Saat Papa Harus Terpisah dari Anak-anak, Tetap Pelihara Bonding Antara Papa dan si Kecil dengan 6 Tips Ini!

Saat Papa Harus Terpisah dari Anak-anak, Tetap Pelihara Bonding Antara Papa dan si Kecil dengan 6 Tips Ini!

2.6K
Any man can be a father, but it takes someone special to be a dad.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pasangan long distance marriage untuk bisa selalu survive.

Bagaimana cara selalu memupuk rasa cinta dan kebersamaan, meski secara fisik jauh terpisah, itu saja kadang sudah sangat exhausting. Komunikasi, juga mengenai hal-hal lain, harus dipikirkan bersama dalam posisi nggak bareng-bareng. Berat? Ya, kalau dipikir berat ya akan terasa berat. Kalau dipikir sambil senang-senang dan ringan (meski bukan berarti mengganggap ringan atau remeh), ya semua akan teratasi dengan baik.


Baca juga: 7 Hal Berikut Ini Hanya Bisa Dimengerti dan Dirasakan oleh Pasangan yang Menjalani LDM (Long Distance Marriage)


Itu baru hubungan suami dan istri. Masih ditambah dengan PR besar mengenai kedekatan Papa ke anaknya.

You know, Mama, ada kekhawatiran tersendiri mengenai hubungan antara si Papa dan anak-anak sehubungan dengan kondisi pasangan long distance marriage yang harus terpisah begini. Hal tersebut pastinya sudah menjadi concern setiap pasangan dari awal memutuskan untuk tetap tinggal terpisah karena berbagai alasan.

Ya, kalau si Papa bisa pulang teratur ya. Kadang kondisi pekerjaan mengharuskan Papa untuk stay lebih lama dari seharusnya di tempat dinasnya, sehingga harus menunda kepulangan. Padahal anak-anak sudah pastinya harus tetap merasakan cinta dan kasih sayang papa mereka.

Dan, akhirnya menjadi PR pula buat para mama untuk berusaha mendekatkan Papa pada si kecil. But, like ... how?

Nah, mumpung mendekati Hari Ayah, atau Father's Day di tanggal 19 Juni mendatang, berikut ini beberapa tips yang Rocking Mama sarankan untuk Mama lakukan sehingga dapat membantu Papa dalam membangun bonding dengan anak-anak, meski Papa harus terpisah selama beberapa waktu.


1. Beri waktu


Ketika papanya pulang, buat jadwal waktu luang dengan si kecil. Biarpun sekalinya pulang cuma sebentar, kualitasnya harus maksimal. Penuhilah sehari itu ketika mereka bersama, artinya kita harus sedikit merelakan suami untuk mereka kuasai. Pastikan anak-anak merupakan prioritas Papa untuk sehari dua hari.

Sesekali Mama juga bisa meninggalkan anak-anak hanya dengan papanya. Percayalah, Ma, meski Papa jarang banget meng-handle anak-anak secara langsung, mereka juga punya insting kebapakan yang tak akan membiarkan anak-anak kekurangan perhatian.

Nggak perlu lama-lama juga sih, ninggalinnya. Cukup dalam sekali massage-creambath-facial time di salon sajalah. Hihihi. Juga perhatikan usia anak saat mau ditinggal ya, Ma. Kalau masih bayi banget ya, sebaiknya jangan dulu. Tapi biarkan Papa lebih banyak menggendongnya, sudah cukup.


Baca juga: Mau Pergi Sebentar, Ma? Ini Dia 5 Tips Jitu Agar Sukses Menitipkan Si Kecil pada Papa


2. No gadget, please!


Segala macam pengganggu harus disingkirkan lebih dulu.

Minta Papa untuk selalu mematikan handphone, gadget dan segala macam alat komunikasi antara dia dan kantor begitu sampai di rumah. Sebisa mungkin buat si Papa untuk memusatkan perhatian pada anak-anak.

... dan Mama tentunya ya.


Baca juga: 7 Permainan yang Dapat Mama Mainkan dengan Si Kecil di Mana Saja Tanpa Menggunakan Smartphone


3. Stay focused


Namanya orang kerja ya, Ma, kadang ada saja pekerjaan yang belum selesai. Maunya sih kita bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi tugas kita ya. Termasuk Papa, pastinya. Godaan paling besar di sini adalah memang saat kita harus meninggalkan pekerjaan untuk tetap berada di kantor.

Pekerjaan di kantor jangan sampai dibawa pulang ke rumah.

Kayaknya klise banget kan ya, kalimat di atas. Tapi saran tersebut sangat terasa benarnya, apalagi kalau buat para keluarga yang tinggal terpisah. Jangan bawa kerjaan saat pulang.

Papa, biarkan semua masalah kantor tetap berada di kantor ya. Jangan pernah kerjaan kantor mengganggu waktu Papa di rumah. Tetaplah fokus pada anak-anak. You’re home, and the kids are the boss now.

Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan Papa ketika dia mulai memikirkan pekerjaan-pekerjaan di kantor secara mental. Bukankah kita bisa saja bekerja seumur hidup kita, tapi anak-anak hanya punya satu kali kesempatan melewati masa kanak-kanaknya.

Betul kan, Mama?


Baca juga: Bagi Mama Bekerja, Jangan Lupa Seimbangkan Kehidupan Keluarga dan Pekerjaan dengan 7 Langkah Mudah Ini!


4. Libatkan dia dalam perawatan anak sehari-hari


Mama, doronglah Papa untuk melakukan beberapa pekerjaan baby caring pada anak-anak. Saat setiap hari Mama yang melakukan semuanya, mungkin ketika Papa pulang maka kegiatan ini akan mempererat hubungan mereka pula.

Hal-hal yang bisa Papa lakukan untuk anak-anak misalnya menyuapi dan menemani mereka makan, atau memandikan mereka. Jangan berikan tugas yang berat-berat juga ya, Ma. Sekadar untuk mendekatkan mereka saja, dan biarkan mereka melakukannya dengan fun.


Baca juga: 5 Hal Inilah yang Sering Dirasakan oleh Para Mama Baru Namun Dirahasiakan dan Enggan Diungkapkan


5. Tunjukkan perasaan


Sebagai orangtua terkadang kita takut (atau gengsi?) untuk menunjukkan perasaan pada anak. Hal tersebut menjadi kelemahan bagi setiap orangtua. Betul nggak, Ma?

Padahal, sikap yang demikian justru akan membuat kita akan semakin jauh secara emosional. Sentuhan memegang peranan penting dalam hal ini.

Jadi pastikan Papa untuk selalu memeluk dan menimang mereka, diiringi dengan ungkapan rasa sayang dari mulutnya.


Baca juga: Inilah 11 Cara Anak-Anak Dari Keluarga Bercerai Melihat Cinta Dalam Pandangan Yang Berbeda


6. Bangun komunikasi, meski saat jauh


Mama, ketika dalam kondisi terpisah pun, berusahalah untuk selalu membantu Papa membangun komunikasi dengan si kecil. Cuma dalam hal ini kadang terkendala soal waktu, Ma. Misalnya, ketika si Papa sedang ada dalam jam tidur, sedangkan anak-anak sedang dalam jam bermain. Jangan sampai juga saling terganggu ya. Papa butuh istirahat juga setelah lelah bekerja kan?

Untuk mengatasinya, Mama harus memastikan dulu bahwa si Papa sedang ada waktu longgar di sela-sela jam sibuknya. Berbagai macam cara bisa kita lakukan untuk berkomunikasi, sekadar telepon, video call, ataupun skype. Jika mungkin, Ma, saat Papa akan pergi lagi, beritahu Papa untuk menitipkan adik pada kakaknya, supaya si Kakak merasa diberi tanggung jawab besar oleh papanya. Hal ini bagus sekali untuk memupuk rasa percaya dirinya lho.


Baca juga: Bakalan Menjalani Long Distance Marriage? Sure, We’re Ready! Mama Hanya Perlu Menyiapkan 5 Hal Kecil Ini!


Dengan melakukan 6 hal kecil di atas, efeknya bisa luar biasa. Walaupun ditinggal cukup lama, ketika mereka bertemu tampak sekali banyak rasa kangen tertumpah ruah di setiap sudut rumah. Papa dan anak-anak menjadi seperti tak terpisahkan. Bahkan mungkin nanti Mama yang kadang jadi repot menenangkan anak-anak, karena kan bagaimanapun juga papa mereka butuh waktu untuk mandi, makan dan istirahat.

Jangan lewatkan masa-masa pertumbuhan itu. You won’t get it back if you miss it.

Dan untuk para Papa, selamat menikmati menjadi seorang dad, not just a father.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saat Papa Harus Terpisah dari Anak-anak, Tetap Pelihara Bonding Antara Papa dan si Kecil dengan 6 Tips Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar