Demi Kesehatan dan Kenyamanan, Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir!

Demi Kesehatan dan Kenyamanan, Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir!

3.1K
A new baby is like the beginning of all things - wonder, hope, a dream of possibilities. ~ Eda J LeShan

A newborn baby selalu memberi kebahagiaan tersendiri ya, Ma. Bahkan sekalipun bukan bayi sendiri, tetapi kita pasti ikut bersemangat menyambut kehadirannya. Dan setelah lahir, tidak sabar rasanya ingin segera menjenguknya. Memegang jemarinya yang mungil, lalu membelai pipinya yang bersemu merah. Duh, lucunya ... Gemes!

Etapi, ini nih. Sebenarnya kita justru jangan buru-buru menjenguk bayi baru lahir, Ma.

Lho, kenapa? Kan pengin lihat, terus pengin ikut sayang-sayang? Masa nggak boleh?

Mama, nggak setiap bayi baru lahir bisa ditengok saat itu juga. Sama seperti kita yang baru pemulihan pasca-sakit, si mama bayi itu pun butuh istirahat untuk memulihkan staminanya. Begitu juga si baby, perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dan setelah beberapa hari, saat ingin menjenguknya, kita tetap tidak boleh asal datang loh. Jangan sampai ya, kita datang justru membawa penyakit ataupun gangguan pada si baby dan pada keluarganya. Sudah tahu kan, ya, kalau kondisi bayi baru lahir itu masih belum stabil dari segi mana pun. Suka sedih deh, kalau ada yang jenguk bayi, tapi malah gangguin. Bayinya tidur nyenyak, jadi malah dibangunin. Diuyel-uyel, dicium-cium. Lah ... Pada nggak sadar, tadi di jalan kena berbagai debu, kuman, polusi dan sebagainya itu apa ya?

Makanya, Ma, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat kita datang untuk menjenguk bayi yang baru lahir. Demi kenyamanan si baby sendiri, pun kenyamanan kedua orangtuanya, please, Ma, jangan lakukan hal-hal ini saat menjenguk bayi baru lahir.


1. Datang dengan tangan kosong


Jangan pernah menjenguk anggota baru keluarga dengan tangan kosong ya, Ma. Paling tidak, bawalah suatu bingkisan. Tidak harus untuk anaknya kok. Ingatlah, mamanya juga butuh relaksasi pasca-melahirkan. Mungkin voucher spa bisa jadi ide bingkisan yang menarik. Hohoho.

Kalau Mama ingin menjenguk di rumah sakit, pastikan bingkisan yang Mama berikan tidak merepotkan mereka dan bisa dibawa pulang dengan mudah. Memberikan boneka teddy bear raksasa? Ow ow! Mendingan jangan deh. Rempong, cyinnn!


Baca juga: Si Baby Belum Teratur Tidurnya? Yuk, Kita Coba Latih dengan Beberapa Metode Sleep Training Berikut, Ma!


2. Datang dengan membawa anak


Sebaiknya nih, Ma, jangan membawa anak kita untuk ikut menjenguk bayi. Apalagi anak kita masih kecil atau bahkan balita. Lebih baik datanglah sendiri atau dengan pasangan kita.

Kok nggak boleh kenapa?

Karena, Mama, seringkali anak kita akan mencari perhatian kita, karena kita terlalu memperhatikan si baby ketimbang dirinya. Cemburu, gitu. Kalau sudah gini, ya gimana kita bisa berinteraksi santai dengan mama si bayi kan? Atau malah mungkin, anak kita akhirnya malah mengganggu kenyamanan si baby karena berteriak dan bersuara kencang. Yang tadinya tidur, si baby bisa saja terbangun karena kaget dan rewel. Aduh ... kan kasihan.

Kadangkala anak usia balita juga suka gemas saat melihat bayi mungil, Ma, lalu dengan polosnya dia mencubit atau menggigit si baby. Aduh jangan sampai ya, Ma.


3. Tidak mencuci tangan sesampainya di rumah si baby


Siapa sih yang bisa memastikan bahwa tangan kita bersih dari kuman?

Sebelum sampai di rumah si bayi, kita pegang apa aja, hayoo... Yakin di luar enggak ada polusi? Yakin stir mobil yang kita kendarai bersih dari kuman? Supaya lebih amannya, begitu sampai di rumah si baby, cuci tanganlah dulu dengan air mengalir, Ma. Syukur-syukur pakai sabun. Atau minimal pakai hand sanitizer.

Tanyakan saja ke pemilik rumah, di mana letak wastafelnya. Kalo sungkan, pakailah hand sanitizer. Kalo tidak bawa, tahan diri untuk tidak memegang si baby.

Ingat ya Ma, kondisi bayi baru lahir itu masih rentan terhadap berbagai macam kuman penyakit di luar. Jadi, bantu mamanya untuk mensterilkan anaknya dari kuman penyakit di luar yuk!


4. Sakit, tidak pakai masker dan dekat-dekat si baby


Wah, ini kesalahan fatal, Ma. Kalau sudah tahu sakit, sudah merasa tidak enak badan, kok masih memaksakan diri untuk jengukin bayi, dengan alasan, "Enggak enak, karena tetangga dekat atau teman baik.".

Hadeuh ...

Lebih baik tunggu badan fit dulu saja, Ma. Baru kemudian kita boleh menjenguk si baby. Toh mereka nggak bakal ke mana-mana kan? Tidak ada kata terlambat menjenguk bayi. Sekalipun kita baru menjenguk di usia 6 bulan pun, nggak masalah. Bilang saja ke mamanya, "Maaf belum bisa menjenguk karena sedang tidak fit, takut kalau anaknya nanti ketularan." Yakin deh, mamanya pasti tidak akan mempermasalahkannya. Kesehatan anaknya jauh lebih penting ketimbang beban perasaan harus segera menjenguk.

Tapi, kalo memang terpaksa banget harus menjenguk segera, wajib pakai masker ya, Ma. Dan ingat, jangan deket-deket bayinya ya. Lebih baik, jagalah jarak supaya tidak menulari si baby.

Kasian loh, kalau sampai si baby kecil sakit. Kalau sampai sakit karena ketularan kita, orangtuanya pasti juga akan repot banget.


Baca juga: Separation Anxiety - Saat Si Baby Sulit Berpisah dengan Mama


5. Menggendong si baby tanpa izin, bahkan mungkin dengan paksaan


Kadang nih, Ma, perasaan diri bahwa kita punya jiwa keibuan, mendadak insting untuk menggendong bayi pun muncul. Padahal si mama tidak minta tolong, tapi langsung aja dengan pedenya kita mengambil mereka dari gendongan si mama, atau bahkan mengangkatnya dari kasurnya.

Hayo, siapa yang suka gitu? Haha. Jangan deh, Ma. Lebih baik jangan dibiasakan.

Tahu enggak, Ma, bahwa hal tersebut bisa membahayakan si baby? Sekalibernya kita menggendong anak, se-expert apa pun pengalaman kita dalam hal parenting, sebaiknya jangan pernah menggendong bayi orang lain.

Dengan menggendong, otomatis wajah kita bakal dekat dengan si baby. Yakin, kita ini sehat 100%?

Ada banyak virus yang dibawa orang dewasa dan bisa menulari seorang bayi. Tubuh mereka itu belum sempurna. Anak balita 0 - 5 bulan itu masih sangat rentan sakit. Ada banyak kasus bayi yang ketika lahir sehat-sehat dan normal. Tetapi setelah ditengok banyak orang dewasa yang "ngawur" begini, malah jadi ketularan sakit. Misalnya, kena virus pneumonia, CMV, TB Paru, dan beberapa virus lainnya. Aduh ...

Efeknya enggak sesimpel itu, Ma. Karena virus-virus itu bisa berpengaruh pada tumbuh dan kembang si baby.

Duh, serem ya Ma … Udah, yuk, enggak usah gendong-gendong bayi orang lain lagi.


6. Mencium wajah si baby


Sebelas-duabelas dengan menggendong nih. Setelah nggendong, ya biasanya kita akan juga menciumi si baby itu.

Nah loh ... tanya lagi ke diri sendiri deh. Pertanyaannya sama, Ma, dengan yang di atas. Yakin nggak ada virus dari tubuh kita? Virus itu bukan cuma virus flu aja, tapi virus-virus lain yang berbahaya buat si baby.

Ada beberapa kasus, si baby terkena Pneumoni (radang paru) karena diciumi oleh orang-orang yang membesuknya, hingga akhirnya harus opname. Ada juga anak yang terkena CMV (Cytomegalovirus, C-nya dari TORCH) gara-gara diciumi saudara saat temu keluarga lebaran. Dampak buruknya, tumbuh kembangnya jadi terhambat.

Virus-virus itu bisa menular dari air liur, bahkan keringat. Jadi Ma, please ya, jangan pernah ciumin bayi orang lain ya. Sekalipun itu keponakan sendiri. Biarkan orangtuanya aja yang boleh menciumnya. Ok?


7. Berfoto selfie dengan si baby dan mamanya, lalu mem-publish ke media sosial


Ma, jangan pernah melakukan ini ya. Kenapa? Privacy, Ma!

Dengan alasan privasi, tidak semua orangtua mau foto anaknya di-publish. Selain itu, belum tentu juga mama si baby merasa bahwa penampilannya oke untuk difoto dan disebarluaskan. Apalagi dia baru saja melahirkan lho, Ma. Biasanya, mereka merasa belum siap untuk difoto. Masih belum pulih rasa pedenya.

Jika kita tetap ingin mem-publish-nya, jangan lupa meminta izin ke mamanya, ya. Kalau dia keberatan, sebaiknya Mama menurutinya.


Baca juga: Ini nih, 5 Tips Selfie bareng Keluarga yang Bakalan Menghasilkan Foto Like-able di Media Sosial


8. Membiarkan ponsel berdering keras dan mengangkat telepon di dekat si baby


Duh. Menidurkan bayi itu bukan perkara yang mudah. Bisa dibayangkan perasaan mamanya, ketika si baby terbangun karena mendengar telepon kita berdering keras, atau mendengar suara kita yang berbicara dengan volume tinggi di telepon.

Rasanya pasti jengkel, waktunya untuk beristirahat batal, karena harus menidurkan bayinya lagi.

Jadi, Ma, pastikan ponsel kita dalam pengaturan silent ya. Kalau ada telepon, angkatlah panggilan tersebut di luar ruangan. Supaya kita tetap leluasa bicara dengan volume keras dan si baby pun tidak terganggu.



9. Tidak peduli dengan kerepotan mama si baby


Menjadi orangtua baru itu bukan perkara yang mudah. Pastilah kita pernah merasakannya sendiri, repotnya punya bayi baru lahir. Jahitan belum sempurna sehingga kadang meninggalkan rasa nyeri, tetapi harus mondar-mandir mengurusi bayi, plus menjamu tamu.

Ayo, belajar lebih peka! Jangan menuntut untuk dilayani saat menjenguk bayi. Jika diizinkan, self-service aja dehbiar nggak merepotkan. Malah justru seharusnya kita membantu si mama, mumpung kita ada di situ. Misalnya nih, saat si mama repot mengganti popok, sigaplah untuk kita yang membantu mengambilkannya.

Wah, bantuan-bantuan kecil seperti itu akan sangat menyenangkan loh, buat si mama.


Baca juga: Menghindari Baby Blues Syndrome, Ini Dia 9 Cara Menumbuhkan Kedekatan Mama dengan Si Buah Hati di Awal Masa Kelahiran


10. Tidak peduli dengan papa si baby


Ma, yang berjuang dalam proses melahirkan bukan cuma si mama dan bayinya. Melainkan juga papanya.

Seringkali yang terjadi adalah kita tidak pernah memedulikan papanya, dan terlalu fokus pada si baby dan mamanya. Padahal, si papa perlu juga tuh, disemangati.

Jadi, jika saat menjenguk kita bertemu dengan papa si baby, jangan cuek ya. Sekalipun kita belum mengenalnya, tetapi berilah selamat dan semangat. Yakin deh, ucapaan kita akan membuat si papa akan lebih bersemangat dalam menjaga istri dan juga anaknya.


Baca juga: 5 Hal Penting Berikut Ini Harus Dipahami Lebih Dulu Untuk Bisa Menolong Mama yang Mengalami Depresi Paska Melahirkan


Nah, gimana, Ma? Mungkin Mama punya pengalaman pribadi atau pendapat yang lain? Yuk, share di kolom komen ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Demi Kesehatan dan Kenyamanan, Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Noni Rosliyani | @nonirosliyani

Parenting blogger, editor, and book enthusiast. Penyuka jalan-jalan, makan-makan, dan senang-senang bersama keluarga. Bisa dilihat segala sharingnya di www.nonirosliyani.com.

Silahkan login untuk memberi komentar