Ini Lho, Ma, 5 Hal yang Sering Kita Lakukan Tanpa Sadar Namun Dapat Menyakiti Hati Anak

Ini Lho, Ma, 5 Hal yang Sering Kita Lakukan Tanpa Sadar Namun Dapat Menyakiti Hati Anak

2.1K
The way we talk to our children becomes their inner voice.

Setiap orangtua menginginkan yang terbaik bagi anaknya.

Iya nggak sih? Iya dong! Namanya juga anak-anak kita. They deserve the best! Kita belikan mereka yang terbaik, pun kita berikan semua yang kita mampu. Harapannya sih, di kemudian hari mereka akan menjadi seseorang yang baik. Meski 'baik' di sini juga relatif dan terlalu luas juga sih pengertiannya ya. Tapi setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik.

Tapi, tanpa sadar kita justru sering melakukan atau mengatakan hal-hal yang sebenarnya bisa sangat menyakiti hati anak-anak kita lho, Ma. Dan ironisnya, kita sering melakukannya atas nama kebaikan bagi mereka.

Hmmm, benarkah semua dilakukan demi kebaikan? Kebaikan macam apa?

Kadang ya, walaupun sudah diberikan pendidikan sekolah yang optimal, kita sering lupa bahwa sebenarnya kitalah contoh terbaik bagi anak-anak. Kalau diingatkan, kita akan berdalih, bahwa kita adalah contoh yang buruk makanya jangan meniru kita. Lho? Logikanya kok terbalik? Seharusnya kita memberi contoh yang baik kan ya?


Baca juga: Ini Dia 4 Pola Asuh Anak Sudah Ketinggalan Zaman yang Perlu Segera Diubah!


Maka, orangtua harus berhati-hati dalam berkata-kata dan bersikap terhadap anak. Selain, kita nggak tahu kapan perkataan Anda menyakiti hatinya dan bila terus dibiarkan, mungkin anak malah jadi menjaga jarak dengan kita orangtuanya. Kan bagaimanapun, mereka punya naluri untuk melindungi diri dari rasa sakit kan, meski bahwa itu datang dari kita, orangtuanya (yang seharusnya bisa melindungi dirinya). You know, Ma, perasaan-perasaan inilah yang nantinya akan memengaruhi bagaimana mereka bersikap di masa depan.

Oleh sebab itu, perhatikanlah hal-hal berikut yang dapat menyebabkan si kecil sakit hati.


Orangtua Tidak Tepati Janji


Mama pernah menjanjikan sesuatu pada anak, baik sebagai reward atau sebagai pengalihan supaya dia nggak tantrum? Nah, segeralah tuntaskan, Ma. Berusahalah untuk selalu mengingat janji-janji yang pernah Mama berikan pada anak, agar anak merasa tidak disepelekan dan tidak dipermainkan perasaannya.

Lho, kemarin saya janji belikan es krim kan karena supaya dia nggak ngamuk di toko mainan!

Nah, next time, Mama, jangan berjanji demi meredam tantrum anak. Selain itu juga tidak efektif untuk mengatasi kebiasaan tantrumnya, asal memberi janji yang nggak akan ditepati juga akan membuatnya nggak percaya lagi pada Mama. Jadi, jagan berikan janji-janji yang tidak bisa Mama tepati, ya.

Dengan menepati janji, anak tidak akan merasa diremehkan dan merasa bisa memercayai orangtuanya.


Baca juga: Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan


Kurang Memberi Perhatian dan Waktu


Menyatakan kasih sayang dan membangun hubungan yang dekat dengan anak tidak bisa hanya dilakukan dengan memberi hadiah semata-mata, Ma. Kasih sayang terhadap anak yang mendalam akan terbaca sendirinya oleh anak melalui kehadiran Mama yang sungguh-sungguh memberikan perhatian untuknya sepenuhnya.

Ya memang sih, waktu dan keadaan sering kali membatasi perhatian orangtua untuk selalu ada untuk anak. Termasuk kita ya, Ma. Kadang badan sih ada di antara mereka, tapi pikiran? Nggak ada yang tahu terbang ke mana.

So, sekalipun sibuk, usahakan banget untuk memrioritaskan mereka, Ma. Berkomunikasilah selalu dengan anak. Luangkanlah waktu setiap hari untuk berinteraksi bahkan bertatap muka dengan si kecil dan ajak dia mengobrol.


Tidak Menjadi Teladan bagi Anak


Nah, ini nih, Ma, yang tadi disebutkan di atas. Orangtua adalah contoh terbaik dan terdekat bagi setiap anak.

Jadi, konsistenlah dalam berkata-kata dan bertingkah laku yang baik, sopan dan tidak melakukan apa yang Mama larang untuk anak. Di manapun Mama berada, siapa pun yang Mama hadapi, Mama harus menunjukkan nilai yang sama dengan yang Mama ajarkan pada mereka. Terapkanlah nilai standar hidup yang sama, sehingga Mama tidak terlihat seperti orang yang munafik di depan anak. Jangan sampai anak berpikir, lho, Mama aja melakukan itu kenapa aku nggak boleh? Sekali mereka sempat berpikir demikian, percayalah, Ma, wibawa Mama sudah turun di mata mereka. Mereka kemudian tak merasa harus mematuhi Mama. Merea akan merasa ditipu bila melihat orangtuanya melakukan apa yang tidak boleh dia lakukan.

Children are the best copycat, either in a good way or in a bad way.


Baca juga : 5 Kebiasaan Mama yang Tidak Sehat Ini Jangan Sampai Menular Pada si Kecil ya, Ma!


Berlaku Kasar pada Anak


Mama, sejengkel apa pun kita, jangan sampai berbicara dengan nada tinggi dan berteriak pada anak-anak ya. Jangan sampai terbawa emosi bila menghadapi anak, karena bisa saja secara nggak sadar Mama akan melakukan tindak kekerasan pada anak. Perlakuan yang kasar akan membuat anak merasa tertolak dan tidak diinginkan keberadaannya. Tindakan dan perkataan kasar dari orangtua ini akan memicu anak untuk berbuat hal yang sama pula kepada orang lain, termasuk orangtuanya sendiri kelak.


Baca juga: Awas! Waspadai 5 Dampak Buruk Kebiasaan Marah dalam Keluarga yang Dapat Memengaruhi Pertumbuhan si Kecil Ini!


Merendahkan Anak dengan Perkataan Negatif


Hati-hati saat bertindak, juga saat berucap, Ma.

Jangan biasakan untuk mengeluarkan kata-kata yang negatif kepada anak Anda, seperti label "bodoh”, “lamban”, “pemalas”, dan lain-lain. Sebab, label apa yang Mama pernah berikan pada anak, itulah yang akan diingatnya dan dianggapnya menjadi identitas dirinya. Siapa lagi sih yang bisa dia sangat percaya selain orangtuanya? Makanya, kalau kita sampai memberikan label itu padanya, dia juga akan dengan cepat memercayainya.

Membiasakan untuk selalu memotivasi anak dengan kata-kata yang membangun dan menguatkan tentu akan lebih baik, bukan, daripada memberi kata-kata negatif yang menjatuhkan rasa percaya diri mereka? Walaupun anak mendengar kata-kata negatif dari orang lain atau teman-temannya, namun anak telah memiliki dasar yang kuat dan kepercayaan diri yang sudah kita tanamkan padanya. Perkataan negatif dari orang lain tidak akan digubrisnya, karena orangtuanya tidak berkata negatif tentang dirinya.


Baca juga: Meski Dianggap Eksentrik, Ada 5 Poin Positif dari Gaya Parenting Angelina Jolie. Simak Yuk!


Nah, Mama, segera ubah pola asuh di atas jika Mama masih melakukannya sekarang ya. Lakukan demi kebaikan si kecil, dan demi masa depannya nanti.

Semangat, Mama!


Sumber artikel: magazine.orami.co.id


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Lho, Ma, 5 Hal yang Sering Kita Lakukan Tanpa Sadar Namun Dapat Menyakiti Hati Anak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar