Mama, Please, Jangan Pernah Menyebarkan 6 Jenis Foto Anak Ini Ya!

Mama, Please, Jangan Pernah Menyebarkan 6 Jenis Foto Anak Ini Ya!

8K
Raising kid is part joy, and part guerilla warfare. ~ Ed Asner

Mama mana sih yang nggak suka pamerin foto-foto anaknya di media sosial?

Mungkin bisa dibilang semua mama pasti suka memotret dan kemudian meng-upload foto-foto anak mereka, apalagi di media sosial. Mengharapkan semua orang juga ikut mengagumi kepintaran, kelucuan dan kecantikan/kegantengan anak-anak mereka.

Yes, itu semua wajar, Ma. Namun meski media sosial pada akhirnya menjadi ranah pribadi masing-masing penggunanya, etika tetaplah ada. Untuk apa? Tentu saja demi kenyamanan, Ma. Kenyamanan siapa? Kenyamanan orang yang melihat, dan yang lebih penting lagi, kenyamanan anak-anak Mama.

Karena itu, pastikan Mama tidak mem-posting 6 jenis foto anak-anak berikut ini, demi kenyamanan dan keamanan anak-anak Mama sendiri.


1. Foto anak orang lain


Barangkali Mama baru saja menghadiri acara ulang tahun atau outing sekolah dan sempat foto-foto bersama? Ada anak-anak lain juga dalam foto tersebut? Mama mau mengunggahnya ke akun media sosial Mama, dan kemudian supaya mama-mama yang lain tahu, Mama juga mau ngetag mereka?

Sebelum Mama mengunggah dan kemudian ngetag, pastikan dulu untuk meminta izin pada mereka. Mungkin bagi Mama, it’s fine mengunggah foto anak-anak Mama, tapi mungkin nggak demikian halnya dengan orangtua lain. Mungkin mereka punya kondisi-kondisi tertentu yang membuat mereka tak ingin foto-foto mereka diupload atau kena tag.

Mama harus menghargai pilihan dan kondisi orangtua lain.


Baca juga: Lindungi Anak-anak Mama dengan Memikirkan Lebih Dulu 7 Hal Berikut Sebelum Posting di Media Sosial!


2. Saat anak berangkat sekolah


Yes, apalagi yang menampakkan badge nama sekolah pada seragamnya, alamat sekolah, papan nama sekolah, dan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan sekolahnya.

Mengapa demikian?

Sudah banyak, Ma, berita penculikan di mana pelakunya sudah stalking di akun Facebook orangtua korban. Atau pernah dengar modus penipuan atas nama sekolah yang memberitakan bahwa anak kita kecelakaan atau terluka dan dibawah ke rumah sakit? Si penipu bahkan bisa menyebutkan data-data anak kita dengan tepat lho, dan kemudian dia akan meminta sejumlah uang untuk membayar down payment rumah sakit.

Nggak mau kan, mengalami kejadian serupa, Ma? Karena itu sebisa mungkin informasi sekolah anak-anak janganlah sampai bisa terlihat dengan mudah secara umum.


3. Saat anak mandi atau kondisi apa pun yang tidak senonoh


Hindarilah segala macam foto suasana mandi, Ma, apalagi yang menampakkan anak yang sedang dalam keadaan tak berpakaian.

Ingat, Ma, kita nggak akan pernah bisa tahu siapa saja yang bisa melihat foto tersebut. Kita nggak pernah bisa memastikan dan mengecek satu per satu orang yang mengakses foto anak kita. Bisa saja dia seorang predator anak yang sedang mencari korban. Foto-foto anak yang menurut kita cute itu bisa akan sangat berbahaya!

Belum lagi jika si anak sudah besar nanti, Ma. Apakah Mama bisa memastikan dia nggak akan risih jika melihat fotonya yang dalam keadaan tak berpakaian itu ada di media sosial?


Baca juga: Latih si Baby Mandi Air Dingin Yuk! Supaya Dia Bisa Merasakan Manfaatnya Sejak Dini


4. Foto apa pun yang anak nggak suka


Ya, anak-anak memang “hanya” anak-anak. Mereka mostly masih butuh kita untuk memutuskanapa yang terbaik untuk mereka. Namun jangan lupa, mereka tetaplah pribadi yang mempunyai dan butuh dilindungi hak privacy-nya.

So, kalau Mama mau mengunggah foto mereka ke media sosial Mama, ada baiknya Mama tanyakan dulu, apakah mereka suka foto mereka tersebut? Lalu, is it ok untuk diunggah dan dilihat oleh banyak orang?


5. Foto dengan pose atau posisi berbahaya


Ada banyak orang “tersembunyi” di balik akun yang kita tak pernah tahu. Masing-masing punya pendapat dan pandangan berbeda-beda terhadap sesuatu, menurut prinsip dan pemahaman mereka sendiri-sendiri. Kita nggak bisa mengontrol, apa saja yang ada di kepala orang lain. Dan parenting adalah hal yang cukup sensitif dan bully-able.

Akan lebih baik bagi Mama dan si kecil, kalau Mama menghindari saja hal-hal yang berpotensi bullying, meski itu sebenarnya adalah media sosial Mama sendiri yang berarti adalah ranah pribadi Mama.

Seperti apa contohnya?

Misalnya, foto Mama yang sedang menyetir mobil, dan ada si kecil di pangkuan Mama. Ya, mungkin bagi Mama ini bukan apa-apa sih karena, somehow, toh si kecil tetap safe. Mama kan juga akan selalu menjaganya dengan baik.

Namun, orang-orang yang melihatnya di media sosial tak pernah tahu kondisi sebenarnya, atau ada apa di balik sebuah foto. Tapi itu tak akan menghentikan mereka untuk berkomentar, dan mungkin kemudian akan menghakimi Mama.

So, untuk menghindari salah persepsi seperti ini, tentu akan lebih baik jika Mama mengerem keinginan untuk mengunggah foto-foto sejenis yang bisa mendatangkan pro dan kontra yang sebenarnya tak perlu.

Sekali lagi, kita tak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan. Jadi jangan salahkan orang lain yang miss persepsi terhadap kita. Jangan cegah mereka untuk berpendapat berdasarkan apa yang kita unggah semata. Apa yang kita unggah adalah sepenuhnya tanggung jawab kita sendiri.


Baca juga: Jangan Ikut Tidur Saat Bayi Mama Terlelap! Mama Bisa Mengikuti Ide Kreatif Laura Izumikawa Ini!


6. Foto lokasi liburan


Bukan berarti Mama nggak boleh share foto-foto liburan sama sekali juga sih. Tapi akan lebih baik jika memposting foto liburan keluarga Mama setelah Mama kembali lagi ke rumah.

Mengapa demikian?

Pertama, dengan langsung memposting foto liburan saat Mama masih di lokasi libruan, secara tak langsung, Mama telah menginformasikan pada orang lain (yang lagi-lagi kita tak pernah tahu siapa) bahwa Mama sekeluarga sedang pergi dan rumah Mama dalam keadaan kosong ditinggalkan. Hmmm, sudah kebayang kan, kemungkinan seperti apa yang terjadi selanjutnya?

Kedua, foto tersebut juga barangkali bisa mengundang orang yang bermaksud jahat di lokasi liburan. Sudah sering juga kita dengar atau baca berita, bahwa ada wisatawan yang dirampok atau anaknya diculik di lokasi wisata. Memang nggak semua kejahatan berawal dari pengunggahan foto di media sosial, but it’s better to be safe than sorry, right?


Baca juga: Foto Keluarga yang Kreatif? Berikut 5 Tips Beserta Contoh Pose yang Bisa Mama Coba!


Mama, zaman memang semakin berkembang. Apa-apa sudah dengan mudah kita dapatkan dengan bantuan teknologi. Termasuk juga data pribadi yang kemudian bisa digunakan secara tak bertanggung jawab oleh orang-orang yang bermaksud tak baik. Jadi, ada baiknya, Mama lebih berhati-hati lagi.

Stay safe and happy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mama, Please, Jangan Pernah Menyebarkan 6 Jenis Foto Anak Ini Ya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar