Ibu Melahirkan Akan Menemui 6 Hal (Kerumitan) Ini yang Tak Pernah Diduga Sebelumnya. Stay Calm and Here the Solutions!

Ibu Melahirkan Akan Menemui 6 Hal (Kerumitan) Ini yang Tak Pernah Diduga Sebelumnya. Stay Calm and Here the Solutions!

2.7K
Kehidupan pasca ibu melahirkan yang sebenarnya baru dimulai ketika Mama kembali ke rumah dan harus menjalani hari-hari jauh dari bantuan paramedis, dan mungkin bagi beberapa mama, juga tanpa bantuan keluarga, bersama si bayi.

Melahirkan adalah peristiwa yang selalu disambut dengan gembira oleh setiap orang. Tidak sampai sehari setelah ibu melahirkan, keluarga, kerabat maupun teman-teman akan membesuk sang ibu baru di rumah sakit, sambil membawa hadiah dan mengucapkan selamat; kemudian melihat dan memuji betapa lucunya sang bayi (atau betapa miripnya sang bayi dengan mama atau papanya). Mama akan tersenyum-senyum senang.



Yah, pokoknya, selama di rumah sakit, yang ada hanya hati yang berbunga-bunga, sehingga rasa sakit pasca melahirkan pun terlupa.

Namun kehidupan sebagai ibu yang sebenarnya baru dimulai ketika mama kembali ke rumah dan harus menjalani hari-hari jauh dari bantuan paramedis, dan mungkin juga bagi beberapa mama, juga tanpa bantuan keluarga. Di saat-saat seperti ini, mama baru merasakan bahwa punya bayi itu sungguh tidak mudah.


Ya, berbagai kerumitan inilah yang harus dihadapi setelah ibu melahirkan, yang tidak pernah diceritakan oleh siapa pun sebelumnya.





Baby Blues Itu Nyata

Baby Blues Itu Nyata -


Apakah setelah melahirkan Mama sering menangis tanpa alasan? Sering kesal? Memiliki rasa cemas yang berlebihan? Pemarah? Tidak percaya diri? Enggan memperhatikan si kecil?

Jika jawabannya 'ya', maka kemungkinan Mama telah menderita Baby Blues Syndrome.

Baby Blues Syndrome, atau Postpartum Distress Syndrome adalah gangguan psikologis ringan yang dialami pasca ibu melahirkan sehingga sering merasa cemas, sedih, panik dan marah. 

Banyak kalangan yang menganggap bahwa kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi setelah melahirkan. Tak sedikit mama yang malu mengakui saat ia merasakan hal semacam ini, karena takut dianggap 'nggak normal' atau menerima judgement 'manja'. Padahal baby blues ini termasuk wajar dan dialami oleh 50 - 80% ibu yang baru saja melahirkan. 

Perpaduan antara sakit pasca ibu melahirkan, perubahan kehidupan setelah punya anak, dan baby blues membuat Mama akan merasa kacau-balau dan bertanya-tanya, kenapa punya anak tidak seindah yang dibayangkan ya?

Solusinya? 

Yang pertama, Mama harus rileks dan berpikir bahwa hal seperti ini tidak berlangsung selamanya. Yup, memang baby blues hanya berlangsung selama 14 hari, dengan kemungkinan memburuk di hari ke-3 atau ke-4. Tapi Mama harus tetap waspada dan mencari bantuan ahli jika setelah 14 hari kondisi tak kunjung membaik, untuk mengetahui apakah Mama menderita Postpartum Depression

Selalu ingat, bahwa apa pun yang terjadi, Mama adalah ibu yang baik dan berharga, Ma. Jika Mama mengalami baby blues atau post partum depression, itu bukan kesalahan Mama.

Solusi lainnya adalah Mama bisa mencari orang yang Mama percaya untuk berbagi perasaan. Suami pastinya bisa menjadi andalan Mama. Atau mungkin sahabat Mama? 

Gerak tubuh ringan dan konsumsi makanan bergizi seimbang agar Mama merasa bugar pun bisa membantu memerangi baby blues, karena tubuh yang fit mampu mengubah cara pikir orang terhadap diri dan kehidupan menjadi lebih baik. 

Buatlah jurnal atau diary untuk mencatat apa yang Mama rasakan setiap harinya. Lalu keluar rumah dan jalan-jalan, lihatlah sekeliling Mama. Akan lebih baik jika Mama pergi ke tempat yang masih alami, breathe the fresh air and feel better

Dan yang terakhir, jangan sungkan meminta bantuan, entah pada suami, entah pada orangtua, mertua atau pada pembantu untuk mengerjakan pekerjaan lain di luar rutinitas Mama merawat si kecil, agar Mama tidak merasa tertekan harus mengerjakan semuanya sendirian.



Menyusui yang Ternyata Tidak Mudah

Menyusui Yang Ternyata Tidak Mudah -


Puting adalah bagian tubuh yang sensitif dan berkulit tipis. Bayangkan bagian tersebut diisap oleh seorang bayi yang kelaparan. Ouch! 

Belum lagi kalau Mama tidak well-informed masalah pelekatan saat menyusui; alih-alih memasukkan sampai ke areola, mama hanya memasukan bagian puting saja. Sudah pasti lecet.

Puting lecet adalah sumber dari segala kerumitan menyusui pasca ibu melahirkan yang tak pernah diduga sebelumnya. Mau terus menyusui, rasa perihnya sampai ke ubun-ubun. Namun, kalau mau menyerah dan memberikan susu formula pada si kecil, Mama juga dikejar perasaan berdosa karena tidak menjalankan metode ASI eksklusif. Galau lagi deh.

Untuk pencegahan sih, sebaiknya Mama mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang serba-serbi menyusui selama masa hamil; sehingga saat tiba waktunya melahirkan, Mama telah siap lahir dan batin. 

Namun kalau sudah kejadian puting lecet? Beberapa orang menyarankan untuk mengoleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui; itu memang bisa menyembuhkan walau prosesnya lama. Selain itu, nggak ada salahnya kalau Mama menggunakan nipple cream berbahan lanolin. Bahan tersebut cepat meredakan rasa nyeri akibat iritasi, juga tidak berbahaya karena terbuat dari ekstrak bulu domba.



Beauty Sleep Itu Cuma Hoax

Beauty Sleep Itu Cuma Hoax -


Pasca ibu melahirkan, dan kemudian memutuskan untuk memberikan ASI full, maka katakan bye-bye untuk tidur cantik sepanjang malam. 

Ini karena ASI dapat terserap secara cepat dan sempurna oleh tubuh si kecil, sehingga dalam jangka 2 - 3 jam sekali, bayi akan kembali merasa lapar dan butuh menyusui. Belum lagi di bulan pertama kehidupan, frekuensi BAB bayi akan cukup sering, sehingga Mama harus terjaga untuk mengganti popoknya. 

Kurang tidur itu bukan masalah yang bisa disepelekan, karena bisa memengaruhi mood dan kesehatan Mama. Sementara sebagai seorang ibu menyusui, Mama harus selalu bahagia agar ASI-nya melimpah. 

Ah, dilema.

Solusinya adalah tidur saat bayi tidur! Atau minimal merebahkan badan untuk menghilangkan penat. Selain itu, Mama juga bisa membuat kesepakatan dengan suami. Minta agar suami Mama mendukung sepenuhnya, dengan cara masing-masing; bisa dengan membantu bayi bersendawa setelah disusui oleh Mama, bisa juga mendampingi Mama selama menyusui. Atau saat Mama terlalu lelah, suami bisa juga membantu dengan memberi ASI perah sementara Mama beristirahat. 

Kenapa mengajak suami untuk ikut begadang? Nggak lain karena, it takes two to breastfeed. Dukungan penuh suami merupakan kunci kesuksesan ASIX.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ibu Melahirkan Akan Menemui 6 Hal (Kerumitan) Ini yang Tak Pernah Diduga Sebelumnya. Stay Calm and Here the Solutions!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Oktarina Prasetyowati | @oktarinaprasetyowati

Seorang perempuan, seorang ibu, seorang pengajar yang terus belajar, penggemar boots & sneakers, senang menulis dan senang menggambar. Berminat dengan isu gender, pun feminist parenting.

Silahkan login untuk memberi komentar