Awas! 9 Makanan Ini Harus Dihindari Oleh Mama yang Lagi Hamil!

Awas! 9 Makanan Ini Harus Dihindari Oleh Mama yang Lagi Hamil!

5.5K
Pregnancy is the happiest excuse for feeling like crap.


“Eh, jangan makan nanas kalau lagi hamil apalagi usia kandungan masih trimester pertama. Ntar bisa keguguran loh!”

“Serius kamu makan durian kemarin? Kamu kan lagi hamil. Durian kan nggak baik untuk bumil. Nanti anakmu kepalanya bisa kotor loh pas lahir.”

“Kurangi deh makan coklat kalau udah dekat lahiran. Ntar kepala anakmu banyak kerak.”

Mama sering banget mendengar kalimat-kalimat tersebut ketika hamil? Makanan selalu menjadi kontroversi abadi bagi para mama hamil. Tanpa disadari, daftar makanan yang nggak boleh dimakan selama hamil itu semakin panjang saja tiap tahunnya. Setelah ditanya sebab nggak boleh dimakan, bingung nggak bisa dijawab. Pada umumnya larangan makanan bagi para mama hamil lebih banyak ke mitos saja tanpa ada dukungan fakta ilmiahnya.

Sebagai mama yang tengah hamil, kita kan harus pintar-pintar mencerna informasi ya, Ma. Makanan memang hal yang krusial karena akan dikonsumsi oleh tubuh dan juga bayi yang dalam kandungan. Berjaga memang penting. Tapi, jangan sampai larangan ini itu bikin Mama nggak makan.


Baca juga: Lagi Hamil, Boleh Makan Ini Nggak Ya? Boleh Makan Itu Nggak Ya?


Ada makanan tertentu yang memang harus dihindari Mama selama masa kehamilan untuk melindungi kesehatan bayi dalam kandungan. Bagaimanapun, daftar makanan tersebut sangat banyak dan begitu kontroversial, bahkan menjadi sulit untuk mengetahui makanan atau minuman apa saja sih yang berisiko untuk kesehatan, dan mana saja yang aman untuk dikonsumsi.

Aih, makin pucing pala barbie, ya Ma.. *huft*

Makanan seperti apa sih yang harus dihindari Mama yang lagi hamil? Menurut para dokter, makanan yang harus dihindari seperti makanan yang mengandung merkuri atau vitamin A berlebih karena dapat menimbulkan risiko kesehatan untuk bayi dalam kandungan. Nggak hanya itu saja, makanan kaleng pun dapat menyebabkan penyakit bawaan seperti Listeriosis dan keracunan Salmonella.

Jika Mama masih ragu dan khawatir, disarankan nih untuk konsultasi dengan dokter obsgyn. Biar perasaan Mama lebih plong ya, karena mendapat rekomendasi langsung dari ahli mengenai makanan apa saja yang bisa atau tidak untuk dimakan.

Untuk mengatasi kekhawatiran Mama, Rocking Mama merangkum 9 makanan yang perlu dihindari bagi mama yang lagi hamil karena telah terbukti paling berbahaya di masa kehamilan.


1. Feta Cheese


Feta adalah bentuk populer dari keju, digunakan di banyak salad dan pasta, begitu dipuja oleh para pecinta makanan di seluruh dunia. Jika Mama seorang pecinta keju, sebaiknya Mama perlu mengetahui keju apa saja yang aman untuk dikonsumsi. Sayangnya, keju jenis ini (juga keju-keju lembut dan belum diproses yang akan dibahas di poin berikut) telah dikaitkan dengan penyakit bawaan makanan.

Sayangnya, keju-keju sejenis feta ini merupakan pembawa penyakit Listeriosis. Secara umum, jika Mama tidak hamil, mengonsumsi makanan dengan Listeria nggak memiliki efek jangka panjang yang akan merusak kesehatan Mama. Tetapi untuk Mama hamil, sebaiknya hindari jenis keju yang tidak melalui proses pasteurisasi seperti feta ini.

Ada risiko keguguran, persalinan prematur dan penyakit parah, jika Mama sampai terinfeksi oleh Listeriosis.


2. Brie Cheese


Brie cheese, sama dengan feta cheese, umumnya tidak dipasteurisasi dan dapat menimbulkan risiko kesehatan potensial untuk Mama dan bayi dalam kandungan, karena membawa Listeriosis. Meski begitu, Ma, beberapa dokter mengatakan bahwa jika keju jenis ini dimasak, tidak apa-apa juga untuk dimakan.

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan.

Jadi, daripada kenapa-kenapa, mendingan Mama hindari dulu deh ya, makan segala macam keju lunak ini.


3. King Mackerel



King mackerel mungkin menjadi sumber asam lemak omega-3 yang sehat bagi manusia pada umumnya, tetapi kandungan merkuri yang tinggi pada ikan ini dapat berpotensi membahayakan bayi dalam kandungan.

Terlalu banyak merkuri dapat merusak perkembangan sistem saraf bayi, Ma. Risiko ketika mengonsumsi king mackerel saat hamil jauh lebih besar daripada manfaatnya, terutama ketika ada banyak ikan lain yang dapat Mama makan sebagai gantinya, seperti ikan salmon, ikan nila, tuna dan udang.

Untuk amannya, mending Mama skip dulu deh makan ikan mentah seperti sushi. Ada banyak jenis makanan dan menu lainnya yang jauh lebih aman untuk Mama dan bayi dalam kandungan.


Baca juga: Ini Dia Beberapa Tips Memasak dan Mengolah Ikan yang Harus Mama Tahu


4. Swordfish/Ikan Todak



Hadeh. Kok banyak banget ya, makanan yang harus dihindari ketika Mama sedang hamil? Asli bikin pucing ya, Ma. Tetapi, ya memang banyak makanan yang dapat mengakibatkan komplikasi serius bagi Mama dan bayi. Paling ngebingungin sih, biasanya yang terkait dengan seafood atau ikan-ikanan. Ada yang benar-benar harus dihindari, sedangkan ikan yang lain malah disarankan karena kandungannya yang bisa menyehatkan Mama dan bayi.

Nah, mirip dengan king mackerel, hiu dan swordifsh berpotensi mengandung merkuri yang tinggi dan berbahaya untuk mama hamil. Gantilah menunya dengan ikan tuna kalengan, salmon, udang atau cod. Tetapi pastikan Mama memantau asupan gizi dalam tiap porsi makan ya, Ma. Sebenarnya sih pedoman FDA menyatakan, bahwa mama hamil bisa memakan sampai dengan 12 ons (349 gr) dari ikan yang terkontaminasi merkuri per minggu, yang kira-kira sekitar 2x makan siang seafood.

Tapi, yah, kalau mau lebih aman sih, ya, mendingan hindari dulu deh ya, Ma. Masih banyak kok menu lain yang lebih sehat dan tanpa risiko. Iya nggak?


5. Kafein kopi dan teh


Jumlah kafein yang aman dikonsumsi mama hamil telah banyak diperdebatkan oleh para ahli. Kafein bisa melintasi plasenta dan memengaruhi detak jantung bayi Mama loh. Sumber umum dari kafein terdapat pada kopi dan teh, tapi tidak terbatas pada itu saja. Banyak dokter merekomendasikan bahwa perempuan hamil sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari.

Rata-rata secangkir 8 ons kopi mengandung sekitar 95 mg kafein, secangkir 8 ons teh mengandung sekitar 47 mg. Jika Mama tidak yakin tentang berapa banyak kafein yang aman, hal terbaik adalah menghindarinya sama sekali sampai Mama berkonsultasi dengan dokter.


Baca juga: Suka Merasa Nggak Sehat Tanpa Kopi? Ini Dia Fakta-Fakta Mengenai Kopi yang Harus Mama Tahu


6. Daging Olahan


Daging olahan gampang banget diperoleh dan murah! Sering menjadi isian pada sandwich dan anak-anak pun menyukainya.

Tapi, perlu Mama ketahui bahwa secara umum, daging olahan harus dihindari selama kehamilan. Daging ini juga telah disinyalir menjadi pembawa Listeriosis, Ma.

Listeria adalah penyakit langka, tapi mama hamil lebih rentan untuk terpapar virus, begitu juga bayi dalam kandungan Mama. Dalam masa perkembangannya, bayi akan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena komplikasi dari penyakit ini. Makanan dalam kategori ini mencakup juga daging yang sudah diproses seperti ham, kalkun, ayam, daging asap, dan lain-lain. Termasuk juga hot dog mentah dan bologna.


Baca juga: Pengin Masak Burger yang Sehat? Coba Trik-Triknya Berikut Ini, Ma!


7. Hati



Sering banget bukan kita mendengar kalau mama hamil baik makan hati untuk penambah darah.

Eits, tunggu dulu! Kebanyakan produk turunan hati seperti sosis hati mengandung vitamin A dalam jumlah yang berbahaya. Terlalu banyak vitamin A, terutama selama beberapa bulan pertama kehamilan, telah dikaitkan dengan cacat lahir pada bayi.

Sebenarnya ada dua zat yang dikonversi ke vitamin A dalam tubuh kita, salah satunya adalah beta karoten dan zat ini aman untuk mama hamil. Sumber vitamin A ini dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayur dan biji-bijian. Beta karoten ini nggak menimbulkan risiko bagi bayi yang belum lahir, Ma. Namun, vitamin A yang belum terbentuk seperti ditemukan dalam hati adalah jenis yang tidak aman bagi mama hamil, sehingga perlu untuk dihindari.


8. Susu Mentah (Belum Dipasteurisasi)



Seperti halnya dengan keju yang belum dipasteurisasi, susu yang belum dipasteurisasi pun dapat menimbulkan risiko kesehatan yang besar untuk bayi dalam kandungan.

Disarankan untuk Mama nggak minum susu mentah (juga dikenal dengan susu yang belum dipasteurisasi). Termasuk di dalamnya susu domba dan susu kambing (juga keju kambing).


Baca juga: 3 Kebiasaan Baik Ini Akan Didapat Si Kecil Jika Mau Minum Susu Secara Teratur Sampai Usia 12 Tahun


9. Telur Mentah



Sebagian besar orang menambahkan beberapa telur mentah ke dalam sarapan pagi (biasanya dalam bentuk smoothie) sebagai tambahan protein.

Tapi, mama hamil harus menghindari makan telur mentah sama sekali selama masa kehamilan, karena telur berisiko keracunan salmonella. Ada beberapa efek samping yang dapat memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Beberapa di antaranya menyebabkan persalinan dini dan dehidrasi, karena keracunan salmonella menyebabkan muntah dan diare.

Telur yang dimasak merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang baik. Jadi, jika Mama pengin banget makan telur selama masa kehamilan, pastikan dulu ya, Ma, bahwa telur itu sudah dimasak dengan sempurna. Ketika memasak telur, putih dan kuning telur harus padat.

Beberapa produk yang harus diwaspadai adalah yang dibuat dengan telur mentah atau setengah matang seperti dressing salad caesar, adonan kue dan eggnog. Yang terbaik adalah menghindari makanan ini sebisa mungkin selama masa kehamilan Mama.


Baca juga: 3 Langkah Mudah untuk Semangkuk Sarapan Sehat


Nah, Mama, yang penting Mama tetap selalu berkonsultasi dengan dokter Mama ya, terkait kesehatan kehamilan Mama termasuk nutrisi Mama. Jangan sampai kekurangan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.

Stay healthy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Awas! 9 Makanan Ini Harus Dihindari Oleh Mama yang Lagi Hamil!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar