5 Cara Sederhana Ini Bisa Ajarkan Keberagaman Kebudayaan pada Anak. Say No to Discrimination!

5 Cara Sederhana Ini Bisa Ajarkan Keberagaman Kebudayaan pada Anak. Say No to Discrimination!

3.8K
Mengajarkan anak-anak kita tentang berbagai kultur yang ada di negara kita dan kemudian di seluruh dunia dapat menghentikan siklus diskriminasi, memahami budaya mereka sendiri serta memperluas wawasan anak

Nina (35 tahun) tengah berdiri di depan gerbang sekolah ketika ia melihat sesosok anak yang nampak berbeda dari sekumpulan anak yang berbondong-bondong keluar dari ruang kelas masing-masing. Dilihat dari warna seragamnya yang masih berkilau, sepertinya anak lelaki itu baru saja bergabung sebagai murid di sekolah tersebut. Sayang, nggak seperti anak lain yang nampak ceria dan bersemangat, anak itu tampak lesu. Wajahnya keruh dan berkali-kali ia menghela napas sambil menghampiri ibunya yang berdiri tak jauh dari Nina.

“Sepertinya teman-temanku nggak suka denganku, Ma. Mereka terus-menerus mengejek aku. Aku nggak mau lagi sekolah di sini, Ma. Kita pulang aja yuk, ke rumah kita yang dulu,” keluhnya kepada si ibu yang dengan lembut mengusap kepalanya dan merangkul pundak putranya sambil beranjak pergi. Nina tahu betapa galau hati si ibu karena dia pun pernah mengalami hal yang sama beberapa bulan lalu.

“Mamaaaa!” teriakan anaknya memecah perhatian Nina.

“Mama tahu nggak? Ada temen baru di sekolah. Aneh deh, Ma. Masa kulitnya hitam, trus suaranya keras dan cara ngomongnya tuh aneh,” celoteh gadis kecil berusia 9 tahun itu. “Temen-temen ngejek dia terus. Aku kasihan sih. Tapi aku juga agak lega karena sekarang mereka nggak ngejek aku lagi. Aku bukan lagi satu-satunya yang beda di kelas,” lanjutnya.

“Kenapa sih, Ma? Teman-teman di sekolah nggak bisa kaya Upin Ipin dan temen-temennya? Upin Ipin, Jarjit, Mei Mei, Susanti, kan beda-beda ya, Ma? Tapi mereka bisa main bareng nggak pake ejek-ejekan tuh,” tuntutnya lagi.

Nina hanya tersenyum. PR lagi jadi orangtua nih, pikirnya. Dan sepertinya bukan hanya Nina yang punya masalah tersebut, ya, Ma. Ada yang pernah punya pengalaman sama? Baik jadi yang dibully maupun membully?

Kita yang tinggal Indonesia, tentu punya masalah yang sama. Yaitu, bagaimana mengajarkan anak-anak akan keragaman budaya kita.

Bayangkan saja, Ma. Indonesia tercinta kita saja punya lebih dari 300 kelompok etnik. Ada suku Jawa, Sunda, Betawi, Batak, Minangkabau, Banjar, Tionghoa, Dayak dan masih banyak lagi. Semua ini memiliki karakteristik fisik, adat dan budaya yang berbeda.

Sebenarnya kondisi demografis Indonesia itu, dengan keragaman budayanya, memberikan keluarga kita kesempatan yang baik untuk belajar dan menghargai keunikan masing-masing suku tanpa harus meninggalkan rumah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya saja.

Apakah penting bagi anak untuk mempelajari berbagai budaya?

Penting, Ma! Mengajarkan anak-anak kita tentang berbagai kultur yang ada di negara kita dan kemudian di seluruh dunia, dapat membuat mereka memiliki ikatan dengan keragaman budaya tersebut. Dengan demikian diharapkan mereka dapat menghentikan siklus diskriminasi, memahami budaya mereka sendiri serta memperluas wawasan anak.

Bayangkan kalau kelak semua anak dapat menerima semua orang dengan hati yang lapang, Ma. Tentu nggak akan lagi ada kejadian yang dialami Nina, anaknya atau kita sendiri ya, Ma.

Tapi gimana caranya? Yuk, kita mulai dari yang sederhana dulu, Ma. Seperti:


1. Mencoba Makanan Dari Daerah Yang Berbeda Dari Asal Kita


Photo via HIdup Sehat

Mencoba aneka makanan dari daerah yang berbeda dari kita adalah salah satu cara menarik untuk mengenalkan anak akan budaya lain dari rumah.

Mungkin tiap dua minggu kita bisa mengajak anak-anak mencari tema makanan daerah yang dapat kita coba untuk menu istimewa di akhir pekan. Nasi uduk ala Betawi untuk sarapan di Minggu pagi, Rawon Surabaya, masakan Padang yang pedas, ayam Betutu khas Bali, sushi dari Jepang atau dimsum dari Cina untuk kesempatan berikutnya.

Kalau Mama memasak sendiri, ajak anak untuk mencari resepnya dan biarkan mereka membantu kita memasak. Anak akan mengenal bumbu-bumbu dan rasa yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Dan saat menghidangkan masakan tersebut, sisipkan juga kisah atau foto-foto dari mana makanan tersebut berasal, bagaimana karakteristik penduduknya dan apa saja budaya yang terkenal di tempat tersebut.


2. Pastikan Buku Bacaan Mereka Memiliki Karakteristik Tokoh Dari Budaya Yang Berbeda


Kebanyakan buku-buku bacaan anak yang berbahasa Indonesia temanya nasional ya, Ma. Jarang ada yang khusus menjadikan salah satu kelompok etnik menjadi tokoh utamanya. Kalau agama tertentu sih banyak. Tapi, kita dapat mengatasinya dengan membelikan mereka buku cerita rakyat dari berbagai macam daerah. Bawang Merah Bawang Putih, Roro Jonggrang, Legenda Malin Kundang, dan sebagainya dapat kita jadikan pilihan bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Bagi anak-anak yang lebih muda, kita dapat memulainya dengan buku-buku berbahasa Inggris dengan tokoh anak dari berbagai ras di dunia, Ma. Sepertinya ini lebih mudah ditemui ya?


3. Perkenalkan Mereka Dengan Aneka Pakaian Tradisional


Photo via blog Galaxy Mcs

Biasanya, tiap peringatan hari Kartini atau 17 Agustus di sekolah, anak akan diminta mengenakan pakaian tradisional. Mungkin sepertinya merepotkan ya, Ma, harus sewa kostum segala. Tapi manfaatkan momen ini untuk mengajarkan indahnya budaya masing-masing daerah. Kebaya yang cantik atau baju kurung yang cerah untuk si gadis kecil dan pesa’an ala Madura atau beskap bagi si bujang. Jelaskan darimana asal mula atau inspirasi baju-baju yang mereka kenakan tersebut.

Kalau sekolah anak nggak terbiasa mengadakan peringatan tersebut, kita dapat memanfaatkan kain dengan beraneka corak batik atau kain tradisional untuk mengenal suatu daerah karena tiap kelompok etnik biasanya memiliki keunikan khusus. Nah, kain-kain ini dapat kita jadikan pakaian sehari-hari, Ma. Sehingga nggak harus menunggu peringatan acara tertentu untuk mengenalkan anak pada indahnya pakaian daerah.


4. Buat Kerajinan Tangan Bertemakan Budaya Tertentu


Mama dan anak-anak dapat mencari ide hasta karya sederhana dari internet yang bertemakan budaya tertentu, baik dari Indonesia maupun seluruh dunia. Misalnya origami dari Jepang atau kertas mewarna dengan gambar etnik tertentu. Saat anak-anak mengerjakannya, ceritakan pada mereka tentang daerah atau negara tersebut. Di mana letaknya, apa saja musim yang mereka miliki, bagaimana bahasanya serta keunikan apa saja yang ada di sana.


5. Hadiri Acara-Acara Kebudayaan Bersama Keluarga


Photo via Pattaya Trader

Di beberapa sekolah, biasanya mereka mengadakan International Day, di mana kita dan anak-anak dapat berpartisipasi untuk mengenali budaya kita sendiri dan mempelajari budaya lain. Kalau tidak ada, yuk kita cari acara yang bertemakan kebudayaan daerah atau budaya tertentu. Ajak keluarga kita mengunjunginya, Ma. Pasti kita akan mendapatkan keseruan baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya.


Dengan mengenalkan anak akan keragaman etnik dan budaya, mereka akan lebih mudah menerima orang lain yang berbeda dan sebaliknya lebih luwes ketika harus beradaptasi di lingkungan baru yang lain dari asalnya. Sehingga kisah seperti yang dialami anaknya Nina dan teman sekolahnya atau mungkin pernah kita alami sendiri nggak akan terulang lagi. Selamat mencoba, Ma.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Cara Sederhana Ini Bisa Ajarkan Keberagaman Kebudayaan pada Anak. Say No to Discrimination!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Alfa Kurnia | @alfakurnia

Mamah galau. Introvert yang suka gaul. Punya cita-cita abadi jadi kurus tapi doyan makan. Blogging at http://pojokmungil.com. Believe that “Blogging is not rocket science, it’s about being yourself, and putting what you have into it.

Silahkan login untuk memberi komentar