Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Asma - Yang No. 6 Mama Masih Percaya? Tak Perlu Lagi!

Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Asma - Yang No. 6 Mama Masih Percaya? Tak Perlu Lagi!

1.4K
Penyakit asma merupakan penyakit kronis yang dipicu oleh alergi, sehingga penderita penyakit asma tidak akan pernah benar-benar terbebas dari penyakit ini seumur hidupnya. Ketahui fakta-fakta mengenainya sehingga kita bisa menanganinya dengan tepat.

Penyakit asma bronkial, atau biasa disebut ‘asma’ saja, sudah sangat kita kenal ya Ma.

Namun, selama ini pengetahuan tentang penyakit asma masih terbatas pada gejalanya. Seperti, sesak napas, sakit di dada, batuk berdahak, serta napas berbunyi.

Padahal, penyakit asma tidak bisa disepelekan. Walau bukan tergolong penyakit mematikan, namun jika kambuh, penyakit ini akan cukup berbahaya.


BACA JUGA


Ini  Dia 6 Penyakit Anak yang Sangat Berbahaya dan Bisa Mengancam Nyawanya

Ini Dia 6 Penyakit Anak yang Sangat Berbahaya dan Bisa Mengancam Nyawanya

Anak-anak wajar kalau rentan penyakit. Tapi untuk 6 penyakit anak ini, jangan pernah disepelekan

Read more..


Hasil penelitian yang dilakukan oleh Asthma UK menunjukkan, bahwa sepertiga penderita penyakit asma berisiko tinggi mengalami serangan yang cukup fatal.


Mama perlu tahu mitos dan fakta sebenarnya tentang penyakit asma ini agar tidak salah kaprah.


1. Mitos: obat penyakit asma hirup (inhaler) dapat membuat kecanduan


Fakta: Obat penyakit asma yang berupa inhaler tidaklah membuat kecanduan. Justru, pengembangan obat penyakit asma dalam bentuk aerosol yang pemakaiannya menggunakan alat inhaler ini merupakan kemajuan terpenting dalam pengobatan penyakit asma.

Dulu, obat penyakit asma harus diminum atau disuntikkan. Dalam jangka panjang hal itu dapat mengakibatkan efek samping seperti, darah tinggi, penyakit gula, tulang keropos dan lain sebagainya.

Dengan penggunaan inhaler, efek samping tersebut dapat dihindari. Obat pun bekerja langsung pada sasaran, yaitu saluran napas, sehingga tidak menyebar ke mana-mana.

Obat inhaler juga lebih aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, karena efek obatnya tidak langsung masuk ke dalam saluran darah, namun langsung menuju ke paru-paru hingga tidak memengaruhi nutrisi bayi dan janin yang dibawa oleh ibu.


2. Mitos: Orang tua yang menderita penyakit asma akan menurunkannya pada anak


Fakta: Meski sebagian besar penyakit asma memang bersifat genetis, masih ada kemungkinan anak dari orang tua penderita penyakit asma tidak menderitanya.

Penyakit asma merupakan salah satu bentuk alergi, sehingga sifat alergilah yang diturunkan orang tua kepada anaknya, dan bukanlah penyakit asma itu sendiri. Karena bisa saja orang tuanya ‘hanya’ alergi obat, sedangkan anaknya menderita penyakit asma.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Repiratory and Critical Care Medicine, menyebutkan, bila salah satu dari orang tua seorang anak menderita penyakit asma, maka risiko anak tersebut mengidap asma akan 3 kali lebih besar daripada orang lain yang orang tuanya tidak mengidap.

Dan, apabila kedua orang tuanya menderita penyakit asma, maka risiko anak tersebut mengidap asma akan 6 kali lebih besar.

Kebanyakan, penyakit asma muncul sejak kecil. Akan tetapi, selalu ada kemungkinan penyakit asma juga baru muncul di usia dewasa. Hal itu biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti kebiasaan merokok, bekerja di lingkungan yang mengandung debu atau polusi dan lain sebagainya.


3. Mitos: Penyakit asma bisa disembuhkan


Fakta: Penyakit asma adalah penyakit kronis yang dipicu oleh kelainan patologis genetis, sehingga sifat alergi yang menyebabkan asma akan selalu menetap.

Karenanya, penderita penyakit asma tidak dapat terbebas 100% dari penyakitnya itu.

Akan tetapi, gejala penyakit asma bisa dikendalikan dengan menggunakan obat pengontrol secara teratur. Jika gejala penyakit ini sudah bisa dikontrol, penderita pun dapat beraktivitas seperti orang lain.

Namun, tetap saja, bila suatu saat ia terpapar faktor pemicu, serangan asma bisa terjadi lagi padanya. Karena itu, penderita penyakit asma harus menghindari faktor pemicu asma yang bisa berasal dari dalam dan luar tubuh, seperti rasa cemas berlebihan, stres, debu, udara dingin, bulu binatang, polusi udara dan lain sebagainya.


BACA JUGA


Waspadai 5 Penyakit di Musim Hujan - Kenali dan Cegah Datang!

Waspadai 5 Penyakit di Musim Hujan - Kenali dan Cegah Datang!

Penyakit di musim hujan mulai sering menyerang, seiring hujan yang datang terus selama berhari-hari. Waspadai

Read more..


4. Mitos: Sering ke pantai, baik untuk mengusir penyakit asma


Fakta: Sering ke pantai memang dianggap baik untuk penderita penyakit asma, karena kadar oksigennya lebih tinggi daripada di dataran tinggi. Namun, sering ke pantai bukan berarti lantas bisa menyembuhkan asma yang sudah diderita.

Udara di pantai yang bersih hanya dapat membuat gejala penyakit asma pada penderita sedikit berkurang. Dengan catatan, pantainya harus bersih dan tidak ada polusi udara. Kalau pantainya dekat daerah industri, ya sama saja, Ma, tidak akan bermanfaat.


5. Mitos: Berenang merupakan cara untuk terapi penyakit asma


Fakta: Berenang memang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk penderita penyakit asma. Namun, bukan berarti berenang bisa menyembuhkan asma. Nggak Ma!

Berenang secara rutin hanya dapat menurunkan intensitas gejalanya saja, bukan menghilangkan. Lagipula, berenang tidak dianjurkan bagi penderita penyakit asma yang juga menderita sinusitis.

Bagi penderita penyakit asma, olahraga bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, dapat menurunkan intensitas asma. Namun, di sisi lain, olahraga juga justru dapat memicu serangan penyakit asma, khususnya di daerah dengan kelembapan rendah.

Tidak jarang ada penderita penyakit asma yang langsung merasa sesak saat berenang. Ada 2 kemungkinan untuk hal ini. Pertama, penderita penyakit asma terangsang oleh air dingin atau kaporit. Kedua, penyakit asma yang diderita memang sudah tergolong cukup berat, sehingga paru-paru sulit berfungsi secara optimal.

Akibatnya, ketika berenang, tekanan air pada tubuhnya akan memperlemah fungsi paru-parunya.

Karena itu, sangat penting bagi penderita penyakit asma untuk melakukan pemanasan terlebih dulu sebelum berenang.


6. Mitos: Bayi bisa tertular penyakit asma lewat ASI


Fakta: Bayi yang diberi ASI oleh ibu penderita asma justru memiliki risiko menderita penyakit asma yang lebih rendah dibanding yang tidak menerima ASI.

Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah riset di tahun 2012 yang dilakukan University of South Carolina, Columbia, Amerika Serikat. Disebutkan, paru-paru anak yang diberi ASI akan berfungsi lebih baik dibanding bayi yang mengonsumsi susu formula.


BACA JUGA


7 Kebiasaan Pemicu Penyakit Diabetes Ini Harus Segera Mama Kurangi, Demi Kesehatan Hingga Nanti!

7 Kebiasaan Pemicu Penyakit Diabetes Ini Harus Segera Mama Kurangi, Demi Kesehatan Hingga Nanti!

Penyakit diabetes adalah silent killer, dan sudah 10 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit diabetes. Mama tak ingin termasuk di dalamnya ...

Read more..


Nah, jadi, sudah jelas ya Ma, mitos dan fakta terkait penyakit asma ini. Semoga dengan bertambahnya pengetahuan Mama akan penyakit satu ini, membuat Mama juga semakin paham bagaimana cara menanganinya dengan baik.

Stay healthy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Asma - Yang No. 6 Mama Masih Percaya? Tak Perlu Lagi!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar