhana, tanpa tambahan styling rambut ini itu. Hal ini akan membuat rambutnya menjadi semakin berkilau dan sehat. Jika Mama ingin mengikatnya, sebaiknya nggak perlu berlebihan juga, Ma. Juga jangan terlalu kencang ya.

3. Kenakan pakaian cerah warna warni khas anak-anak padanya, dan ini sudah cukup untuk menonjolkan kecantikan alaminya.



4. Untuk aksesoris, Mama harus memastikan si kecil nyaman mengenakan segala macam pernak pernik tersebut. Ada beberapa anak nggak suka mengenakan aksesoris tertentu karena membuatnya gatal. Ada pula yang nggak bisa mengenakan aksesoris, karena membuatnya gerah. Jangan memaksakan jika memang si kecil nggak mau pakai ya, Ma. Kenyamanannya adalah yang nomor satu.

5. Ajaklah si kecil ikut memilih dan memutuskan baju, bawahan, aksesoris, dan hal-hal lain yang akan mendukung penampilannya, Ma. Barangkali jika mereka langsung memilih, padu padannya akan random. Nah, di sinilah Mama harus memberikan beberapa alternatif terlebih dahulu pada mereka, baru membiarkan mereka memilih di antara pilihan Mama. Berikan juga alasan-alasan Mama akan pilihan Mama ya. Supaya lain kali mereka bisa memilih sendiri sesuai dengan apa yang sudah Mama contohkan.



Si kecil sendiri juga harus diberi pengertian mengenai definisi cantik, Ma. Bukan hanya dengan pengertian secara verbal, namun perlu dibarengi dengan tindakan. Misalnya hindarilah menempatkan merek sebagai sesuatu yang penting. Boleh saja membelikannya baju-baju bermerek atau sepatu-sepatu mahal, namun tunjukkan pada si kecil bahwa benda-benda tersebut dibeli lebih karena kualitasnya yang baik.


BACA JUGA


Mau Cantik Alami Tanpa Polesan Make Up Setiap Waktu? Bisa dong!

Mau Cantik Alami Tanpa Polesan Make Up Setiap Waktu? Bisa dong!

Cantik alami tanpa ber-make up tebal apalagi menambal-sulam wajah dengan pisau bedah dan gumpalan silikon? Bisa banget

Read more..


Rasanya memang membanggakan bukan, memiliki anak yang cantik, ganteng, dan menggemaskan bak anak-anak selebriti? Iya, sangat membanggakan, namun jangan sampai hal ini menutup kepolosan anak-anak yang alami ya.

Tetap bijak selalu ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Princess Syndrome: Saat Makna Cantik dan Kecantikan Disalahartikan Oleh si Kecil". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar