Kenali Tanda Ego Tinggi Suami Istri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Pernikahan Mama dan Papa

Kenali Tanda Ego Tinggi Suami Istri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Pernikahan Mama dan Papa

2.5K
Suami istri sudah sepantasnya saling berbagi; saling memberi dan saling menerima. Hanya ego yang tinggi yang kadang menjadi satu-satunya penghalang.

Setiap orang tentu pernah bersikap egois, terutama ketika kita sangat menginginkan sesuatu. Wajar. Bahkan meski sudah terikat dalam hubungan suami istri.

Namun, yang ada, kadang malah ego tinggi malah makin menjadi setelah berstatus suami istri. Dan ketika egoisme menjadi tak terkontrol dan bahkan begitu melekatnya pada karakter seseorang, itu bisa jadi sebuah awal bencana.

Bagaimana pun hubungan suami istri yang sehat adalah yang seimbang. Ada saat memberi, ada pula saat menerima. Jika seseorang selalu merasa bahwa dia selalu yang memberi pada pasangan, dan jarang sekali menerima sesuatu, maka itu jadi tanda bahwa kita harus hati-hati.

Hanya waktu yang akan bisa menjawab, sampai kapan hubungan pernikahan tersebut akan bertahan jika hal ini tak segera diatasi.

Sebenarnya, tanda-tanda ego tinggi suami istri yang terlalu dimanjakan itu bisa dirasakan bahkan sejak mulai muncul. Sekadar menjadi sinyal tanda bahaya agar kemudian bisa berpikir ulang dan mungkin bisa memperbaiki keadaan.

Sebelum yang terburuk terjadi, lebih baik kenali dulu beberapa tanda saat ego tinggi kita mulai di luar kendali.


Ini dia 7 tanda ego tinggi suami istri yang harus diwaspadai


1. Perasaan malas dan bosan yang seringkali muncul saat harus bersamanya


Ego tinggi suami istri - saat kita malas dan bosan menemaninya.

Selama ini kita selalu merasa bersemangat setiap melakukan berbagai hal yang disuka, apalagi kalau suami ikut menemani. Tapi, saat si dia ingin melakukan hobinya atau mengajak kita melakukan hobinya atau ke acara di mana dia diundang, kita langsung merasa bosan dan mendadak lelah.

Setelah itu, kita pun akan berusaha untuk menghindar untuk ikut suami hadir di acaranya. Jika dia memaksa untuk melakukan atau pergi ke suatu tempat yang nggak kita suka, kita akan tetap pergi sih, tapi mukanya ditekuk atau ngambek sepanjang hari. Dan ketika suami menyerah dan melakukan hal yang kita inginkan, kita langsung kembali ceria dan memeluknya.

Hingga kemudian, satu-satunya acara untuk dilakukan bersama itu ya acara kita; shopping dan arisan di mana suami kemudian hanya bisa nungguin sambil bengong.

Waspadalah jika ini terjadi, Ma, karena sudah merupakan tanda bahaya bahwa kita sudah terlalu egois.

Kalau ini terjadi, jangan salahkan suami kalau kemudian dia lantas selalu memilih pergi sendirian ninggalin kita di rumah, atau nyuekin kita.


2. Suami selalu mengalah


Ego tinggi suami istri - saat dia akhirnya selalu mengalah

Setiap kali kita dan suami berdiskusi tentang sesuatu yang akan dilakukan bersama atau ke mana akan pergi, selalu berakhir dengan keinginan kita. Meskipun suami nggak setuju ataupun kurang menikmati.

Well, bisa jadi sih, suami begitu karena sangat mencintai kita, sang istri tercintanya, dan ingin melihat kita bahagia hingga rela untuk terus mengalah.

Tapi, Ma, lagi-lagi ini hanya soal waktu sampai akhirnya suami mulai merasa bahwa keinginannya, ide, kehendaknya tak pernah penting, tak pernah dianggap, tak pernah dijadikan bahan pertimbangan.

Kalau ini terjadi, ya jangan salahkan suami kalau kemudian dia akan mencari seseorang yang bisa mendengarkannya dan mengabulkan permintaannya.

Ouch!


3. Merasa lebih penting


Ego tinggi suami istri - saat kita merasa lebih penting

Kita mungkin saja punya pekerjaan yang lebih keren, salary yang lebih besar, tapi bukan berarti kita harus mendapat perlakuan istimewa dalam hubungan suami istri ini.

Jika kita merasa diri kita dan pendapat kita adalah yang terpenting seperti ini, maka inilah tanda bahaya bahwa ego kita sudah menguasai.

Kalau ini terjadi, jangan salahkan suami kalau dia kemudian mencari seseorang yang lain yang menganggap kehadirannya juga penting. Seseorang yang membutuhkannya.


4. You have to be perfect, but not me


Ego tinggi suami istri - saat kita selalu menuntut kesempurnaan

Konon katanya, cinta akan menerima orang apa adanya, dan ini sangat berlaku dalam hubungan suami istri.

Tapi, somehow, kita selalu melihat kekurangan suami dan berharap dia akan mengubahnya demi kita. Meskipun sebenarnya kita pun punya kekurangan, tapi itu nggak kita anggap penting atau wajar. Yah, namanya manusia. Tapi makin blunder nggak sih, kalau kita anggap diri kita manusia yang wajar nggak sempurna, tapi mengharap kesempurnaan dari suami?

Soal berat badan misalnya. Berbagai cara kita minta supaya suami merampingkan lagi perutnya. Di sisi lain, kita selalu berkilah bahwa tumpukan lemak di tubuh kita adalah karena telah melahirkan anak-anaknya. Is it really fair? Menurut Mama gimana? Kalau suami harus langsing, maka ya Mama juga harus in perfect shape juga dong. Kalau melebar, ya melebarlah bareng #eh

Padahal kalau dipikir-pikir, suami nggak pernah mempermasalahkan bentuk tubuh kita yang berubah lho. Karena suami lebih bersyukur kita telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anak yang manis.


5. Berat untuk minta maaf



Ego tinggi suami istri - saat kata maaf berat terucap

Dalam hubungan suami istri, adalah wajar kalau kemudian menemui gesekan. Pendapat yang berbeda, atau kesalahan yang baik sengaja ataupun tidak yang kita lakukan. Pertengkaran pun terjadi. Wajar bukan? Wajar sekali!

Namun, untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan, itu sungguh sulit! Kita selalu merasa ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan ketika akan mengucapkan maaf. Iya sih, kita mudah meminta maaf untuk hal-hal sepele yang tak sengaja kita lakukan atau untuk sesuatu yang tak penting.

Tapi begitu kita punya kesalahan yang fatal, justru kita kemudian sulit untuk mengakuinya.

Seberat itukah, Mama?


6. Emotional blackmail


Ego tinggi suami istri - saat kita selalu meneror suami secara emosional

Apakah kita sering memanipulasi kemarahan?

Misalnya begini. Kita pengin jalan-jalan ke mal, namun suami juga ada acara kantor pada hari yang sama. Lalu apa yang kita lakukan? Diam seribu bahasa, nyuekin dia sampai berhari-hari? Sampai suami kebingungan sendiri, ada apa dengan kita? Padahal sebenarnya salah kita juga, nggak ngomong kalau kita pengin jalan-jalan ke mal. Berharap suami tahu dengan sendirinya. Kalau kita seringkali diam seribu bahasa atau cuek saat suami nggak mau atau nggak bisa menuruti keinginan kita, ini berarti kita sedang bersikap sangat egois.

Well, iya sih, suami mungkin kemudian akan mengalah untuk kita, tapi ada baiknya kita bicarakan dengan baik apa yang menjadi keinginan kita.

Terlalu sering menyakiti suami secara emosional akan membahayakan pernikahan kita. Siapa yang akan rugi?


7. Tak ada hal lain yang bisa dipikirkan, kecuali keuntungan diri


Ego tinggi suami istri - saat kita nggak suka dengan kata "kalah"

Bagi kita, kalah saat sedang diskusi adalah kelemahan. Karena kita nggak suka kalah. Mengalah berarti kalah. Dan kalah itu nggak menyenangkan. Termasuk dalam hubungan suami istri.

Jangan sampai kalah! Nggak boleh kalah! Makanya, kita jangan sampai mengakhiri diskusi dengan sesuatu yang nggak sesuai dengan keinginan kita.

Atau kita juga mungkin telah mencoba untuk memenuhi kebutuhan suami atau mencoba untuk bersikap manis dan mencintainya tanpa syarat. Tapi sayangnya nggak pernah bisa kita lakukan dengan sepenuh hati. Entah sadar entah tidak, kita selalu berharap dan mencoba menemukan better deal untuk diri sendiri setiap kita berdiskusi atau setiap kita melakukan sesuatu untuk suami.


Nah, bagaimana? Sudahkah merasa kalau kita sedikit egois di sini, Mama?

Well, that’s ok. Kita bisa belajar untuk berhenti menjadi egois dengan mengenali lebih dulu tanda-tanda ego tinggi suami istri di atas. Dengan mengenali (bahkan saat tanda-tanda tersebut mulai muncul), kita berharap untuk bisa mencegah ego itu berkembang dalam hubungan suami istri kita.

Kita harus sadar bahwa sebesar atau sesulit apa pun masalah yang sedang kita hadapi, bisa jadi suami juga sedang menghadapi masalah yang sama atau bahkan lebih sulit.

Hargai Papa dan hilangkan tekanan dalam hubungan!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kenali Tanda Ego Tinggi Suami Istri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Pernikahan Mama dan Papa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar