Bertengkar dengan Suami Itu Nggak Ngenakin! Katakan 9 Kalimat Sakti Ini Agar Bisa Mengalah Tanpa Terlihat Kalah!

Bertengkar dengan Suami Itu Nggak Ngenakin! Katakan 9 Kalimat Sakti Ini Agar Bisa Mengalah Tanpa Terlihat Kalah!

8.8K
Bertengkar dengan suami barangkali sudah biasa. Namun menghentikan argumen tanpa harus terlihat kalah, nahhh, ini yang perlu kita pelajari.

Apakah ketika berdebat dan bertengkar dengan suami, Mama cenderung senang menyerang, menuduh dan mengungkit masalah yang sudah berlalu?

Jika iya, ayo, Ma, tinggalkan cara tersebut, karena sebenarnya nggak ada seorang pun yang mau disudutkan. Jika Mama selalu mencari pembenaran saat bertengkar dengan suami karena tak ingin disalahkan, maka begitu pula dengan suami Mama. Singkirkan dulu ego, dan bersikap empatilah.

Tapi gimana caranya ya? Emosi tingkat tinggi banget nih. Udah ZBL KZL level advanced. Gimana caranya menyingkirkan ego, coba ya?


Gretchen Rubin

Hmmm ... Coba yuk, kita belajar dari Gretchen Rubin, penulis buku The Happiness Project ini punya sejumlah kalimat sakti yang mungkin bisa membantu Mama dan suami menghentikan perdebatan, dan lantas bisa membahas masalah tanpa harus saling berteriak.


BACA JUGA


Suami Istri Bertengkar? Wajar! Walaupun Mama Masih Marah Tetap Tunjukkan Rasa Cinta Pada Papa Dengan 8 Cara Ini. Dijamin Papa Bakal Melted!

Suami Istri Bertengkar? Wajar! Walaupun Mama Masih Marah Tetap Tunjukkan Rasa Cinta Pada Papa Dengan 8 Cara Ini. Dijamin Papa Bakal Melted!

Hubungan suami istri mana yang sempurna di dunia ini? Semua pasti melewati pasang surut dalam menjalaninya

Read more..


Kita mengalah, tanpa kelihatan kalah. Nah, hayo, siapa yang nggak pengin bisa begitu?

Maka, katakan 9 kalimat ini pada suami.


9 kalimat sakti yang harus Mama ucapkan saat bertengkar dengan suami untuk bisa meredam panasnya suasana.


1. "Papa nggak perlu mencarikan solusinya kok. Mendengarkan saja, itu sudah cukup membantu."


Kalimat ini merupakan cara bagus untuk tidak memperlihatkan rengekan Mama, sekaligus menghindari keluhan yang akhirnya bisa bertengkar dengan suami.

Tanpa terlihat berkonfrontasi, Mama bisa menyampaikan pada suami bahwa Mama hanya ingin didengarkan, tanpa diberi nasihat. Plus, kalimat ini sebenarnya pujian terselubung lho, bahwa suami adalah pendengar yang baik.. And he's your other half yang memang Mama butuhkan seutuhnya.


2. "Cobalah mengerti pemikiranku."



Salah satu yang hilang saat kita mulai berdebat dan bertengkar dengan suami adalah empati.

Ketahuilah, Ma, bahwa semakin banyak serangan yang kita lancarkan pada suami, maka akan semakin sempit pula pikiran kita.

So, coba deh, katakan kalimat sederhana tersebut pada awal argumen untuk memastikan bahwa Mama dan suami membahas masalah dengan saling memahami perasaan masing-masing.


3. "Ini sangat berarti untukku. Jadi, mau nggak Papa dengarkan dulu?"



Mungkin Mama berpikir bahwa kemampuan mendengar setiap orang otomatis menjadi satu paket dengan kemampuannya berdebat.

Well, Mama salah.

Saat kita bertengkar dengan suami, sebagian besar waktu kita biasanya habis untuk mempersiapkan kata-kata apa yang akan diucapkan selanjutnya demi mempertahankan pendapat dan juga mendapatkan perhatian dari suami.

Capek kan, Ma? Pastinya tuh. Daripada capek, ucapkan saja mantra ini di awal pembicaraan, dan tunggu beberapa saat sebelum mulai menyatakan poin penting Mama.


4. "Ini juga salahku."


Saat kita bertengkar dengan suami, cara paling mudah mencari akar permasalahan adalah dengan menyalahkannya sebagai si pembuat masalah.

Mama pun akan merasa sebagai pihak yang paling benar, karena merasa sebagai pihak yang terluka.

Pssst, nggak ada seorang pun yang ingin disudutkan lho, Ma. So, mengapa nggak mengakui saja bahwa Mama juga punya andil dalam masalah yang terjadi alias Mama ikut bersalah juga? Tak peduli seberapa pun kecil kesalahan kita, tapi kalau kita juga mengaku salah itu akan membantu mencegah perdebatan yang semakin panjang.


5. "Kita sudah keluar dari topik."


Awalnya mungkin Mama hanya bertanya, mengapa suami terlambat pulang. Lalu, perdebatan pun melebar ke mana-mana, hingga ada tuduhan cemburu segala macam.

Well, yang kayak begini, kalau nggak segera dihentikan, keluhan demi keluhan pasti akan terus bergulir.

Ayo, akhiri perdebatan ini dengan mengucapkan mantra di atas. Dengan demikian, Mama dan suami bisa segera mengembalikan pembicaraan ke masalah utama yang sebaiknya diselesaikan saat itu juga.


6. "Apa sih yang kita ributkan?"


Saat bertengkar dengan suami, masalah kecil memang tiba-tiba saja bisa berubah menjadi masalah besar. Apalagi jika kesalahannya hanya itu-itu saja.

Daripada terus mempermasalahkan hal-hal kecil tersebut, dan membuatnya mengambang tanpa solusi, mengapa nggak mengomunikasikannya saja dengan suami apa yang sebenarnya mengganggu Mama dan juga suami.

Bila sudah menemukan sumber masalahnya, Mama pun bisa mengucapkan kalimat tersebut untuk menghentikan perdebatan.


7. "Ini bukan cuma masalah Papa. Ini masalah kita berdua."


Melemparkan kesalahan pada pasangan meski dia memang bersalah, bukanlah hal yang bijak, Ma.

Ingat, tidak ada seorang pun yang ingin disalahkan ataupun menjadi kambing hitam. Namun, dengan kalimat sakti di atas, Mama bisa mengubah status Mama yang sedang bertengkar dengan suami menjadi suami versus masalahnya, sedangkan Mama akan mengambil posisi di sisinya untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.


8. "Stop dulu, deh."


Saat emosi sedang memuncak, tanpa sadar kita cenderung mengucapkan kata-kata yang menyakitkan orang lain, termasuk pada suami.

Nah, jika saat bertengkar dengan suami Mama mulai merasakan adanya dorongan mengatakan sesuatu untuk membalas rasa sakit hati yang Mama rasakan, lebih baik berhenti dulu bicara dan mintalah time out.

Beri waktu untuk Mama sendiri dan suami untuk menenangkan diri dan saling berpikir. Jika perlu, beri ruang masing-masing dulu sendiri. Dengan demikian, Mama memberi kesempatan rasa amarah untuk mereda lebih dulu.


9. "I love you!"


Nggak ada yang bisa menghentikan sebuah pertengkaran selain kata-kata penuh cinta seperti kalimat sakti di atas.

Amarah suami pasti segera mereda, dan hatinya pun akan luluh jika Mama mengucapkannya dengan tulus. Siapa yang bisa menolak kata-kata cinta dari orang tersayang? Nggak ada kayaknya. So, mau mengalah tapi tanpa merasa kalah? Lekaslah ucapkan mantra tersebut sebelum suasana semakin rumit.

Dan setelah itu, hmmm ... barangkali Mama bisa melanjutkan "pertengkaran" dengan suami di atas tempat tidur? Yummm!


BACA JUGA



Nah, jika Mama merasa acara Mama bertengkar dengan suami semakin memanas, jangan lupa ucapkan mantra-mantra sakti di atas ya, Ma.

Siap mencoba sekarang?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bertengkar dengan Suami Itu Nggak Ngenakin! Katakan 9 Kalimat Sakti Ini Agar Bisa Mengalah Tanpa Terlihat Kalah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar