Mimpi Traveling Bersama Keluarga ke Luar Negeri? Aminkan, dan Rencanakan Mulai Sekarang!

Mimpi Traveling Bersama Keluarga ke Luar Negeri? Aminkan, dan Rencanakan Mulai Sekarang!

1.7K
Saya akan pergi traveling bersama keluarga ke luar negeri, ke berbagai tempat indah dan menakjubkan di seluruh penjuru dunia. Aminkan!

“You can always make money, you can’t always make memories. Take vacations. Go traveling to as many places as you can.”

Begitu yang saya baca, Ma. Setuju tidak? Setuju! *mengangguk terpaksa*

Eh, jangan terpaksa, Ma, because if you think you can’t go to places, then it will become a reality. Jadi, kita berpikir positif aja yuk, supaya kejadian. Ini, saya kasih contoh afirmasinya.

“Saya akan pergi traveling bersama keluarga ke luar negeri, ke berbagai tempat indah dan menakjubkan di seluruh penjuru dunia.”

There you go, cuma begitu saja, nggak susah kan Ma? Ulangi kalimatnya beberapa kali sebelum pergi tidur. Bahkan kalau mau, sambil memperhatikan gambar menara Eiffel di screen saver smartphone Mama, supaya masuk ke alam bawah sadar dan ke dalam mimpi. After all, every big thing starts from a dream, right?

Nah, kalau sudah berani mimpi traveling bersama keluarga ke luar negeri, ini saya rangkumkan tips traveling yang hemat biaya, supaya perjalanannya tambah ringan di hati dan dompet. Yay!


7 tips smart traveling bersama keluarga ke luar negeri nan hemat ala Rocking Mama


1. Set the date


Ini hal pertama yang harus Mama lakukan bila ingin traveling bersama keluarga ke luar negeri dengan hemat.

Tentukan waktunya, yang sebisa mungkin berada di luar musim libur atau hari-hari besar nasional.

Yes, berlibur pada saat kebanyakan orang sedang sibuk di kantor ini memiliki banyak keuntungan loh, Ma! Perjalanan Mama dan keluarga bisa dinikmati dengan lebih khusyuk, tanpa harus berjubelan atau antre di sana-sini. Mama bisa kompromikan hal ini lebih lanjut dengan Papa, karena berhubungan dengan izin cutinya juga. Jangan lupa juga pikirkan bagaimana sekolah anak-anak ya.


2. Siapkan kendaraan


Hal penting kedua dalam perencanaan traveling bersama keluarga , tentu saja menentukan kendaraannya. Mengendarai transportasi umumkah, atau pribadi? Kalau pribadi, sepertinya Papa yang lebih paham caranya ya, Ma, karena biasanya kita tinggal duduk-diam-cantik saja.

Jika hendak bepergian dengan transportasi umum, Mama perlu memesan tiketnya dari jauh hari. Keuntungan dari persiapan ini adalah, Mama dipastikan akan dapat tiket (juga tempat duduk) sesuai yang diinginkan.

Khusus untuk tiket pesawat, ada banyak sekali penawaran diskon atau harga rendah untuk penerbangan yang dipesan jauh sebelum waktu keberangkatannya. Apalagi kalau mau ‘mantengin’ website tertentu yang menyediakan jasa booking tiket. Wah, dijamin bahagia deh (kembali ke prinsip mama-mama yang nggak mau rugi).

Tapi, tentu saja, ada nilai minus dari tindakan ini, yaitu Mama harus rela kehilangan uang karena tiketnya hangus kalau-kalau ada sesuatu yang mendesak terjadi di hari-H.

Well, semoga semua baik-baik saja pada saatnya nanti, ya Ma!


3. Booking tempat menginap


Selanjutnya yang harus direncanakan saat traveling bersama keluarga adalah memesan tempat menginap.

Untuk yang satu ini, lagi-lagi Mama bisa membuka beberapa situs yang menawarkan jasa pemesanan tempat menginap. Tempat-tempatnya variatif loh, Ma. Dan ada beberapa yang juga unik!

Misalnya saja, ada seorang teman saya yang menyewakan rumah peninggalan nenek-kakeknya di Jawa Tengah sana, daripada kosong begitu saja. Rumah pribadi dengan desain joglo khas Yogyakarta, dengan ornamen kayu dan view pegunungan serta pantai yang indah untuk tempat berlibur keluarga, siapa yang mampu menolak?

Jadi, rajin-rajinlah surfing di internet, ya Ma. Mama bisa dengan leluasa mencari yang sesuai kebutuhan dan selera, juga membandingkan harga. Entah itu berupa sebuah studio apartment yang cukup untuk tiga orang, maupun satu villa besar untuk dua atau tiga keluarga sekaligus, semua tersedia.

Yang penting, nantinya, Mama dan keluarga bisa beristirahat dengan nyaman di sana.


4. Pertimbangkan konversi uang



Khususnya Mama yang ingin traveling bersama keluarga ke luar negeri, mempersiapkan uang yang sesuai dengan negara yang dituju adalah sebuah kewajiban.

Jadi, tukarkan rupiah yang Mama bujetkan untuk keperluan sehari-hari di sana sedari awal ya. Kalau punya teman yang seorang broker, mintalah tolong kepadanya untuk menginformasikan kurs harian, supaya Mama dapat nilai tukar yang baik.

Jangan lupa untuk membuat perencanaan keuangan yang baik selama 'hidup' di sana nanti. Misalnya, sekian dolar untuk satu hari, sudah termasuk makan, transportasi, biaya-biaya masuk ke tempat umum, jajan, dan sebagainya.

Selain menukarkan uang di sini, Mama bisa juga membawa rupiah dan mengonversikannya di bandara, atau sekalian di negara tujuan. Tapi tentu saja, harganya lebih tinggi.

In case of emergency, Mama pun bisa menarik ATM di sana. Tapi perhatikan baik-baik, apakah bank yang Mama pakai itu memperbolehkan penarikan di luar negeri, karena ada beberapa bank yang tidak.

Selain itu, sebuah kartu kredit selalu bisa diandalkan, asal Mama konsekuen dalam hal pembelanjaannya, membeli sesuai kebutuhan, dan membayarnya tanpa mencicil.

Ingat ya, Mama menginginkan sebuah traveling bersama keluarga yang cerdas dan hemat, jadi tidak boleh ada pusing-pusing bayar tagihan setelah liburan selesai!


5. Biaya transportasi selama di tujuan



Di mana-mana, kalau mau bepergian pasti ada biaya transportasi, apalagi ini traveling bersama keluarga. Jadi Mama juga harus memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan.

Kalau menggunakan kendaran pribadi, Mama tinggal menyisihkan sekian rupiah untuk bensin. Sedangkan kalau mau traveling dengan transportasi umum, sila tanya-tanya dulu ke sekitar, atau Mama bisa juga googling, mengenai kendaraan apa yang ada di daerah tujuan, dan berapa biayanya. Biasanya bus umum milik pemerintah itu berkisar Rp 4.000, jauh-dekat.

Sedangkan jika Mama traveling bersama keluarga ke luar negeri, tranportasi umum di negara lain itu bisa lebih beragam ya. Mama bisa membeli sebuah kartu berlangganan MRT, bus, atau feri nanti kalau sudah sampai di sana.

Selain itu, masih ada jenis-jenis angkutan lain yang bisa disewa sendiri, misalnya mobil, motor, atau sepeda. Atau Mama kepingin mencoba kendaraan tradisional di sana, seperti rickshaw, tuktuk, atau delman?

Yang jelas, tidak usah selalu memanggil taksi untuk liburan cerdas dan hemat kita ya, Ma.


6. Makanan


Pengeluaran terbesar kita setiap kali traveling bersama keluarga itu sebenarnya adalah makanan, Ma. Apalagi bagi yang suka nggak tahan untuk mencicipi yang khas di luaran sana.

Ketemu es doger, jajan es doger. Ketemu kimchi, jajan kimchi. Ketemu booth hotdog juga langsung pesan, lalu leyeh-leyeh di Central Park sambil dikerubungin burung-burung merpati. Aih. Lalu tiba-tiba, sudah sekian ratus ribu menghilang dari saku karena jajanan!

Waks!

Ada sebuah tips cerdas nan hemat dari mbak Olenka Priyadasani, seorang blogger-traveler sejati yang sudah melanglang buana, bersama suami dan kedua toddlernya, Oliq dan Ola. Menurutnya, traveling bersama keluarga itu cukup kok hanya membawa satu ransel, dan itu sudah termasuk sekantung beras dan sebuah mini rice cooker. Hahaha.

Yup, mbak yang satu ini selalu membawa penanak nasi mungilnya berkeliling dunia, Ma. Masuk akal banget sih, mengingat orang Indonesia itu belum kenyang kalau belum ketemu nasi. Dan tentunya irit, sehingga bujet makan di sana bisa dialokasikan untuk beli oleh-oleh, atau ditabung untuk perjalanan berikutnya.

Sebaliknya, kalau tidak ingin direpotkan dengan memasak sendiri, Mama selalu bisa mencari tempat-tempat makan yang murah di sana. Misalnya di pasar-pasar tradisional, atau penjual makanan di pinggir jalan. Jangan melulu eat out di resto atau café ya, Ma, dan selalu perhatikan tanda halal untuk yang muslim. Nah, soal halal begini, memang paling baik adalah kembali ke poin rice cooker dan beras ala mbak Olen saja ya. Hahaha.


7. Oleh-oleh


Pengeluaran terbesar berikutnya saat traveling bersama keluarga (dan rasanya nggak penting-penting amat #eh) itu biasanya di masalah oleh-oleh.

Setiap bepergian, pasti ada saja yang berkata, “Jangan lupa oleh-oleh, ya!”. Mama saya pernah menyesal saat menitipkan pesan pada simbak di rumah, “Kalau ada yang tanya, bilang ibu lagi ke Eropa, ya, mbak!”.

Akibat woro-woronya itu, beberapa pesan segera masuk ke handphone-nya, minta oleh-oleh. Nah kan, salahnya sendiri. Hahaha.

Pesan moral dari cerita di atas adalah, keep it a secret! Pergi saja dulu yang tenang dan gembira bersama keluarga. Kalaupun nanti kepingin membeli sesuatu yang lucu di sana, tujukan untuk koleksi pribadi, dan orang-orang terdekat saja.

Lalu bagaimana dengan orang-orang sekantor yang tahu bahwa Mama atau Papa cuti? Belikan saja sekotak brownies di toko kue dekat rumah, lalu bagikan. Bilang saja, bahwa Mama takut terjadi kelebihan berat pada bagasi, hingga tidak cukup dibawa di mobil atau harus membayar biaya excess baggage (yang lumayan mahal itu!).


Nah, sampai sini sudah oke kan, Ma? Sudah siap merencanakan dan melakukan traveling bersama keluarga ke luar negeri sekarang?

Apa, Ma? Uangnya bagaimana? Lah iya, memang betul, traveling itu butuh biaya! Nah, untuk pertanyaan itu, ini saya kasih jawaban manis dari mbak Claudia Kaunang, yang juga sukses jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya minimum,

“Bukan gaji besar yang menentukan kita bisa traveling atau tidak, tapi prioritas, gaya hidup, dan cara menabung.”

So, mulai sekarang, anggarkan sedikit penghasilan untuk mimpi Mama, traveling bersama keluarga ke luar negeri ini ya!

Happy smart and hemat traveling!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mimpi Traveling Bersama Keluarga ke Luar Negeri? Aminkan, dan Rencanakan Mulai Sekarang!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar