Bingung Pengin Investasi? Mulailah dari 2 Jenis Investasi yang Paling Aman untuk Ibu Rumah Tangga Ini Dulu!

Bingung Pengin Investasi? Mulailah dari 2 Jenis Investasi yang Paling Aman untuk Ibu Rumah Tangga Ini Dulu!

2.2K
Investasi penting dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. Bingung? Mulailah dengan investasi yang aman dan mudah ini dulu saja.

Yak, yang merasa berprofesi sebagai ibu rumah tangga, ayo ngacung! Dan, siapa yang berpendapat bahwa ibu rumah tangga juga perlu investasi, ngacung juga deh!

Buat para mama yang kerja kantoran, Mama pastinya mendapatkan gaji yang seringkali lebih bebas dibelanjakan. Lebih bebas membeli peralatan make up, atau mau beli tas dan baju. Ya, nggak mutlak juga sebenarnya. Mama yang IRT juga bisa sih, belanja. Asal gaji dari suami juga cukup. Ha!

Tapi, siapa saja pasti mengakui ya, kalau belanjain uang yang kita hasilkan sendiri dengan uang yang dikasih sama suami itu rasanya beda banget. Ada rasa nggak enak yang menyelinap di hati, kalau kita menghamburkan uang, padahal Papa sudah bekerja begitu keras memeras keringat. Meski yang bisa punya uang saku sendiri kalau bisa sih nggak seboros itu juga sih. Kan akan lebih baik kalau kita punya tabungan, syukur-syukur ikut berinvestasi.

Yes, menabung itu berbeda sekali dengan investasi ya, Mama. Kalau sebelumnya kata "investasi" sendiri identik dengan para pengusaha, minimal karyawan, lalu mengapa kita yang ibu rumah tangga nggak bisa investasi? Bisa kok. Bisa!

Yang perlu kita mengerti lebih dulu adalah perbedaan menabung dan investasi ini, Ma.

Menabung adalah kita menyimpan uang kita di suatu tempat. Entah itu disimpan di bank, di celengan ayam, atau di bawah bantal dan kasur. Sedangkan, investasi adalah saat kita mengharapkan keuntungan dari dana yang kita sisihkan tersebut.

Ah, maaf sebelumnya nih. Saya sendiri baru-baru ini saja belajar. Kalau di antara Mama ada yang bisa mendefinisikan perbedaan antara investasi dan tabungan dengan lebih baik, silakan ya. Mohon dituliskan di kolom komentar. Saya akan berterima kasih sekali.

Kembali lagi ke masalah investasi untuk ibu rumah tangga.

Makin ke sini, kita akan makin melihat banyak ibu rumah tangga makin mengerti akan arti pentingnya investasi. Meski gaji suami tak seberapa, beberapa di antaranya berusaha menyisihkan uang tersebut untuk diinvestasikan.

Sejauh saya mengamati, yang paling banyak dilakukan oleh para ibu rumah tangga ini adalah menginvestasikan uangnya dalam bentuk perhiasan emas. Harapannya sih, saat butuh uang maka perhiasaan emas tersebut bisa digadaikan ataupun dijual. Iya, ini juga sudah merupakan bentuk investasi paling sederhana yang bisa dilakukan oleh para ibu rumah tangga.

Tapi, Ma, catat nih, kita seringkali lupa untuk menghitung bahwa ada ongkos dalam pembuatan perhiasan tersebut, yang saat kita gadaikan atau jual, tidak ditanggung oleh pihak pembeli. Nah loh!

Eh, maksudnya gimana itu?

Iya, saat kita menjual perhiasan emas kita pada satu pembeli, maka mereka hanyalah membeli emasnya saja tanpa memperhitungkan ongkos pembuatannya. Misalnya nih, saya mempunyai kalung emas 18 karat seberat 10 gram. Harga emas per gram Rp 400.000, dengan ongkos pembuatan sebesar Rp 30.000 per gram. Sehingga total harga yang harus saya bayar untuk kalung tersebut adalah sebesar Rp 4.300.000. Saat saya ingin menjual kalung tersebut, yang ditimbang adalah berat kalungnya. Sehingga saya langsung rugi sebesar Rp 300.000

Mungkin sih, saya agak terselamatkan karena harga emas biasanya kian hari juga kian naik. Tapi bayangkan deh, Ma, saya bisa saja mendapatkan lebih dari itu lho!

Nah, karena kita makin sadar akan arti pentingnya investasi, meski kita "hanya" ibu rumah tangga, ada beberapa tips nih supaya kita nggak salah berinvestasi.


Tips investasi mudah bagi ibu rumah tangga


1. Investasi emas batangan


Ya, Mama, lebih baik kalau memang Mama mau berinvestasi emak atau logam mulai, investasikanlah dalam bentuk batangan ketimbang dalam bentuk perhiasan emas.

Logam mulia emas yang paling kecil berbentuk koin, dengan berat 1 gram saja. Tanpa ongkos pembuatan, sehingga kita hanya perlu membayar harga emasnya saja.

Supaya lebih aman, belilah emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang atau Antam, yang memiliki ciri-ciri khusus hingga sulit untuk dipalsukan. Emas Antam punya sertifikat khusus, yang menyatakan kadar kemurnian, berat, dimensi serta nomor seri. Belilah emas Antam di distributor resminya ya, Ma, yaitu di Pegadaian. Bisa dicicil kok.

Namun, semisal Mama mau membeli emas batangan di toko emas juga bisa, namun mungkin harganya akan sedikit ada selisih.

Berinvestasi dalam bentuk emas batangan lebih menguntungkan kita, Ma. Karena saat kita sewaktu-waktu membutuhkan uang, kita bisa gadaikan atau dijual dengan harga pasar saat itu tanpa harus dikurangi biaya pembuatannya.


2. Berinvestasi Reksadana


Apakah ada yang belum tahu, apa itu Reksadana?

Sejauh yang saya tahu, ada 2 jenis Reksadana, Ma, yaitu Reksadana Konvensional dan Reksadana Syariah. Apa bedanya? Hmmm, pada dasarnya sama, tetapi Reksadana Syariah lebih menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap prosesnya, sehingga bisa menjadi pilihan berinvestasi secara halal.

Kalau pengin berinvestasi Reksadana ini, berapa banyak modal yang harus kita siapkan ya? Pasti mahal ya?

Nope! Not at all, Mama! Jangan salah ya, Kita bisa mulai melakukan investasi dari Rp 100.000 saja. Yang penting, Mama memilih lebih dulu manajer investasi yang terbaik dan terpercaya ya. Ada banyak kok, Ma. Mama bisa mengeceknya di Bareksa.com. Cobalah telusuri, dan bandingkan, profil manajer investasi yang satu dengan yang lain, termasuk prospektusnya masing-masing.

FYI, buat Mama yang masih takut-takut berinvestasi, semua manajer investasi ini diawasi oleh OJK, atau Otoritas Jasa Keuangan. So, dipastikan aman deh, Ma! Bukan investasi abal-abal atau investasi bodong, yang kerap kita lihat beritanya di berita kriminal itu.

Lalu, berapa keuntungan dari investasi reksadana yang bisa kita dapatkan?

Bervariasi, Ma, antara 7 - 20% jika dilakukan perhitungan secara kasar saja, tergantung pada berapa lama kita sudah berinvestasi, besar uang yang diinvestasikan, dan jenis produk Reksadana yang kita pilih. Tapi pastinya, lumayan banget kalau dibandingkan dengan deposito yang hanya menawarkan bunga 5% saja dan masih dipotong pajak. Apalagi dibandingkan dengan tabungan yang hanya memberikan bunga 2% saja dan masih juga dipotong biaya administrasi. Hadeh. Uang nggak nambah, berkurang iya.


So, Mama, penjelasan sederhana dan singkat mengenai investasi yang mudah dan aman bagi ibu rumah tangga di atas semoga bisa memberikan gambaran lebih jelas untuk Mama ya. Bahwa investasi itu penting kita lakukan demi keamanan finansial keluarga di masa depan, meski kita "hanya" ibu rumah tangga, juga bahwa investasi itu bisa dimulai dari yang sederhana dan mudah.

Semoga artikel ini bisa diambil manfaatnya ya, dan jika Mama punya rekomendasi bentuk investasi lain yang aman dan mudah dilakukan oleh ibu rumah tangga, silakan lho, kalau mau ditambahkan di kolom komen.

Stay smart, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bingung Pengin Investasi? Mulailah dari 2 Jenis Investasi yang Paling Aman untuk Ibu Rumah Tangga Ini Dulu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indriyas Wahyuni | @indriyaswahyuni

Blogger, Freelancer, Book & Food Lover Blog : http://www.indriariadna.com

Silahkan login untuk memberi komentar