Beberapa Fakta Mengenai Diare pada Anak yang Harus Mama Tahu

Beberapa Fakta Mengenai Diare pada Anak yang Harus Mama Tahu

4.3K
Kita nggak bisa sama sekali mengabaikan diare pada anak ini. Harus segera ditangani deh, pokoknya!

Duh, khawatirnya kalau terjadi diare pada anak ya, Ma? Anak akan lemas, nggak mau beraktivitas seperti biasa, dan yang paling mengerikan, diare juga bisa berujung kematian. Duh.

Namun, kenyataannya, pengetahuan kita soal diare pada anak ini juga masih terlalu minim ya. Untuk itu, coba yuk, simak beberapa fakta mengenai diare pada anak berikut, agar Mama, Papa dan juga pengasuh anak Mama jadi bisa mengenali gejala dehidrasi yang dapat muncul, sehingga bisa mengambil tindakan cepat untuk menolong si anak.


BACA JUGA


Waspadai Alergi Anak! Ini Dia 5 Tanda yang Harus Mama Ketahui!

Waspadai Alergi Anak! Ini Dia 5 Tanda yang Harus Mama Ketahui!

Alergi anak datang tanpa diduga! Ada baiknya Mama mengetahui tanda-tanda bahwa si kecil mengidap alergi

Read more..


Fakta-fakta mengenai diare yang harus diketahui

Apa sih sebenarnya diare pada anak itu?


Diare (diarrhea) merupakan kondisi tubuh yang harus mengeluarkan kotoran yang lunak berair sebanyak lebih dari 3 kali dalam sehari.

Kondisi diare ini bisa dibagi menjadi 3:

  • Diare berair dengan durasi pendek
  • Diare berdarah dengan durasi pendek
  • Diare yang berkepanjangan, yang berlangsung selama lebih dari 2 minggu


Apa penyebab diare pada anak?


Penyebab diare yang paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteria maupun parasit yang menyebabkan radang pada usus.

Infeksi seperti ini nih, Ma, bisa muncul dari makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan kotoran, atau langsung didapatkan dari orang lain yang mengalami infeksi yang sama.

Pada bayi usia kurang dari satu tahun dan diare pada anak balita, bisa juga disebabkan oleh sensitivitas (bukan alergi ya, Ma!) terhadap makanan tertentu, seperti misalnya sari buah yang berlebihan, perkenalan pada makanan baru yang terlalu cepat atau intoleransi terhadap laktosa.


BACA JUGA


Belajar dari Kasus Asri Welas, Mata Katarak Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir. Pelajari Fakta-Faktanya Yuk!

Belajar dari Kasus Asri Welas, Mata Katarak Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir. Pelajari Fakta-Faktanya Yuk!

Ternyata penderita mata katarak bukan hanya yang usia senja saja, balita pun bisa terkena. Lebih berhati-hati ya, Ma

Read more..


Waspadai intoleransi terhadap laktosa


Nah, lebih khusus lagi mengenai intoleransi laktosa ini Mama juga perlu tahu nih, bahwa intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh mengelola laktosa dalam susu karena kurang optimalnya produksi enzim laktase dalam tubuh, Ma.

Intoleransi terhadap laktosa menyebabkan munculnya gas, perut kembung, lalu berakhir dengan diare pada anak.

Cara menanganinya gimana tuh? Well, saran dari para pakar kesehatan adalah dengan mengganti susu biasa dengan susu bebas laktosa.

Susu bebas laktosa merupakan sumbe protein dan kalsium yang baik kok, Ma. Jadi nggak perlu khawatir ya, karena nggak jauh berbeda dari susu biasa sehingga anak atau bayi tetap akan tumbuh sehat. Pun pemulihan anak dari diare juga akan cepat.


Diare pada anak dapat membuat anak tak bugar dan memengaruhi perkembangan mental


Gara-garanya, diare memang merupakan pemicu utama malnutrisi pada anak, Ma, terlebih diare pada anak balita dan bayi.

Diare bisa menyebabkan anak terganggu proses pertumbuhannya, sehingga akan memengaruhi kebugaran dan produktivitas di usia dewasa.

Lebih buruk lagi, diare pada anak berdampak besar pada perkembangan mental dan kesehatan, karena sudah terbukti lo, Ma, bahwa anak yang sering mengalami diare parah memiliki hasil tes intelektualitas yang rendah.

Waduh!

Diare juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, mengganggu fungsi tubuh, terutama pencernaan, yang bisa membawa masalah baru akibat nggak terserapnya makanan secara optimal.


Waspadai diare pada bayi!


Bayi yang berusia di bawah 6 bulan, bisa mengalami dehidrasi dengan sangat cepat, Ma, dibandingkan anak balita, yaitu 1-2 hari setelah mereka mulai diare.

Kondisi ini sangatlah berbahaya, dan harus segera ditangani. Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk memberikan pertolongan, apalagi kalau suhu tubuh bayi Mama sudah mencapai 38.8 derajat Celcius dan muntah.


BACA JUGA


Kebersihan 6 Tempat dan Benda Ini Patut Mama Waspadai Karena Ternyata Jauh Lebih Kotor daripada Toilet!

Kebersihan 6 Tempat dan Benda Ini Patut Mama Waspadai Karena Ternyata Jauh Lebih Kotor daripada Toilet!

Kebersihan pangkal kesehatan! Namun, tempat dan benda yang dianggap (terlihat) bersih ternyata bisa saja menyimpan bakteri lebih banyak ...

Read more..


Duh, memang ya, kita nggak bisa sama sekali mengabaikan diare pada anak ini. Harus segera ditangani deh, pokoknya!

Berikut beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk menangani diare pada anak:


1. Ganti segera cairan yang hilang

Jika si kecil masih menyusu, maka berikanlah ASI seperti biasa, Ma. Tak perlu menguranginya. Untuk anak yang lebih besar, berikan juga kaldu dan susu, selain elektrolit untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang.

Perhatikan ya, Ma, jika si kecil menunjukkan tanda-tanda intoleransi terhadap laktosa, segera ganti susunya.

Segera pergi berkonsultasi ke dokter anak, terutama soal jumlah cairan yang tepat untuk menolong si kecil. Dan, ingat, jangan memberikan obat apa pun tanpa sepengetahuan dokter.


2. Berikan makanan yang bisa mendukung pemulihan dari diare

Jika si kecil sudah makan makanan padat, maka berikan sesuai dengan pola makan yang sudah terbentuk. Ingat, Ma, jangan memberikan makanan yang pedas atau yang mengandung lemak tinggi, seperti gorengan ataupun masakan bersantan ya.

Apalagi jika si kecil masih bayi. Hindarilah makanan berlemak, makanan berkadar serat tinggi (buah dan sayur), juga makanan yang terlalu manis.

Kalau diare pada anak sudah berhenti, kembalikan ke pola makan normal biasanya.



3. Observasi terus si kecil

Terus observasi kondisi si kecil ya, Ma. Catat perubahan-perubahan yang terjadi. Segeralah menemui dokter jika si kecil tak juga membaik.

Waspadai gejala dehidrasi diare pada anak, misalnya seperti menangis tanpa air mata, lebih jarang buang air kecil, warna urine lebih kuning, dan muncul cekungan pada bagian kepala atas bayi (fontanel).


4. Jaga kebersihan

Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan ya, Ma, karena dari sinilah diare berasal dan berawal.

Cucilah tangan dengan air hangat dengan sabun setiap kali akan dan setelah mengganti popok kotor demi mencegah penyebaran virus dan bakteri yang memicu diare pada anak.


BACA JUGA


#TanyaDokter Bersama dr. Sri Wahyuni Afandi: Tanya Jawab Seputar Kesehatan Pribadi dan Keluarga

#TanyaDokter Bersama dr. Sri Wahyuni Afandi: Tanya Jawab Seputar Kesehatan Pribadi dan Keluarga

Punya masalah kesehatan ringan? Mama bisa bergabung di Rocking Mama Community dan ikutan sesi #TanyaDokter berikutnya

Read more..


Nah, Mama, semoga sedikit paparan akan beberapa fakta dan langkah penanganan diare pada anak di atas bisa sedikit menambah pengetahuan Mama soal diare ini ya. Semoga si kecil dijauhkan dari penyakit ini. Pun Mama bisa tenang menanganinya, jika semisal si kecil terserang diare.

Selalu sehat ya, Ma!


Artikel ini merupakan hasil kerjasama RockingMama.id dengan Womanation.id


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Beberapa Fakta Mengenai Diare pada Anak yang Harus Mama Tahu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rocking Mama | @RockingMama

Mother's life hacks - Mama Community - For Smart & Powerful Moms Only!

Silahkan login untuk memberi komentar