Menjalani Kehamilan dan Melahirkan di Usia Rawan, Begini 10 Cara untuk Tetap Sehat dan Bahagia!

Menjalani Kehamilan dan Melahirkan di Usia Rawan, Begini 10 Cara untuk Tetap Sehat dan Bahagia!

1.5K
Melahirkan di usia rawan berisiko terkena penyakit yang bahkan tak pernah kita idap sebelumnya, seperti kolesterol, diabetes, darah tinggi, jantung dan lain sebagainya. Maka, menjaga kesehatan itu penting. Dan jangan lupa untuk selalu bahagia!

Tak seorang calon ibu pun ingin melahirkan di usia rawan. Usia yang penuh risiko, baik bagi ibu maupun janin yang dikandung.

Shock, panik. Itulah yang saya rasakan saat mengetahui bahwa saya hamil lagi. Memang ya kehamilan yang nggak direncanakan itu selalu mengundang rasa galau yang berlebihan.

Ya, Mama, saya hamil lagi dan akan melahirkan di usia rawan. Plus, ini adalah kehamilan saya yang ke-7!

Wow banget kan?

Dan saya sadar betul bahwa ada begitu banyak kekhawatiran yang membayangi. Seperti adanya kemungkinan bayi terlahir abnormal, atau kemungkinan harus menjalani operasi caesar.

Di samping itu, masih sanggupkah saya mendidik amanah ini?


BACA JUGA


Saya Tak Ingin Hamil Lagi, Tapi Kemudian Saya Menemukan Cinta

Saya Tak Ingin Hamil Lagi, Tapi Kemudian Saya Menemukan Cinta

Tak ingin hamil anak kedua saat si sulung masih 7 bulan. Tapi apa mungkin kehadirannya saya tolak

Read more..


Ah, Mama. Rasanya, saya tak siap menjalani kehamilan ini. Apalagi ini adalah kehamilan ke-7. Terlalu berat dan penuh risiko. Informasi yang saya dapatkan dari internet dan teman-teman yang memiliki kapabilitas dalam bidang kesehatan mengenai kehamilan dan melahirkan di usia rawan pun cenderung melemahkan semangat saya.

Rasanya seperti menjalani mimpi buruk yang seakan tak pernah berakhir. Saya menjelma menjadi sosok yang sangat sensitif, menyebalkan, dan kontra produktif. Apa saja bisa bikin saya mewek, bahkan yang tanpa sebab sekalipun.

Namun, bukankah kehamilan merupakan anugerah yang tidak boleh diabaikan? Ada sebentuk kehidupan yang sedang tumbuh dalam perut saya, dan benih itu haruslah dirawat dengan sepenuh hati.

Lantas, harapan saya pun timbul. Saya ingin menjalani kehamilan yang sehat, bahagia dan dapat melahirkan di usia rawan dengan selamat dan normal.

Mungkin nggak ya?

Demi memenuhi harapan saya tersebut, maka saya pun melakukan beberapa hal ini demi bisa melahirkan di usia rawan secara normal dan janin saya bisa tetap sehat hingga saatnya tiba nanti.


10 Cara Sehat Menjalani Kehamilan dan Melahirkan di Usia Rawan



1. Ikhlas

Barangkali terdengar lebay, namun bagi saya pribadi, saya perlu perjuangan yang berat untuk sampai ke titik ini.

Menerima kehamilan ini berikut segala persoalan dan keluhan hamil yang menyertai dengan lapang dada.

Ikhlas bisa menjadi energi positif yang membuat kita bisa menerima dan menjalani kehamilan ini dengan baik. Berusaha untuk ikhlas ini pun menjadi usaha yang tak putus sepanjang masa kehamilan. Karena setiap fase perkembangan janin memengaruhi tubuh dan aktivitas keseharian kita.


2. Cari dukungan

Masa-masa awal kehamilan merupakan masa di mana rasa tertekan menghebat.

Beruntung saya mempunyai teman-teman yang selalu memberikan support, dan bersedia meluangkan waktu untuk mendengar curhat dan kegalauan saya selama hamil.

Begitu juga dengan suami. Tanpa dukungannya, dan dukungan orang-orang terdekat, mustahil rasanya bisa menjalani kehamilan ini dengan bahagia.


3. Membangun pikiran positif

Dalam kondisi fisik yang lemah, selalu berpikiran positif itu berat dan menguras emosi, Mama!

Demi pikiran positif ini pulalah, saya pada awalnya merahasiakan kehamilan ini. Saya tak mau komentar-komentar negatif memengaruhi pikiran saya dan akhirnya berdampak pada perkembangan janin.

Dan pastinya, saya juga berdoa, Ma, sebagai salah satu cara paling efektif dalam membangun pikiran positif. Menyandarkan diri pada Yang Mahakuasa, akan membuat kita merasa kuat. Merasa tak sendiri, karena Dia amat dekat. Lagi pula, bukankah Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?

Jadi, mengapa tidak berpikir positif atas setiap ketentuan yang telah ditetapkan-Nya?




4. Menjaga asupan makanan

Sama seperti kehamilan sebelumnya, kali ini pun saya mengalami masa ngidam yang sulit. Nyaris nggak ada satu pun makanan yang bisa saya telan dengan baik dan berselera.

Namun, demi menjadi sehat selama hamil dan bisa melahirkan di usia rawan secara normal, saya pun tetap berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mencari makanan pengganti yang bisa diterima oleh tubuh. Misal, dengan mengonsumsi biskuit, roti, buah-buahan, sari kurma, dan madu.


5. Memeriksakan kehamilan secara rutin

Hamil dan akan melahirkan di usia rawan memang mengandung banyak risiko. Di usia ini ibu hamil diintai oleh berbagai penyakit, Ma, seperti kolesterol, diabetes, darah tinggi, jantung dan lain sebagainya.

Mungkin sebelumnya kita memang nggak ada riwayat menderita penyakit-penyakit tersebut, namun tetap bisa saja muncul di saat kehamilan.

Karena itu, Ma, rutin memeriksakan kehamilan menjadi sangat penting untuk dilakukan.


6. Lakukan aktivitas rutin seperti biasa

Tetap beraktivitas seperti biasa akan membuat kita nyaman menjalani hari-hari. Apalagi bila masa-masa ngidam sudah terlewati.

Namun, ingat, kondisi fisik setiap ibu hamil tidaklah sama. Begitu juga permasalahan kehamilan yang dialami. Karena itu amat penting bila kita juga perhatikan ritme tubuh.

Seperti yang saya alami, pada kehamilan ke-7 ini saya sering mengalami kontraksi palsu. Bukan pada tri semester ke-3, melainkan dari awal tri semester ke-2.

Setiap kali mengalami kontraksi, saya memilih untuk beristirahat sejenak dan menghentikan aktivitas fisik. Saya juga mengurangi kerja-kerja yang banyak mengeluarkan tenaga. Bagaimanapun, usia tidak pernah bohong kan ya, Ma?




7. Rencanakan kelahiran bayi

Merencanakan kehamilan dan kelahiran bayi merupakan upaya kita untuk meminimalisir masalah di kemudian hari. Dengan merencanakan kita bisa menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan kelahiran. Misalnya, apakah kita akan melahirkan secara normal atau caesar? Di bidan, klinik, atau mau di rumah sakit besar? Apakah kita memiliki asuransi, atau dana yang cukup untuk melahirkan?

Di awal kehamilan, sejumlah informasi meyakinkan saya, bahwa kelahiran ke-7 ini haruslah dengan cara caesar. Dokter kandungan langganan saya mengatakan kondisi rahim yang kian tipis dan kemungkinan saya akan melahirkan di usia rawan, membuat operasi menjadi pilihan yang paling mungkin untuk dilakukan. Beliau tidak bisa menjamin bahwa saya bisa melahirkan dengan cara normal.

Mau tak mau saya harus menyiapkan diri, baik secara mental maupun finansial, Ma. Saya memang memiliki asuransi, BPJS, tetapi persoalan yang saya hadapi bukan hanya persoalan biaya. Dan semua itu harus dipertimbangkan dengan serius.

Ya, saya akhirnya memutuskan untuk memilih melahirkan dengan cara normal di bidan setelah berdiskusi serius dengan suami, serta memiliki keyakinan bahwa kondisi kandungan dan fisik saya dalam kondisi baik berdasarkan pemeriksaan kehamilan yang rutin saya lakukan.


8. Siaga setiap saat

Kondisi saya yang hamil dan harus melahirkan di usia rawan mau tak mau membuat saya lebih siaga.

Saya harus lebih serius memperhatikan gejala-gejala sesaat hendak melahirkan. Flek darah ataupun sakit di bagian pinggang merupakan alarm untuk segera berangkat ke rumah sakit.


9. Siapkan energi

Saya memang selalu mengupayakan untuk makan dan minum sebelum melahirkan. Melahirkan adalah proses yang sangat melelahkan dan memerlukan energi lebih. betul nggak, Ma? Apalagi bagi saya yang harus melahirkan di usia rawan.

Makan dan minum selain bisa menjadi sumber energi, juga bisa mengalihkan rasa nervous menghadapi proses melahirkan.



10. Berdoa

Tidak ada hal yang lebih meringankan selain berdoa dan memohon kekuatan pada Allah. Berdzikir dan terus berdzikir sembari menunggu kelahiran si buah hati amatlah membantu, terlebih bila suami ada di samping kita.


BACA JUGA


Hamil di Usia 40 Tahun, Bahkan Lebih? Bukan Hal Mustahil, 13 Selebriti Ini Telah Membuktikannya!

Hamil di Usia 40 Tahun, Bahkan Lebih? Bukan Hal Mustahil, 13 Selebriti Ini Telah Membuktikannya!

Kisah para selebriti Hollywood yang telah hamil di usia 40 tahun lebih ini dapat menjadi motivasi untuk Mama yang ingin kembali memiliki ...

Read more..


Dan, tangisannya pun memupus segala rasa sakit, Ma. Tangisan itu mampu menimbulkan keharuan sekaligus kebahagian yang sulit dilukiskan. Hanya rasa syukurlah yang pantas kita ucapkan menyambut kelahirannya.

Akhirnya, bahwa di balik segala kesulitan selalu ada hadiah manis yang menanti. Di balik galaunya menjalani masa kehamilan dan harus melahirkan di usia rawan, ada bayi lucu nan menggemaskan.

Demikian sharing saya kali ini, Ma. Semoga Mama yang harus menjalani kehamilan dan melahirkan di usia rawan menjadi bersemangat kembali. We can do it, Ma, karena Allah memang telah memberi kita kekuatan.

Selamat menjalani kehamilan dengan bahagia ya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjalani Kehamilan dan Melahirkan di Usia Rawan, Begini 10 Cara untuk Tetap Sehat dan Bahagia!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Liza Arjanto | @lizaarjanto

A writer, blogger, mother with seven miracles.

Silahkan login untuk memberi komentar