5 Hal yang Bisa Kita Ajarkan kepada Anak-anak Tentang Keuangan Agar Mereka Lebih Bertanggung Jawab

5 Hal yang Bisa Kita Ajarkan kepada Anak-anak Tentang Keuangan Agar Mereka Lebih Bertanggung Jawab

1.2K
Beware of little expenses, small leaks will sink a great ship. ~ Benjamin Franklin

Mama, akan datang saatnya ketika kita sebagai orangtua akan dihadapkan pada masalah keuangan hanya gara-gara permintaan si kecil.

Anak-anak, adalah kita dalam versi mini. Betul kan, Ma? Mereka juga mempunyai gengsi, ego, dan perasaan ingin diterima oleh teman-temannya. Barangkali suatu saat mereka akan pulang sekolah sembari merengek minta dibelikan pensil warna baru. Dan itu hanya karena semua teman di kelasnya memiliki pensil warna yang lagi ngehits. Padahal pensil warna yang di rumah sudah entah ada berapa set. Atau kalau anak-anak yang lebih besar, biasanya sih masalahnya adalah mereka terus menerus minta uang jajan lebih, hanya karena teman-temannya yang lain dikasih jajan lebih banyak oleh mama masing-masing. Padahal anggaran harian kita sudah pas ya.

Duh ...

Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sepele. Tapi jangan salah. Jika hal ini terus kita biarkan, kita bisa memupuk kebiasaan buruk di dalam diri anak-anak kita, berupa ketidakpedulian, kurang bijaknya penggunaan, serta kurang menghargai nilai uang.

Wah, tentunya kita nggak mau kan, ya, anak-anak kita setelah dewasa nanti terjerat dengan masalah uang, akibat kita kurang memberi pengertian mengenai pentingnya hal ini untuk mereka, Ma? Sehingga berakibat pada kurang cermatnya pengambilan keputusan keuangan mereka nanti?

Well, untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa hal yang Mama, dan juga saya, bisa lakukan agar si kecil lebih mengerti arti nilai dan menghargai uang.


1. Menanamkan pengertian bahwa uang merupakan sarana


Ya, Mama, tanamkan bahwa uang merupakan sarana agar kita dapat memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Termasuk di antaranya menabung, dan membantu orang yang kesusahan, nggak sekadar untuk membeli barang-barang yang kita inginkan alih-alih yang kita butuhkan.

Cara menanamkan pengertian ini adalah dengan memberikan uang jajan sesuai dengan umur si kecil, juga disesuaikan dengan situasi keuangan keluarga kita sendiri. Kita yang tahu betul, seberapa mampukah kita memberi uang jajan untuk mereka. Ajak mereka untuk tidak membandingkan uang jajan yang mereka terima dengan teman yang lain, karena situasi yang berbeda di setiap keluarga.

Kita juga tidak bisa begitu saja memberi mereka uang tanpa pengawasan dan pengertian, Ma. Misalnya, memberi uang tanpa tahu akan digunakan atau dibelikan apa. Hal ini akan menjebak kita sendiri. Frustrasi karena anak-anak membeli barang-barang yang nggak perlu, jadi boros, atau kehabisan uang sebelum waktunya.

So, kendalikan diri Mama sendiri supaya nggak terlalu memenuhi setiap keinginan mereka. Seiring meningkatnya umur, mereka juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dan bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri, termasuk dalam hal keuangan. Bantu juga anak-anak untuk menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki untuk menabung, atau juga memberikan donasi kepada orang-orang yang kurang beruntung.


Baca juga: Pengin Anak Punya Jiwa Entrepreneur Sejak Kecil? Ini Dia 5 Langkah dalam Mendidiknya!


2. Berikan pengertian dan beri contoh menabung


Mama bisa memperlihatkan kepada anak-anak contoh langsung, bagaimana kita bisa terselamatkan dengan menabung atau mempersiapkan dana darurat.

Jika Mama dihadapi pada situasi yang tidak terduga seperti anggota keluarga yang sakit, mobil yang rusak, atau rumah yang butuh perbaikan, Mama bisa libatkan anak-anak dengan mengajak mereka berhitung dalam membiayai situasi tersebut. Anak-anak bisa melihat bahwa dengan menabung, kita bisa bersiap menghadapi situasi tersebut tanpa mengganggu pos-pos rutin lainnya.

Ah, ini bisa berguna sekali untuk masa depan mereka, Ma!


Baca juga: Contohkan 4 Hal Berikut Ini untuk Membentuk Perilaku Baik pada Anak!


3. Ajak mereka saat berbelanja bulanan


Wah, acara belanja bulanan adalah kegiatan yang tepat untuk mengajak anak praktik langsung mengenai keuangan, Ma.

Libatkan mereka dari mulai membuat daftar belanjaan hingga menentukan bujet sebelum berangkat berbelanja. Kemudian tunjukkan alasan mengapa Mama hanya berbelanja sesuai dengan daftar belanjaan.

Kita juga bisa menunjukkan bahwa beberapa hal bisa kita hemat dengan memanfaatkan promo diskon, keuntungan menjadi member supermarket tertentu, atau bahkan promo bank dan credit card lho.


Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Membantu Kita Berhemat


4. Biarkan mereka menentukan pilihan mereka sendiri


Sebagai orang tua kita cenderung menghakimi pilihan anak yang mungkin kurang sesuai dengan selera atau pertimbangan kita, ya Ma. Mereka pengin sepatu A, tapi kita bujuk untuk memilih yang B. Memang sih, ada banyak pertimbangan, Ma, saat kita melakukannya ya. Dan barangkali harga barang menjadi salah satu pertimbangan yang paling penting, mengapa kita kerap 'memaksakan' kehendak kita pada mereka.

Memang cara ini ada bagusnya ada enggaknya sih. Tapi, Mama bisa mengatasinya dengan cara memberikan beberapa alternatif pertimbangan dengan bahasa yang mereka mengerti, saat mereka mulai memilih barang yang mereka inginkan. Misalnya nih, sepatu A lebih mahal ketimbang sepatu B. Katakan pada mereka, jika membeli sepatu A memang lebih mahal, tetapi biasanya akan lebih awet. Sedangkan sepatu B, memang lebih murah dan barangkali kurang awet, tapi mengingat pertumbuhan mereka sendiri, sepatu juga harus menyesuaikan ukurannya kan?

Jadi, tunjukkan kekurangan dan kelebihan masing-masing pilihan. Lama-lama mereka akan tahu dan punya alasan yang bertanggung jawab dengan bujet mereka sendiri. Nah, saat hal itu terjadi, jangan ikut campur lagi ya, Ma.


Baca juga: Yuk, Kita Ajarkan dan Bantu Anak untuk Selalu Berpikir Positif dengan 7 Cara Sederhana Ini!


5. Jadilah contoh


Nah, ini dia nih, kunci utama buat anak-anak. Con-toh. Te-la-dan. Duh, beratnya istilah itu. Hahaha.

Tapi, iya kok. Rasanya nggak bener banget deh, kalau kita mengajarkan pengelolaan uang yang baik, padahal kita sendiri sering dan suka lapar mata dengan membeli barang berlebihan. Penting banget nih, Ma, menunjukkan pada mereka bagaimana kita menahan diri untuk tidak menukar gadget kita setiap model terbaru keluar, atau bagaimana kita tidak membeli tas atau sepatu setiap bulan. Juga bagaimana tetap berpegang teguh kepada bujet yang dibuat di awal bulan, dan mempergunakan kartu kredit hanya untuk menunda pembayaran, bukan berutang.

Ayo, Ma, perbaiki dulu jika ada yang kurang dalam pengelolaan keuangan Mama, sebelum Mama mengajarkannya pada anak-anak.


Baca juga : 6 Kesalahan Keuangan Berikut Ini Sering Dilakukan oleh Mama Demi Keluarga. Apa Saja?


Semoga hal-hal sederhana ini, jika kita lakukan secara konstan, bisa membekali anak-anak kita supaya lebih bijak mengelola uang ya, Ma. Semoga mereka tetap bijak dan bertanggung jawab.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Hal yang Bisa Kita Ajarkan kepada Anak-anak Tentang Keuangan Agar Mereka Lebih Bertanggung Jawab". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Susan | @susanindriany

Mom of two. Surviving motherhood. Owner of Blog Dekat Hati. www.dekathati.com

Silahkan login untuk memberi komentar