5 Nasihat Untuk Kamu yang Sebentar Lagi Menikah, dari Kami yang Telah Beberapa Tahun Menjalani Pernikahan

5 Nasihat Untuk Kamu yang Sebentar Lagi Menikah, dari Kami yang Telah Beberapa Tahun Menjalani Pernikahan

11.3K
A perfect marriage is just two imperfect people who refuse to give up on each other.

Hei, kalian. Iya, kalian yang sebentar lagi akan mulai terikat satu sama lain. Sebaiknya kalian membaca terlebih dahulu artikel ini sampai selesai.

Kami tak mencoba untuk menakuti kalian, tapi percayalah, sebentar lagi kalian akan memasuki dunia yang sama sekali berbeda dan mungkin tak pernah dibayangkan.

Masa pacaran adalah masa-masa kasmaran di mana kalian akan menggali 'informasi' dan mengenal lebih dalam satu sama lain. Sehingga setidaknya kalian akan mempunyai gambaran tentang siapa yang akan menjadi pasangan hidup masing-masing kelak setelah melangkah ke jenjang pernikahan.

Kalian pasti menyadari, bahwa keputusan untuk menikah yang telah kalian ambil adalah langkah besar, atau boleh dibilang langkah raksasa, dalam tahap hidup kalian. Oleh karena itu, keputusan ini hendaknya dilakukan dengan pemikiran matang dan pertimbangan yang jelas.

Bukan tindakan spontan seperti Princess Anna di film Frozen yang bertemu Prince Hans, dan ingin menikah di hari pertama berkenalan, atau seperti lagu Bruno Mars, yang bilang.

It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do, oh baby, I think I wanna marry you!

Jadi, jangan dulu menikah sebelum mendapat gambaran jelas tentang calon pasangan hidup kalian, atau terbawa emosi dan tekanan apa pun, dari siapa pun. Keputusan untuk mengiyakan ajakan menikah harus datang dari dalam lubuk hati terdalam, karena nantinya kalian akan menghabiskan sisa hidup dan membangun keluarga bersama pasangan pilihan.

Akan ada banyak hal-hal yang muncul di level pernikahan, yang pada waktu masa pacaran tidak terlihat sama sekali.

Maka, ada baiknya kalian mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dan inilah nasihat dari kami, yang sudah menjalani beberapa tahun terikat dalam pernikahan.



Siapkan mentalmu!

Siapkan Mentalmu! -

Hal ini fundamental sekali untuk lajang yang memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Prepare your marriage, not only your wedding.

Terkadang, kita semua (kami juga) terlalu fokus memikirkan resepsi daripada memikirkan apa yang akan kita lakukan pada tahap setelahnya.

Menikah mungkin mengubah seluruh kebiasaan yang selalu kalian lakukan saat masih lajang. Dan beberapa kebiasaan tersebut akhirnya nggak bisa lagi dilakukan, karena kalian terikat pada "orang lain".

Setelah menikah, perempuan harus bersiap menjadi seorang istri dan seorang ibu. Jadi, tidak ada salahnya membekali diri dengan informasi seputar self improvement tentang bagaimana menjadi seorang istri dan ibu. Tak lupa juga bekali diri dengan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan sedini mungkin.

Siapkan diri kalian juga, bahwa tidak ada pernikahan seperti di cerita dongeng yang mulus tanpa masalah. Karena kenyataan bicara lain, bahwa kesiapan mental sebuah pasangan diuji ketika pada saat badai datang. Entah mereka akan bisa melewatinya, dan menjadikan badai sebagai pelajaran perjalanan pernikahan, ataukah mereka akhirnya gagal dan lebih memilih untuk menyerah.



Latihlah keterampilan komunikasi setiap hari!

Latihlah Keterampilan Komunikasi Setiap Hari! -

Ini terdengar klise, tapi kemampuan berkomunikasi dalam pernikahan selama ini terbukti bisa menyelamatkan seluruh kapal, terutama saat badai.

Ketrampilan ini tidak diperoleh secara tiba-tiba, tapi diasah seiring waktu. Ketrampilan berkomunikasi bukan saja tentang bagaimana bicara, tapi juga mendengar, membaca situasi, serta memilih tindakan yang tepat.

Memperkaya diri tentang ilmu berkomunikasi dengan pasangan bisa didapat dari mana saja; buku, artikel, bahkan seminar. Kalian bisa saja menghafalkan semua teori itu jika mau. Tapi, percayalah, ujian sebenarnya adalah ketika kalian dihadapkan pada situasi yang krusial.

Contohnya, ketika ART di rumah tidak datang, anak yang besar ribut minta dimandikan, anak yang kecil menangis minta susu, dan saat bersamaan, suami juga sedang banyak tekanan di kantor. Sedikit saja salah satu salah bicara, maka bisa ditebak apa yang akan terjadi.

Saya pribadi lebih memilih diam daripada membuat celetukan yang bisa memicu api pertengkaran di saat genting seperti ini. Kalian mungkin tak percaya, tapi sekadar diam saja itu juga sangat sulit pada awalnya. Tapi saya belajar, bahwa menyingkir sementara ternyata bisa membantu meredam emosi.



Biasakan berdiskusi tentang semuanya!

Biasakan Berdiskusi Tentang Semuanya! -

Setelah menikah, 'aku' bukan lagi nomor satu, melainkan 'kita'.

Banyak masalah yang berawal dari 'aku', dan akhirnya berkembang ke mana-mana menjadi besar. Jadi apa pun yang mengganjal pikiran hendaknya didiskusikan bersama pasangan kalian. Jangan dengan pihak lain, sekalipun itu orangtua, atau mungkin sahabat dekat.

Walaupun tiap hari menghabiskan waktu bersama, kalian adalah dua individu yang berbeda, bukan paranormal yang bisa membaca pikiran. Berdiskusi adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah.

Uang. Ya, ini adalah masalah yang sensitif untuk banyak pasangan, sehingga terkadang lebih sering dihindari ketimbang dibahas. Bukan berarti kita lantas selalu hitung-hitungan secara materi, tetapi lebih ke bagaimana memperlakukan uang sebagai sarana untuk membawa hidup kita ke sebuah tujuan. Setuju kan kalian?

Di masa pernikahan, baik dengan satu atau beberapa sumber pendapatan, pengaturan harus dilakukan secara terbuka, sehingga jelas ke pos apa saja uang akan dialirkan. Kalaupun harus berutang atau mengambil kredit, seperti kredit rumah, kendaraan, atau barang lainnya, kalian harus tahu kemampuan mencicil kalian sendiri.

Keterbukaan dan kerja sama adalah faktor penting dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Begitu juga dengan masalah seks. Bahasan ini sebaiknya dilakukan ketika suasana hati kedua pihak dalam keadaan netral, sehingga tidak membuat salah satu pihak merasa dipojokkan. Ungkapkan apa yang menjadi hambatan, atau apa yang diinginkan dari pasangan. Just be fair!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Nasihat Untuk Kamu yang Sebentar Lagi Menikah, dari Kami yang Telah Beberapa Tahun Menjalani Pernikahan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Susan | @susanindriany

Mom of two. Surviving motherhood. Owner of Blog Dekat Hati. www.dekathati.com

Silahkan login untuk memberi komentar