Ibu Rumah Tangga dan 5 Fakta Mengenainya yang Membuat Mereka Tak Menikmati Hidup

Ibu Rumah Tangga dan 5 Fakta Mengenainya yang Membuat Mereka Tak Menikmati Hidup

2.6K
Menjadi ibu rumah tangga bukanlah cita-cita yang bisa dibanggakan sejak dulu, bukan pula sebuah profesi yang penuh dengan prestasi. Malahan, sebagian menjadikan perempuan tak menikmati hidup. Oh, sayangnya! Padahal ibu rumah tangga seharusnya bangga dan bahagia!

Sebagian besar perempuan mungkin tidak bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, yang dengan bangga diceritakan saat masih sekolah dulu. Bahkan dari 10 teman perempuan saya, barangkali hanya ada satu yang menuliskannya dalam buku cita-cita.

Well, nggak bisa disalahkan juga sih. Menjadi ibu rumah tangga, yang selalu identik dengan dapur, sumur dan kasur, pasti bukanlah sebuah cita-cita yang cukup menyenangkan untuk diceritakan pada banyak orang. Apalagi kalau ternyata si perempuan tersebut memiliki sederet ijazah atau prestasi karier yang pernah diraih sebelum akhirnya memutuskan menjadi ibu rumah tangga.

Pasti deh disayangkan oleh banyak orang.


BACA JUGA


Jangan Pernah Katakan atau Tanyakan 13 Hal Berikut Ini pada Stay at Home Moms!

Jangan Pernah Katakan atau Tanyakan 13 Hal Berikut Ini pada Stay at Home Moms!

Yes, I'm a stay at home mom. Go ahead and ask me, what I do all day long. I dare you

Read more..


Dan, tentang profesi yang dijalaninya ini, ada yang dengan senang hati menjalaninya, namun pasti ada banyak juga yang "terpaksa", yang lantas membuatnya merasa dikorbankan untuk kepentingan keluarga. Akibatnya, ia pun jadi merasa tidak bahagia.

Mengapa sampai ia merasa "terpaksa" menjalani "profesi"-nya sebagai ibu rumah tangga? Well, maybe because of these 5 "ugly" truth about stay at home mom.

Check these out, Mama. Mungkin Mama juga merasakannya, dan barangkali juga telah membuat Mama tak bahagia sesekali waktu dalam menjalaninya.


5 fakta yang harus dihadapi oleh para ibu rumah tangga, yang mungkin membuatnya tak bisa menikmati hidup


1. Tidak memiliki jam kerja yang pasti


Dengan menjadi ibu rumah tangga, kita dituntut untuk bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendiri. Ya memandikan anak, mengantar anak ke sekolah atau ke mana pun, menjemputnya lagi, menjadi guru les dalam beberapa mata pelajaran sekaligus. Plus, sebagai manajer keuangan, menjadi koki yang andal, bahkan terkadang harus menjadi mandor bangunan!

Seorang ibu rumah tangga bangun paling pagi untuk mempersiapkan semua keperluan anggota keluarga, dan tidur paling akhir.

Ia harus selalu siap sedia kapan pun ketika anak dan suami membutuhkan.

Sering kali, ekspektasi orang lain terhadapnya untuk menyelesaikan banyak urusan rumah tangga terlalu tinggi. Karena job desc-nya yang terlihat remeh temeh, ia pun dianggap memiliki kapasitas dan banyak waktu kosong, padahal faktanya pekerjaan yang dilakukannya terasa tak ada habisnya.

Me time? Apa itu me time? Yes, ia tidak memiliki waktu untuk sekadar menyandarkan tubuh di sela-sela aktivitasnya yang padat sejak pagi.


2. Seringkali malu mendatangi reuni


Reuni bagi banyak orang sering kali menjadi acara yang ditunggu-tunggu ya, Ma, karena kita bisa bertemu teman-teman yang terpisah sekian tahun lamanya. Dan, hal yang selalu ada dalam tiap reuni, adalah bertanya mengenai kondisi terkini teman-teman, termasuk pekerjaan, keluarga dan kabar-kabar pribadi lainnya.

And, yes, profesi sebagai ibu rumah tangga bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan kan, Ma? Apalagi kalau ketika masa SMA atau kuliah, yang bersangkutan dikenal sebagai sosok yang menonjol, karena berprestasi.

Ia mungkin merasa malu ketika harus bertemu teman-temannya, yang masing-masing mungkin sudah memiliki karier yang cemerlang, punya kehidupan yang menjadi impian banyak perempuan. Mereka sukses, cantik, dan memiliki anak-anak yang bisa dibanggakan.

Duh, penginnya ngadem saja di rumah deh, setiap kali ada undangan reuni. Da aku mah apah atuh?



3. Tertekan ketika ditanya apa pekerjaannya


Tak hanya saat reuni. Barangkali ia juga akan selalu waswas di mana pun, gara-gara pertanyaan, "Kerja di mana?

Duh, beneran deh. Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan favorit bagi para ibu rumah tangga. Ia akan diam sejenak, tersenyum (mungkin dengan sedikit sedih), dan menjawab lirih.

"Saya tidak bekerja. Hanya di rumah saja."

Oh, ya, sering kali pertanyaan itu juga berbuntut panjang. Misalnya seperti, ngapain saja di rumah, apa nggak bosan, enak dong banyak nganggur, apa nggak ingin bekerja, bagaimana kalau suami nggak ada, dan seterusnya, dan seterusnya.

*elap kringet*

Cecaran pertanyaan seperti ini pastilah sangat mengintimidasi bagi beberapa mama ya, sehingga akan membuatnya menarik diri dari pergaulan dan enggan untuk bertemu orang yang baru.


4. Sering menangis tanpa sebab yang jelas


Dengan aktivitas yang terlalu monoton dan serasa tidak ada ujungnya seperti itu pasti akan membuat para ibu rumah tangga rentan stres. Apalagi ketika ia sudah merasa kehilangan banyak hal dalam hidupnya karena harus mengurus rumah tangga.

Menangis tiba-tiba, rasa sedih yang datang, adalah akibat stres yang diam-diam ibu rumah tangga rasakan. Adakah yang tahu? Mungkin tidak, karena mereka cenderung akan menyembunyikannya.

Sebabnya bisa jadi hal yang sangat sepele bagi orang lain (tapi tidak untuk dirinya sendiri), seperti seragam kerjanya yang lama, foto dirinya sebelum menikah, atau foto teman-temannya yang sudah berhasil mencapai karier sesuai cita-citanya. Atau mungkin ia baru saja melihat isi dompetnya yang kosong sedangkan tidak berani meminta pada suami. Atau, bisa jadi karena pertanyaan dari orang tua tentang pilihannya.

Ia juga sering merasa kesal karena harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga, sementara suami begitu pulang kerja sibuk bermain game.

Duh ....


5. Sering merasa tidak bermanfaat


Banyak perempuan di luar sana yang memiliki peran untuk keluarga, masyarakat, sekaligus memiliki karier yang cemerlang menjadi ikon perempuan yang sukses dan luar biasa.

Menjadi seorang ibu rumah tangga bisa jadi adalah kebalikannya. Aktivitasnya yang sebagian besar ia habiskan di dalam rumah tidak lantas membuatnya layak mendapatkan "penghargaan", karena dianggap sebagai kodratnya dan kewajiban atas pilihannya menjadi seorang istri dan ibu.

Orang nggak akan peduli dengan keberhasilannya membuat rumah bersih dan nyaman, anak-anak yang sehat dan pintar, suami yang terawat, dan kemampuannya merawat diri sendiri.

Bahkan terkadang, aktivitas sosial yang ia lakukan dinilai hanya menjadi sekadar aktivitas untuk mengisi waktu kosongnya, dan bukannya usaha untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang.


BACA JUGA


Ibu Rumah Tangga pun Bisa Terus Belajar di Tengah Rutinitas Harian Demi Mengisi Jiwa dan Tambahan Pengetahuan

Ibu Rumah Tangga pun Bisa Terus Belajar di Tengah Rutinitas Harian Demi Mengisi Jiwa dan Tambahan Pengetahuan

Ibu rumah tangga walaupun berada di rumah haruslah terus belajar. Kejarlah ilmu hingga ke negeri Cina, walaupun mengejarnya dari rumah ...

Read more..


Itulah beberapa fakta, atau "ugly" truth, tentang menjadi ibu rumah tangga, yang sering tidak bisa diucapkan.

Padahal, ibu rumah tangga seharusnya menjadi perempuan paling bahagia, karena dapat merawat anak-anak dengan tangannya sendiri, mengurus segala kebutuhan suami dan memiliki banyak waktu untuk mengembangkan diri.

Stay strong, wahai para ibu rumah tangga! Teruslah menjadi ibu yang hebat, karena dari tanganmu akan tumbuh para generasi gemilang!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibu Rumah Tangga dan 5 Fakta Mengenainya yang Membuat Mereka Tak Menikmati Hidup". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hepi Risenasari | @hepirisenasari

Seorang perempuan dalam perjalananya menjadi Bahagia dan berguna

Silahkan login untuk memberi komentar